Purwokerto – Budayantara.tv Semangat pelestarian budaya Nusantara kembali bergelora melalui pagelaran Sendratari Kelas XII MAN 1 Banyumas yang berlangsung meriah di Aula Gelora Prestasi MAN 1 Banyumas, Selasa (6/1/2026).
Dengan mengusung tema cinta budaya dan kreativitas generasi muda, siswa kelas XII-2 menampilkan sebuah karya sendratari bertajuk “Api Dharma Sang Anoman”. Pementasan ini mengangkat fragmen legendaris Anoman Obong dari epos Ramayana, yang dikemas secara apik melalui perpaduan gerak tari, musik tradisional, tata artistik panggung, serta penghayatan peran yang kuat dari para penampil.
Pagelaran ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi budaya bagi siswa dan penonton. Kisah kepahlawanan Anoman disajikan dengan narasi yang menggugah, menegaskan nilai kesetiaan, pengabdian, dan keberanian dalam menegakkan kebenaran.
Owner Sanggar Seni Panginyongan Banyumas, Randhi Haryaningtyastomo, menyampaikan bahwa kolaborasi seni di lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal.
“Melalui ruang seni dan budaya di sekolah, semangat berkarya generasi muda dapat terus tumbuh sekaligus menjadi benteng pelestarian budaya Banyumasan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kelas XII-2, Drs. H. Nikun, M.Pd.I, menjelaskan bahwa pagelaran sendratari ini merupakan bagian dari mata pelajaran Seni Tari dan Seni Musik bagi siswa kelas XII.
“Selain sebagai penilaian akademik, kegiatan ini juga melatih kerja sama, tanggung jawab, dan apresiasi seni budaya,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Sekolah MAN 1 Banyumas,Drs. H. Muslimin Winoto, M.Pd.I, yang menegaskan bahwa pagelaran seni Cakrabrata Event telah menjadi agenda rutin tahunan sekolah.
“Kegiatan ini merupakan wadah ekspresi siswa sekaligus bagian dari sistem penilaian pembelajaran berbasis proyek dan budaya,” ujarnya.
Melalui pagelaran “Api Dharma Sang Anoman”, MAN 1 Banyumas kembali menegaskan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai luhur budaya kepada generasi muda. Seni tidak hanya dipentaskan, tetapi juga dihidupkan sebagai warisan yang terus dijaga dan diwariskan.(DJo)




