Lewati ke konten
30 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
‎FMM Kemenbud‎”Ketika Negara Mulai Belajar Mendengar Kebudayaan”Kementerian Kebudayaan Terima IKB Jabodetabek dan BMDN, Budayantara Fest 2026 Didorong Jadi Ruang Kolaborasi BudayaAgung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Galau tentang Cinta, Batas, dan Keberanian untuk PergiNobar Indonesia vs Malaysia, Bebek Habibeat Hadirkan Suasana Kuliner dan Kebersamaan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Tersandung Akta Kelahiran Anak Pemulung di Jatisampurna Kota Bekasi Tidak Dapat Bersekolah
News

Tersandung Akta Kelahiran Anak Pemulung di Jatisampurna Kota Bekasi Tidak Dapat Bersekolah

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama13 Februari 20265 menit baca
Tersandung Akta Kelahiran Anak Pemulung di Jatisampurna Kota Bekasi Tidak Dapat Bersekolah - Budayantara TV

Kota Bekasi, – Budayantara.tv Puluhan anak-anak pemulung dan anak jalanan di Jatisampurna Kota Bekasi tidak dapat bersekolah.

Orang tua mereka yang notabenenya pemulung mengeluhkan jika anaknya tidak diterima sekolah. Kendalanya orang tua tidak dapat menunjukkan akta kelahiran anaknya.

Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Eddie Karsito, mengharapkan Pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Bekasi mempermudah persyaratan masuk sekolah bagi anak-anak miskin yang hidup di jalanan.

“Kami berharap hal ini menjadi perhatian para pemangku kepentingan. Karena pendidikan adalah hak setiap warga negara. Bagaimana kita mempersoalkan akta kelahiran anak jika orang tuanya saja tidak punya identitas (KTP),” ungkap Eddie Karsito.

Hal ini disampaikan Eddie Karsito usai menampung keluh kesah puluhan pemulung yang mendatangi sekretariat Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, di Perumahan Kranggan Permai Jatisampurna Kota Bekasi, Jum’at (13/02/2026).

Para pemulung tersebut mengeluhkan anaknya tidak diterima sekolah karena tidak dapat menunjukkan akta kelahiran dan dokumen lainnya.

Ada sekitar 40 anak pemulung, anak jalanan, dan pengamen anak usia sekolah dalam pembinaan lembaga nirlaba ini. Sebagian dari mereka ada yang yatim piatu.

Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan juga membina sekitar 229 pemulung, dan pengamen, sebagian diantaranya adalah para janda lanjut usia.

“Satu hal kami syukuri selama 31 tahun melayani kami tidak meminta sumbangan sana-sini. Termasuk belum pernah menerima sumbangan dari Pemerintah,” terang penggiat sosial, yang juga seniman dan budayawan ini.

Warga PengembaraTanpa Identitas
Menurut Eddie Karsito, pemulung merupakan warga pengembara tanpa identitas. Kelompok rentan miskin yang hidupnya berpindah-pindah. Sulit mendapat akses mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), sehingga untuk mengurus akta kelahiran menjadi terhambat.

Kurangnya kesadaran pemulung tentang pentingnya memiliki KTP juga menjadi masalah krusial. Hal ini disebabkan rendahnya pemahaman mereka mengenai fungsi KTP sebagai akses layanan publik.

Faktor lain mencakup prosedur membuat KTP yang dianggap berbelit-belit. Termasuk jarak tempuh ke lokasi perekaman KTP mereka harus pulang ke kampungnya. Dengan biaya yang tidak sedikit untuk ukuran pemulung yang penghasilannya dibawah rata-rata.

Pihaknya, kata Eddie, paling sering menangani berbagai kasus yang dialami para pemulung pendatang dari daerah yang tidak memiliki KTP dan Kartu Keluarga (KK) tersebut.

Agar Anak-Anak Pemulung Tetap Bisa Sekolah
Eddie Karsito mengaku sering kesulitan membantu pemulung untuk mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara. Seperti layanan kesehatan gratis, pendidikan gratis, bantuan sosial, dan pelayanan publik lainnya karena tidak memiliki dokumen pribadi primer seperti KTP dan KK.

Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan dalam hal ini, kata Eddie, berperan memberi bantuan dan mengurus administrasi kependudukan dan dokumen lainnya.

“Agar anak-anak pemulung bisa sekolah kita urus KTP dan pembuatan KK orangtuanya dulu. Setelah itu mengurus Buku Nikah di KUA, karena sebelumnya mereka nikah Siri. Lalu mengurus Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA), baru bisa didaftarkan masuk sekolah,” terangnya.

Kebutuhan selanjutnya adalah seragam, tas, sepatu, kaos kaki, alat tulis dan peralatan sekolah lainnya. Termasuk perlengkapan krayon, pensil warna, buku gambar, pensil, penghapus, lem, botol minum, dan kotak makan, untuk anak pemulung yang sekolah di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

“Kami berupaya maksimal agar anak-anak pemulung bisa sekolah. Disamping kami juga menyediakan shelter menciptakan ruang belajar yang nyaman dan inspiratif,” ujar Eddie.

Anak Lahir Dari Perkawainan Siri
Masalah krusial keberadaan anak-anak pemulung, lanjut Eddie, memang sejak dari hulunya. Dari beberapa kasus misalnya, anak pemulung lahir dari pasangan suami-istri nikah Siri.

Meskipun sah sesuai syariat Islam, nikah Siri tidak diakui oleh Negara. Akibatnya istri dan anak yang lahir dari perkawinan Siri tidak memiliki status hukum di hadapan Negara.

Soal perkawinan Siri di kalangan pemulung tersebut, menurut Eddie, juga sesuatu yang dilema. Perkawinan Siri tidak diakui dan melanggar administrasi Negara.

“Namun rentan bagi pemulung perempuan terhadap gangguan perkosaan jika tanpa ikatan pernikahan. Atau hubungan seks diluar nikah dengan sesama pemulung atas dasar mau sama mau,” ujar wartawan senior Anggota Dewan Etik Dewan Pimpinan Pusat Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (DPP SWI) ini.

Menurut Eddie Karsito, gangguan perkosaan atau hubungan seks diluar nikah sesama pemulung cukup tinggi. Faktornya antara lain sebagian dari mereka hidup di jalanan. Nomaden (berpindah-pindah). Tinggal di bedeng-bedeng, kolong jembatan, dan bahkan ada yang tinggal di tanah pemakaman.

“Kondisi ini potensial terjadi hubungan seks diluar nikah, atau diperkosa. Termasuk terpapar risiko kesehatan karena tinggal di lingkungan yang kotor,” ujar Eddie.

Menikah Menjaga Martabat Agar Tetap Mulia
Oleh karena itu tujuan menikahkan pasangan pemulung, kata Eddie, dalam rangka membentengi diri mereka dari perbuatan keji dan kotor yang dapat merendahkan martabat manusia.

Menghindari terjadinya penyimpangan seks bebas diantara sesama pemulung. Terutama pemulung perempuan yang rentan terhadap kejahatan seks

“Pernikahan itu mulia karena jalan paling bermanfaat menjaga kehormatan, serta terhindar dari hal-hal yang dilarang agama,” ujar aktivis kemanusiaan lulusan Pendidikan Guru Agama (PGA) ini.

Untuk mengatasi berbagai problem kependudukan bagi pemulung, kata Eddie Karsito, pihaknya tengah mengusahakan Kartu Keluarga (KK) khusus di bawah naungan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan.

Hal ini menurut ketentuan dibenarkan dalam kategori pendaftaran penduduk rentan administrasi atau pindah domisili. Eddie Karsito mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kantor Dinas Sosial Kota Bekasi.

“Kami diarahkan agar segera mengajukan permohonan surat rekomendasi pembuatan KK atas nama Yayasan. Ditujukan ke Kantor Dinas Sosial Kota Bekasi untuk diteruskan ke Dinas Dukcapil,” terangnya.

Terjebak Dalam Lingkaran Kemiskinan
Kemiskinan memaksa orang untuk bertahan hidup dengan sarana terbatas. Kemiskinan bukan sekadar kekurangan uang, melainkan kompleksitas multidimensi. Mencakup kurangnya akses, kebebasan, dan peluang.

“Kondisi miskin tersebut salah satunya dihadapi anak pemulung atau pemulung anak-anak,” ujar Eddie.

Anak-anak pemulung, tegas Eddie, seringkali terjebak dalam lingkaran kemiskinan antargenerasi akibat keterbatasan, pendidikan rendah, dan stigma sosial.

“Tidak ada keahlian, pendidikan rendah, sulit mendapat pekerjaan yang layak, memulung jadi pilihan agar bisa bertahan hidup. Jangankan pemulung, kaum terpelajar dan bahkan sarjana pun masih banyak yang susah mencari kerja,” ujarnya.

Kondisi anak-anak pemulung, kata Eddie, masih banyak diantara mereka terpaksa putus sekolah. Bahkan ada yang tidak pernah bersekolah karena harus membantu orang tua memulung mencari rongsokan. Anak-anak pemulung terpaksa bekerja sejak dini untuk membantu keluarga.

Tetapi di sisi lain, ketekunan anak-anak pemulung dalam menghadapi situasi sulit seringkali memunculkan harapan besar. Mereka ingin tetap sekolah, namun membutuhkan dukungan masif dari berbagai pihak untuk mewujudkan impian mereka./*

Humaniora
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kementerian Kebudayaan Terima IKB Jabodetabek dan BMDN, Budayantara Fest 2026 Didorong Jadi Ruang Kolaborasi Budaya - Budayantara TV
Budaya Event News

Kementerian Kebudayaan Terima IKB Jabodetabek dan BMDN, Budayantara Fest 2026 Didorong Jadi Ruang Kolaborasi Budaya

29 September 20262 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Persiapan Budayantara Fest 2026 memasuki tahap penguatan kolaborasi dengan pemerintah. Ikatan Keluarga Besar (IKB) Jabodetabek…

Agung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Galau tentang Cinta, Batas, dan Keberanian untuk Pergi - Budayantara TV
Musik News

Agung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Galau tentang Cinta, Batas, dan Keberanian untuk Pergi

28 September 20262 menit baca

Jakarta, — Budayantara. TV Tidak semua kisah cinta berakhir dengan bahagia. Ada hubungan yang justru meninggalkan luka, tekanan,…

Nobar Indonesia vs Malaysia, Bebek Habibeat Hadirkan Suasana Kuliner dan Kebersamaan - Budayantara TV
News

Nobar Indonesia vs Malaysia, Bebek Habibeat Hadirkan Suasana Kuliner dan Kebersamaan

28 September 20262 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Pertandingan Indonesia vs Malaysia pada Senin malam (28/9/2026) menjadi momentum bagi para pencinta sepak bola…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber