Lewati ke konten
13 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat KemerdekaanMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung SejarahSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Wan H.Rokib Kiman Penjaga Warisan Budaya Dari Ciganjur Jagakarsa
Budaya News

Wan H.Rokib Kiman Penjaga Warisan Budaya Dari Ciganjur Jagakarsa

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama6 September 20254 menit baca📍 Jakarta
Wan H.Rokib Kiman Penjaga Warisan Budaya Dari Ciganjur Jagakarsa - Budayantara TV

Jakarta –Budayantara.tv Menyingkap Jejak Wali Betawi: Mbah Lontar, Ahli Tasyawuf dan Tata Kota dari Mataram. Di balik gemerlap ibu kota, Jakarta menyimpan jejak-jejak spiritual yang nyaris terlupakan. Salah satunya adalah kisah agung Syekh Raden Muhammad, atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Lontar  seorang wali besar yang membawa cahaya Islam ke wilayah Betawi dan sekitarnya pada abad ke-15, jauh sebelum Jakarta menjadi pusat modernitas seperti sekarang.

Tabir sejarah membuka kisah leluhur ini. Mbah Lontar adalah seorang keturunan Raja Brawijaya V dari Majapahit, yang kemudian menjadi bagian dari gelombang penyebaran Islam di Nusantara. Beliau berasal dari Mataram, Kampung Bintoro (Demak), wilayah yang menjadi pusat kekuatan Islam awal di Jawa. Namun, jejak perjuangan Mbah Lontar tidak berhenti di sana.

Amanah dari Sunan Gunung Jati

Mbah Lontar adalah utusan wali dari Cirebon yang mendapat amanah langsung dari Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). Tugas sucinya adalah mendampingi Sultan Maulana Hasanuddin di Banten, namun takdir menuntunnya untuk menetap dan menyebarkan ajaran Islam di Betawi tepatnya di kawasan Jagakarsa, Ciganjur, hingga Lenteng Agung yang kini berada di Jakarta Selatan.

Menurut H. Rokib bin Kiman, keturunan langsung Mbah Lontar sekaligus Pembina Yayasan Ciganjur Heritage, sosok Mbah Lontar bukan hanya dikenal sebagai tokoh spiritual, tetapi juga seorang cendekiawan yang luar biasa.

“Beliau bukan hanya ahli tasyawuf dan Al-Qur’an, tapi juga dikenal sebagai ahli tata kota. Itu sebabnya jejak beliau bukan hanya di masjid atau pesantren, tapi juga di tapak-tapak awal pembentukan peradaban Betawi,” ujar H. Rokib.Sabtu (6/9/2025).

Ziarah Soekarno dan Pengaruh Mbah Lontar di Era Kemerdekaan

Kedalaman spiritual Mbah Lontar tak lekang oleh zaman. Bahkan di era kemerdekaan, Presiden Soekarno dikenal sebagai sosok yang rutin melakukan tawasul dan ziarah ke makam Mbah Lontar, menunjukkan betapa kuatnya pengaruh spiritual beliau dalam membentuk fondasi kebangsaan.

Sebagaimana para wali lainnya, perjuangan Mbah Lontar tidak hanya menanamkan ajaran Islam, tapi juga nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan persatuan. Di tengah masyarakat yang saat itu masih memeluk berbagai kepercayaan lokal, Mbah Lontar hadir dengan pendekatan damai, mengajak masyarakat mengenal tauhid, akhlak, dan peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Sanad Spiritual dan Jaringan Wali

Mbah Lontar tidak sendiri dalam perjuangan. Ia berada dalam jaringan besar para wali dan sahabat seperjalanan yang tersebar dari Banten, Cirebon, hingga Jakarta. Di antaranya:

Syekh Sona Wijayasakti

Syekh Soleh Gunung Santri (Cilegon)

Syekh Abdul Jalil dan Syekh Abdurahman (Kumpi Ciganjur)

Syekh Ahmad Waliyullah (adik Sunan Gunung Jati)

Syekh Jagaraksa (Jagakarsa)

Syekh Zakaria (Lenteng Agung)

Dalam silsilah keilmuan dan spiritual, beliau juga sejajar dengan tokoh-tokoh besar seperti Syekh Babullah di Palu, Syekh Rojak Al-Mawadah, hingga Nyai Ros Pandan Wangi dari Bambu Kramat. Jejak para wali ini membentuk rantai emas sanad dakwah yang kuat dan masih mengakar hingga kini.

Dari Makkah ke Betawi: Lintasan Ilmu dan Spiritualitas

Tak hanya berkiprah di tanah air, Syekh Raden Muhammad menuntut ilmu di Makkah, Madinah, dan Turki, menjadikannya bagian dari ulama internasional pada masanya. Penguasaannya terhadap ilmu Al-Qur’an, tata kota, dan tasyawuf menjadikan dakwahnya komprehensif menyentuh sisi spiritual, sosial, hingga kebudayaan masyarakat Betawi.

Wafat pada 17 Syawal, Mbah Lontar meninggalkan warisan yang tak ternilai – bukan hanya makam sebagai tempat ziarah, tapi sebuah peradaban Islam yang lembut, membumi, dan penuh hikmah.

Warisan yang Terlupakan

Ironisnya, di tengah pembangunan masif Jakarta, nama Mbah Lontar nyaris terlupakan. Padahal, beliau adalah arsitek awal spiritualitas Betawi. Melalui Yayasan Ciganjur Heritage dan upaya pelestarian sejarah oleh para keturunannya, kini mulai digalang kesadaran untuk menghidupkan kembali nilai, ajaran, dan keteladanan dari sang wali.

“Jangan kira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu telah mati. Mereka hidup di sisi Tuhan mereka, diberi rezeki,” demikian firman Allah dalam QS. Ali Imran: 169 – seolah menjadi pelita yang menerangi makam Mbah Lontar hingga hari ini.

Mbah Lontar bukan sekadar nama dalam silsilah spiritual. Ia adalah satu dari sekian banyak wali yang menanamkan akar Islam di tanah Jakarta. Jejak beliau, meski tertimbun oleh waktu, tetap bersinar dalam diam. Saatnya generasi muda mengenal, meneladani, dan meneruskan semangat dakwah, keilmuan, dan keberanian beliau dalam membela kebenaran, dengan cinta.

“Jakarta bukan hanya milik masa kini, tapi juga warisan para wali yang dahulu menanamkan cahaya Islam di jantung Nusantara.”**

Ciganjur Heritage Foundation H.Abd.Rokib Kiman Mbah Lontar
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan - Budayantara TV
Event Musik News

Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan

13 Agustus 20262 menit baca

Bogor, – Budayantanra.tv Semangat kemerdekaan bergema melalui alunan musik dan paduan suara generasi muda Indonesia dalam Konser Kemerdekaan…

Muktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah - Budayantara TV
News Tokoh

Muktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah

13 Agustus 20264 menit baca

Situbondo, — Budayantara.tv Di tengah perjalanan panjang Nahdlatul Ulama (NU), ada sejumlah momentum yang tidak sekadar tercatat sebagai…

Sekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11 - Budayantara TV
News

Sekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11

13 Agustus 20262 menit baca

Jakarta,– Budayantara.tv Agustus 2026 menjadi bulan yang istimewa bagi keluarga besar SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Di tengah…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  2. Kehidupan Suku Papua Pegunungan di Lembah Baliem – PAPUA4 Agustus 2025
  3. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  4. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  5. Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih26 Juli 2026

Rekomendasi untuk Anda

Wan H.Rokib Kiman Penjaga Warisan Budaya Dari Ciganjur Jagakarsa - Budayantara TVIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan
Wan H.Rokib Kiman Penjaga Warisan Budaya Dari Ciganjur Jagakarsa - Budayantara TVMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Wan H.Rokib Kiman Penjaga Warisan Budaya Dari Ciganjur Jagakarsa - Budayantara TVSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11
Wan H.Rokib Kiman Penjaga Warisan Budaya Dari Ciganjur Jagakarsa - Budayantara TVWarga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Wan H.Rokib Kiman Penjaga Warisan Budaya Dari Ciganjur Jagakarsa - Budayantara TVTokoh Pendidikan Merauke Soroti Keberlanjutan Pendidikan, Dorong Penguatan PKBM hingga Kepastian Guru Honorer

Lokasi

📍 Jakarta 251📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber