Jakarta — Budayantara.tv Persiapan Budayantara Fest 2026 memasuki tahap penguatan kolaborasi dengan pemerintah. Ikatan Keluarga Besar (IKB) Jabodetabek bersama Budayantara Media Digital Nusantara (BMDN) bersilaturahmi dan berdiskusi dengan jajaran Direktorat Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (BKMA), Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Selasa (29/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Kementerian Kebudayaan RI tersebut membahas rencana pelaksanaan Budayantara Fest 2026 yang akan digelar pada 24–25 Oktober 2026 di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat.
Direktorat BKMA merupakan bagian dari Kementerian Kebudayaan RI yang memiliki perhatian pada penguatan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta keberadaan dan kebudayaan masyarakat adat.
Rombongan IKB Jabodetabek dan BMDN diterima oleh Dra. Christriyati Ariani, M.Hum., Pamong Budaya Ahli Utama; Dr. Julianus Limbeng, Pamong Budaya Ahli Madya; Aji Widayanto, Pamong Budaya Ahli Muda; serta Dita Cahyani, Pamong Budaya Ahli Pertama.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai gagasan mengenai kebudayaan, kolaborasi, serta rencana Budayantara Fest 2026 menjadi bahan diskusi.
Mewakili Direktur Direktorat BKMA Sjamsul Hadi, S.H., M.M., Christriyati Ariani menyampaikan bahwa hasil pertemuan tersebut akan diteruskan kepada Direktur BKMA.
“Hasil dari pertemuan ini akan kami teruskan kepada Pak Direktur BKMA,” ujar Christriyati.
Negara Diharapkan Hadir dalam Kolaborasi Budaya
Ketua Umum IKB Jabodetabek, H. Jayadih, dalam sambutannya berharap kehadiran pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan dapat diwujudkan dalam bentuk kolaborasi nyata dalam penyelenggaraan Budayantara Fest 2026.
Menurutnya, kegiatan kebudayaan tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan seni dan tradisi, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus membangun jejaring kebudayaan.
“Kami berharap negara hadir, yang diwakili Kementerian Kebudayaan, melalui kolaborasi nyata dalam perhelatan Budayantara Fest 2026,” kata H. Jayadih.
Sementara itu, Renee Partina, mewakili Budayantara, menyoroti konsep diplomasi budaya yang akan menjadi salah satu warna dalam Budayantara Fest 2026.
Ia menyampaikan bahwa rencana kolaborasi dengan Kedutaan Besar Palestina diarahkan untuk mempertemukan kekuatan budaya dengan pesan solidaritas kemanusiaan.
“Semoga konsep diplomasi budaya dengan Kedutaan Besar Palestina ini dapat menyatukan budaya dengan solidaritas kemanusiaan antara Indonesia dan Palestina,” ujar Renee.
Budaya sebagai Jembatan Kemanusiaan
Konsep tersebut menempatkan kebudayaan bukan sekadar sebagai pertunjukan, melainkan sebagai ruang perjumpaan antarmasyarakat dan jembatan untuk menyampaikan pesan kemanusiaan.
Budayantara Fest 2026 sendiri dirancang sebagai ruang yang mempertemukan masyarakat, komunitas budaya, pelaku seni, serta berbagai elemen lainnya dalam sebuah perhelatan yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara.
Menutup pertemuan, Masdjo Arifin, Founder Budayantara, berharap dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI dapat semakin memperkuat persiapan sekaligus mendorong kesuksesan Budayantara Fest 2026.
“Semoga dukungan yang diberikan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dapat membuat Budayantara Fest 2026 semakin sukses,” ujar Masdjo.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat sinergi antara komunitas budaya dan pemerintah. Dari Jakarta, Budayantara Fest 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung perayaan budaya, tetapi juga ruang dialog, kolaborasi, dan perjumpaan berbagai nilai kemanusiaan melalui kekayaan budaya Indonesia.




