Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Wan H.Rokib Kiman Penjaga Warisan Budaya Dari Ciganjur Jagakarsa
Budaya News

Wan H.Rokib Kiman Penjaga Warisan Budaya Dari Ciganjur Jagakarsa

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama6 September 20254 menit baca📍 Jakarta
Wan H.Rokib Kiman Penjaga Warisan Budaya Dari Ciganjur Jagakarsa - Budayantara TV

Jakarta –Budayantara.tv Menyingkap Jejak Wali Betawi: Mbah Lontar, Ahli Tasyawuf dan Tata Kota dari Mataram. Di balik gemerlap ibu kota, Jakarta menyimpan jejak-jejak spiritual yang nyaris terlupakan. Salah satunya adalah kisah agung Syekh Raden Muhammad, atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Lontar  seorang wali besar yang membawa cahaya Islam ke wilayah Betawi dan sekitarnya pada abad ke-15, jauh sebelum Jakarta menjadi pusat modernitas seperti sekarang.

Tabir sejarah membuka kisah leluhur ini. Mbah Lontar adalah seorang keturunan Raja Brawijaya V dari Majapahit, yang kemudian menjadi bagian dari gelombang penyebaran Islam di Nusantara. Beliau berasal dari Mataram, Kampung Bintoro (Demak), wilayah yang menjadi pusat kekuatan Islam awal di Jawa. Namun, jejak perjuangan Mbah Lontar tidak berhenti di sana.

Amanah dari Sunan Gunung Jati

Mbah Lontar adalah utusan wali dari Cirebon yang mendapat amanah langsung dari Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). Tugas sucinya adalah mendampingi Sultan Maulana Hasanuddin di Banten, namun takdir menuntunnya untuk menetap dan menyebarkan ajaran Islam di Betawi tepatnya di kawasan Jagakarsa, Ciganjur, hingga Lenteng Agung yang kini berada di Jakarta Selatan.

Menurut H. Rokib bin Kiman, keturunan langsung Mbah Lontar sekaligus Pembina Yayasan Ciganjur Heritage, sosok Mbah Lontar bukan hanya dikenal sebagai tokoh spiritual, tetapi juga seorang cendekiawan yang luar biasa.

“Beliau bukan hanya ahli tasyawuf dan Al-Qur’an, tapi juga dikenal sebagai ahli tata kota. Itu sebabnya jejak beliau bukan hanya di masjid atau pesantren, tapi juga di tapak-tapak awal pembentukan peradaban Betawi,” ujar H. Rokib.Sabtu (6/9/2025).

Ziarah Soekarno dan Pengaruh Mbah Lontar di Era Kemerdekaan

Kedalaman spiritual Mbah Lontar tak lekang oleh zaman. Bahkan di era kemerdekaan, Presiden Soekarno dikenal sebagai sosok yang rutin melakukan tawasul dan ziarah ke makam Mbah Lontar, menunjukkan betapa kuatnya pengaruh spiritual beliau dalam membentuk fondasi kebangsaan.

Sebagaimana para wali lainnya, perjuangan Mbah Lontar tidak hanya menanamkan ajaran Islam, tapi juga nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan persatuan. Di tengah masyarakat yang saat itu masih memeluk berbagai kepercayaan lokal, Mbah Lontar hadir dengan pendekatan damai, mengajak masyarakat mengenal tauhid, akhlak, dan peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Sanad Spiritual dan Jaringan Wali

Mbah Lontar tidak sendiri dalam perjuangan. Ia berada dalam jaringan besar para wali dan sahabat seperjalanan yang tersebar dari Banten, Cirebon, hingga Jakarta. Di antaranya:

Syekh Sona Wijayasakti

Syekh Soleh Gunung Santri (Cilegon)

Syekh Abdul Jalil dan Syekh Abdurahman (Kumpi Ciganjur)

Syekh Ahmad Waliyullah (adik Sunan Gunung Jati)

Syekh Jagaraksa (Jagakarsa)

Syekh Zakaria (Lenteng Agung)

Dalam silsilah keilmuan dan spiritual, beliau juga sejajar dengan tokoh-tokoh besar seperti Syekh Babullah di Palu, Syekh Rojak Al-Mawadah, hingga Nyai Ros Pandan Wangi dari Bambu Kramat. Jejak para wali ini membentuk rantai emas sanad dakwah yang kuat dan masih mengakar hingga kini.

Dari Makkah ke Betawi: Lintasan Ilmu dan Spiritualitas

Tak hanya berkiprah di tanah air, Syekh Raden Muhammad menuntut ilmu di Makkah, Madinah, dan Turki, menjadikannya bagian dari ulama internasional pada masanya. Penguasaannya terhadap ilmu Al-Qur’an, tata kota, dan tasyawuf menjadikan dakwahnya komprehensif menyentuh sisi spiritual, sosial, hingga kebudayaan masyarakat Betawi.

Wafat pada 17 Syawal, Mbah Lontar meninggalkan warisan yang tak ternilai – bukan hanya makam sebagai tempat ziarah, tapi sebuah peradaban Islam yang lembut, membumi, dan penuh hikmah.

Warisan yang Terlupakan

Ironisnya, di tengah pembangunan masif Jakarta, nama Mbah Lontar nyaris terlupakan. Padahal, beliau adalah arsitek awal spiritualitas Betawi. Melalui Yayasan Ciganjur Heritage dan upaya pelestarian sejarah oleh para keturunannya, kini mulai digalang kesadaran untuk menghidupkan kembali nilai, ajaran, dan keteladanan dari sang wali.

“Jangan kira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu telah mati. Mereka hidup di sisi Tuhan mereka, diberi rezeki,” demikian firman Allah dalam QS. Ali Imran: 169 – seolah menjadi pelita yang menerangi makam Mbah Lontar hingga hari ini.

Mbah Lontar bukan sekadar nama dalam silsilah spiritual. Ia adalah satu dari sekian banyak wali yang menanamkan akar Islam di tanah Jakarta. Jejak beliau, meski tertimbun oleh waktu, tetap bersinar dalam diam. Saatnya generasi muda mengenal, meneladani, dan meneruskan semangat dakwah, keilmuan, dan keberanian beliau dalam membela kebenaran, dengan cinta.

“Jakarta bukan hanya milik masa kini, tapi juga warisan para wali yang dahulu menanamkan cahaya Islam di jantung Nusantara.”**

Ciganjur Heritage Foundation H.Abd.Rokib Kiman Mbah Lontar
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber