Lewati ke konten
6 November 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Program Jumat Berkah Wartawan Berbagi di Pekan ke-100 Mulai dari Bekasi hingga Jakarta TimurTak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 KaryawanPATFI 2026 Bedah Masa Depan Perfilman Indonesia, Tiga Sutradara Ungkap Potensi Genre Non-Mainstream Menuju 2027Mengenang 91 Tahun WS Rendra, Panggung Seni di Solo Hadirkan Renungan “Mengolah Daya Hidup”
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan
Business News

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama6 November 20264 menit baca📍 Rembang
Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan - Budayantara TV

Rembang — Budayantara.tv Sebuah permintaan sederhana dari pelanggan ternyata mampu mengubah perjalanan hidup Sri Pontianik (48). Perempuan yang sebelumnya bekerja sebagai tenaga penjualan dan reseller produk fashion ini tidak pernah membayangkan bahwa tugas mencarikan kain batik justru akan membawanya menjadi pengusaha batik dengan rumah produksi sendiri dan puluhan karyawan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Kisah itu bermula ketika seorang pelanggan memintanya mencarikan Batik Juwana di kawasan Lasem. Saat itu, Sri mengaku sama sekali belum mengenal dunia batik. Namun, perjumpaan pertamanya dengan motif Batik Juwana justru membuatnya jatuh cinta. Ketertarikan yang datang tanpa direncanakan tersebut perlahan mengubah arah perjalanan hidupnya.

Pada usia 36 tahun, Sri mengambil keputusan besar untuk beralih profesi dari bidang penjualan fashion dan mulai menekuni usaha batik. Tanpa pengalaman sebelumnya di bidang tersebut, ia mulai membangun usaha dari ketertarikannya terhadap keindahan motif dan kekayaan budaya yang terkandung dalam selembar kain batik.

Dua belas tahun berselang, keputusan itu membuahkan hasil. Sri kini telah memiliki rumah produksi sendiri dengan merek Batik Pulo Mas, yang mempekerjakan 25 karyawan, serta toko yang menjadi basis usahanya di Kabupaten Rembang. Dari seseorang yang awalnya bahkan tidak mengenal batik, ia tumbuh menjadi pelaku ekonomi kreatif yang turut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Namun, perjalanan membangun dan mempertahankan Batik Pulo Mas bukan tanpa tantangan. Di tengah persaingan dengan produk batik pabrikan yang dapat diproduksi secara massal, perajin batik tulis harus terus menjaga kualitas dan keunikan karyanya. Perkembangan perdagangan digital melalui e-commerce dan media sosial juga menuntut pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perubahan cara masyarakat mencari, memilih, dan membeli produk.

Bagi Sri, tantangan tersebut menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan usaha yang telah dirintisnya selama lebih dari satu dekade. Di tengah persaingan industri dan perubahan pasar yang semakin cepat, ia terus berupaya menjaga keberlangsungan Batik Pulo Mas, termasuk mempertahankan lapangan pekerjaan bagi 25 karyawannya.

Pengalaman panjang sebagai pelaku usaha tidak membuat Sri berhenti belajar. Ia menjadi salah satu dari 30 peserta yang mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dan Sertifikasi Kompetensi Skema Pembatik Tulis pada 3–5 November 2026 di Kabupaten Rembang.

Bertempat di area ruang kreatif Kompleks Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, kegiatan ini menjadi bagian dari Program Aktivasi Creative Hub yang mendorong pemanfaatan ruang-ruang kreatif sebagai tempat belajar, berkarya, dan berkolaborasi. Melalui kegiatan ini, ruang kreatif diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya komunitas, tetapi juga wadah pengembangan talenta dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Melalui pelatihan tersebut, Sri bersama peserta lainnya memperoleh pembekalan mengenai teknik pembatikan tulis yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Materi mencakup pemeriksaan kain, pembuatan pola, penerapan malam menggunakan canting, hingga pemeriksaan kualitas hasil pembatikan. Pembelajaran ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan konsistensi kualitas karya sesuai standar profesi.

Pelatihan dilanjutkan dengan uji sertifikasi kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Batik Indonesia yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi menjadi kesempatan bagi para pembatik untuk memperoleh pengakuan formal atas keterampilan yang selama ini mereka tekuni, sekaligus memperkuat profesionalisme dan daya saing dalam industri kreatif.

Di tengah perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang kini dapat membantu pengembangan desain dan motif, keterampilan tangan manusia tetap menjadi bagian penting dalam menjaga karakter batik tulis. Ketelitian, pengalaman, dan kreativitas yang dituangkan melalui setiap goresan canting menjadi nilai tersendiri yang membedakan batik tulis dari produk hasil produksi massal.

Kisah Sri menunjukkan bahwa perjalanan membangun usaha kreatif tidak selalu berawal dari pengetahuan atau pengalaman di bidang yang sama. Dari ketertarikan yang muncul secara tidak sengaja, ia berhasil membangun Batik Pulo Mas menjadi sumber penghidupan bagi 25 karyawannya. Namun, mempertahankan pencapaian tersebut juga menuntut kemauan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Dari seorang reseller fashion yang awalnya hanya diminta mencarikan kain batik, Sri kini telah memiliki rumah produksi sendiri. Di tengah persaingan dengan produk pabrikan dan perkembangan pasar digital, ia terus berupaya mempertahankan usahanya. Perjalanannya menjadi gambaran bahwa menjaga warisan budaya bukan hanya tentang mempertahankan tradisi, tetapi juga tentang kemampuan beradaptasi agar usaha dan penghidupan masyarakat di dalamnya terus berlanjut.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif ini merupakan bagian dari Program Aktivasi Creative Hub yang mendorong pemanfaatan ruang-ruang kreatif sebagai wadah pembelajaran, pengembangan kompetensi, dan kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif. Melalui aktivasi ruang kreatif di daerah, talenta dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat terus mengembangkan potensi, memperluas jejaring, serta meningkatkan daya saing, sehingga ruang kreatif tidak hanya menjadi tempat berkarya, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.*

(Bang Kelana)

📍 Rembang
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Program Jumat Berkah Wartawan Berbagi di Pekan ke-100 Mulai dari Bekasi hingga Jakarta Timur - Budayantara TV
News

Program Jumat Berkah Wartawan Berbagi di Pekan ke-100 Mulai dari Bekasi hingga Jakarta Timur

6 November 20263 menit baca

Roadshow dari Bekasi hingga Jakarta, Jumat Berkah Wartawan di Pekan ke-100 Banyak Temui Pemulung dan Pekerja Serabutan Jakarta,–…

Budayantara Gandeng Dik DiK Kusnadi, Dorong Gerakan Bersih Narkoba Penyelamatan Generasi Bangsa - Budayantara TV
News

Budayantara Gandeng Dik DiK Kusnadi, Dorong Gerakan Bersih Narkoba Penyelamatan Generasi Bangsa

5 November 20263 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv Upaya membangun Indonesia yang bersih dari narkoba membutuhkan kolaborasi lintas sektor, pendekatan edukasi yang berkelanjutan,…

Tuduhan Terhadap Hashim Djojohadikusumo Tidak Berdasar, Ketum DPP KNPI : Hashim Membawa Mandat dan Kepentingan Negara Pada COP31 - Budayantara TV
News

Tuduhan Terhadap Hashim Djojohadikusumo Tidak Berdasar, Ketum DPP KNPI : Hashim Membawa Mandat dan Kepentingan Negara Pada COP31

5 November 20264 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv Tuduhan terhadap Hashim Djojohadikusumo selaku Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi yang bertugas dalam…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber