Lewati ke konten
26 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Sang Drupadi, Wanito Pinilih: Ketika Dalang Tunanetra Menghidupkan Kembali Denyut Wayang NusantaraBuceng Porak Sedekah Bumi, Tradisi Gotong Royong Warnai HUT ke-80 RI di Desa MaronWARTAWAN PROFETIKJelang Aksi 27 Agustus, IKB Jabodetabek Serukan Warga Tak Mudah Terprovokasi
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Sloka Sastra Realita
Artikel Budaya

Sloka Sastra Realita

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama18 Mei 20264 menit baca
Sloka Sastra Realita - Budayantara TV

Gambar Jantung dalam Gondhong Jati, Gondhong Suruh, dan Godhong Simbokan dari Tanah Air Pasuruan Gunung Arjuno

Oleh: Guntur Bisowarno
Ketua Bamboo Spirit Nusantara Support System

Purwosari, Pasuruan, – Budayantara.tv Di lereng pegunungan Arjuno yang teduh dan penuh jejak peradaban leluhur, tersimpan sebuah pembacaan makna kehidupan yang tidak hanya bersifat budaya, namun juga spiritual dan filosofis. Dari daun-daun sederhana yang tumbuh di bumi Nusantara Gondhong Jati, Gondhong Suruh, dan Godhong Simbokan lahirlah sebuah tafsir tentang jantung kehidupan manusia, tentang asal-usul, kesadaran, dan perjalanan jiwa manusia di muka bumi.

Sloka Sastra Realita ini hadir sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan, spiritualitas, budaya Jawa, dan kesadaran manusia modern dalam memahami dirinya sebagai bagian dari semesta raya.

Tiga Godhong, Tiga Manifestasi Kehidupan

Dalam pandangan Jawanologi dan kearifan spiritual Nusantara, daun bukan sekadar tumbuhan biologis. Bentuk, serat, urat, hingga struktur alami pada daun dipercaya menyimpan simbol-simbol kehidupan. Bahkan bila dicermati secara mendalam, pola urat pada beberapa daun menyerupai jantung manusia pusat kehidupan, pusat rasa, dan pusat kesadaran.

Tiga daun utama dalam Sloka Sastra Realita ini menjadi lambang perjalanan manusia:

Gondhong Jati: Mencari Kesejatian

Daun jati dimaknai sebagai simbol “Golek Dhong” mencari dan menemukan kesejatian hidup. Dalam filosofi Jawa, manusia tidak hanya hidup secara biologis, tetapi juga wajib memahami:
Sejatine Roso
Sejatine Orep
Sejatine Sejati

Manusia diajak untuk mengenali dirinya sendiri, memahami rasa kemanusiaan, dan menemukan tujuan hidup yang hakiki. Seperti pohon jati yang kokoh dan tahan zaman, manusia diharapkan memiliki karakter kuat, berakar pada nilai luhur, namun tetap mampu bertumbuh menghadapi perubahan zaman.

Gondhong Suruh: Harmoni Pikiran, Ucapan, dan Tindakan

Daun suruh atau sirih sejak dahulu dikenal sebagai simbol persaudaraan, penghormatan, dan penyatuan rasa. Dalam Sloka Sastra Realita, gondhong suruh dimaknai sebagai proses mencari “pas”-nya kehidupan.

Manusia dituntun agar selaras antara:
Pikiran
Ucapan
Tindakan

Keselarasan ini menjadi inti kehidupan bermoral dan bermartabat. Manusia tidak hanya hidup untuk memenuhi kesenangan jasmani, namun juga menjalankan amanah ilahi sebagai makhluk generatif yang melahirkan peradaban.

Dalam perspektif spiritual Nusantara, manusia adalah “suruhan” Sang Maha Hidup untuk menjaga keberlangsungan kehidupan melalui keluarga, pendidikan, kasih sayang, dan pewarisan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya.

Godhong Simbokan: Lambang Ibu dan Rahim Kehidupan

Godhong Simbokan menghadirkan makna paling dalam tentang asal-usul manusia. Semua manusia lahir melalui rahim ibu. Tidak ada kehidupan tanpa peran seorang ibu.

Dalam simbolisme wayang kulit Ringgit Purwo klasik Jawa, Godhong Simbokan dikaitkan dengan sosok Semar Bodronoyo figur pamomong agung yang melambangkan kasih sayang, kebijaksanaan, dan perlindungan semesta.

Semar bukan sekadar tokoh pewayangan, tetapi simbol manusia sempurna:
sosok yang mengayomi, menjaga, dan membimbing kehidupan.

Melalui simbol Godhong Simbokan, manusia diingatkan untuk kembali menghormati:
Ibu kandung
Leluhur
Rahim kehidupan
Asal-usul peradaban manusia

Karena sesungguhnya, ibu adalah manifestasi cinta kasih Tuhan yang paling nyata di muka bumi.

Makna Angka 17 dan Kesadaran Kebangkitan Nusantara

Sloka Sastra Realita juga mengangkat simbol angka 17 sebagai angka anugerah dan pertolongan Ilahi. Dari perhitungan Jawanologi antara momentum 17 Agustus 2025 menuju 20 Mei 2026, ditemukan angka 278 hari yang bila dijumlahkan menjadi:

2 + 7 + 8 = 17

Dalam tafsir budaya Jawa:
Pitu berarti tujuh
Las berarti belas kasih

Sehingga 17 dimaknai sebagai pitulungan lan kawelasan Gusti pertolongan dan kasih sayang Tuhan.

Angka ini juga menjadi pengingat perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan, dari Sumpah Pemuda 1928 hingga Proklamasi 17 Agustus 1945. Sebuah perjalanan jiwa bangsa untuk bangkit dan menemukan jatidirinya.

Pagelaran Wayang Godhong dan Kebangkitan Budaya Nusantara

Momentum Saresehan Roso Orep Sejati pada 17 Agustus 2025 di Purwosari Pasuruan menjadi simbol kebangkitan budaya dan spiritualitas Nusantara.

Melalui pagelaran Wayang Godhong dan Wayang Kulit Ringgit Purwo klasik, para budayawan dan dalang menghadirkan kembali nilai-nilai luhur leluhur sebagai energi kebangkitan peradaban.

Lakonnya bukan sekadar hiburan, tetapi pengingat bahwa manusia Nusantara memiliki akar budaya besar yang mengajarkan:
keseimbangan,
kesadaran,
gotong royong,
penghormatan pada alam,dan kemuliaan akhlak manusia.

Gunung Arjuno dan Perpustakaan Peradaban Baru Kuno Modern

Di kawasan Gunung Arjuno, Pasuruan, tersimpan semangat membangun “Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik” sebuah gagasan untuk merawat warisan leluhur sekaligus menjembatani masa depan.

Tradisi dan teknologi tidak dipertentangkan.
Budaya dan sains tidak dipisahkan.
Spiritualitas dan rasionalitas berjalan berdampingan.

Karena peradaban besar lahir bukan hanya dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari kejernihan hati, kebijaksanaan jiwa, dan kesadaran manusia terhadap asal-usulnya.

Sloka Sastra Realita tentang Gondhong Jati, Gondhong Suruh, dan Godhong Simbokan mengajarkan bahwa kehidupan manusia sesungguhnya adalah perjalanan mengenali jantung dirinya sendiri.

Jantung yang berdetak bukan hanya organ biologis, tetapi juga pusat rasa, cinta kasih, kesadaran, dan kemanusiaan.

Dari tanah Pasuruan Gunung Arjuno, pesan leluhur kembali dihidupkan:

bahwa manusia sejati adalah manusia yang mampu menjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan, spiritualitas, budaya, dan kasih sayang kepada sesama.

Sebab di balik setiap helai daun, tersimpan pesan kehidupan yang tak pernah berhenti berdenyut dalam peradaban Nusantara.

Sloka Sastra Realita
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Sang Drupadi, Wanito Pinilih: Ketika Dalang Tunanetra Menghidupkan Kembali Denyut Wayang Nusantara - Budayantara TV
Budaya

Sang Drupadi, Wanito Pinilih: Ketika Dalang Tunanetra Menghidupkan Kembali Denyut Wayang Nusantara

26 Agustus 20263 menit baca

Malang, — Budayantara.tv Seni pewayangan Nusantara kembali mendapat ruang istimewa di Kabupaten Malang. Pagelaran Ringgit Purwa dengan lakon…

WARTAWAN PROFETIK - Budayantara TV
Artikel

WARTAWAN PROFETIK

25 Agustus 20263 menit baca

Refleksi untuk Khidmat DPW SWI JAYA Sekber Wartawan Indoensia Oleh: M.Guntur Alting Pembina DPW SWI JAYA, Sekber Wartawan…

​KETIKA KANVAS LEBIH TAJAM DARI PELURU - Budayantara TV
Artikel Kebangsaan

​KETIKA KANVAS LEBIH TAJAM DARI PELURU

25 Agustus 20262 menit baca

-Catatan dari Pameran Seni Ukraina Oleh: M.Guntur Alting Pembina DPW SWI JAYA (Sekber Wartawan Indonesia) ​Jakarta,- Budayantara.tv SIAPA…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. Puspita Sakanti Buka Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-81 Temanggung dengan Bangilun Geol Kenes18 Agustus 2026
  2. Tiga Tahun Betslow, Merawat Budaya Betawi Lewat Kebersamaan dan Kepedulian23 Agustus 2026
  3. In Memoriam Syahrizal (1967-2026)24 Agustus 2026
  4. MEMBANGUN SWI JAYA BERBASIS PENGETAHUAN22 Agustus 2026
  5. IKB Jabodetabek Meriahkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Karaoke Bernuansa Merah Putih15 Agustus 2026

Rekomendasi untuk Anda

Sloka Sastra Realita - Budayantara TVSang Drupadi, Wanito Pinilih: Ketika Dalang Tunanetra Menghidupkan Kembali Denyut Wayang Nusantara
Sloka Sastra Realita - Budayantara TVBuceng Porak Sedekah Bumi, Tradisi Gotong Royong Warnai HUT ke-80 RI di Desa Maron
Sloka Sastra Realita - Budayantara TVWARTAWAN PROFETIK
Sloka Sastra Realita - Budayantara TVJelang Aksi 27 Agustus, IKB Jabodetabek Serukan Warga Tak Mudah Terprovokasi
Sloka Sastra Realita - Budayantara TVWanam di Tengah Arus Pembangunan, MPSI Dorong Adat Jadi Fondasi dan Ekonomi Warga Naik Kelas

Lokasi

📍 Jakarta 254📍 Bogor 18📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber