Jombang, – Budayantara.tv Semarak Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, tidak hanya menjadi momentum konsolidasi organisasi dan silaturahmi para Nahdliyin dari berbagai daerah. Perhelatan akbar tersebut juga menjadi ruang strategis untuk menggerakkan ekonomi warga NU melalui produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal itu ditunjukkan oleh Asosiasi UMKM Nahdliyyin Jawa Timur yang turut mempersiapkan lahan stan UMKM dengan nilai ekonomi sekitar Rp2,5 juta. Stan tersebut disiapkan sebagai ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk kepada para Muktamirin dan masyarakat yang hadir.
Beragam merchandise khas Muktamar NU ke-35 telah disiapkan, mulai dari sarung, peci, kaos, hingga kemeja dan berbagai cendera mata lainnya.
Untuk sarung Muktamar NU ke-35, misalnya, ditawarkan dengan harga Rp110 ribu. Sementara peci Muktamar NU dibanderol Rp95 ribu.

Pilihan lainnya adalah kaos dengan harga mulai Rp85 ribu, termasuk kaos Muktamar edisi eksklusif yang dibanderol Rp120 ribu. Sedangkan kemeja Muktamar NU ke-35 tersedia dengan harga Rp120 ribu.
Selain produk fesyen, Asosiasi UMKM Nahdliyyin Jawa Timur juga menyediakan berbagai merchandise lainnya yang dapat menjadi buah tangan bagi para Muktamirin, termasuk produk-produk kecil seperti korek api dan cendera mata lainnya.
Kehadiran stan UMKM tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi aktivitas perdagangan selama Muktamar berlangsung. Lebih jauh, momentum ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi Nahdliyin yang mandiri dan berkelanjutan.
Rekso Aminoto mengatakan, kemandirian ekonomi santri dan Nahdliyin perlu terus ditumbuhkan melalui kegiatan-kegiatan nyata yang memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.
Menurutnya, Muktamar NU ke-35 dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat santripreneur, sekaligus mendorong warga NU agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha yang produktif.
“Harapannya, kemandirian santri NU dan Nahdliyin dalam perhelatan Muktamar ini dapat menumbuhkan UMKM dan santripreneur,” ujar Rekso Aminoto.
Semangat tersebut sejalan dengan geliat Muktamar yang tidak hanya berbicara mengenai masa depan organisasi, tetapi juga bagaimana NU dan warga Nahdliyin mampu memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, Muktamar ke-35 NU di Tambakberas tidak hanya meninggalkan jejak dalam perjalanan organisasi, tetapi juga diharapkan melahirkan energi baru bagi kebangkitan ekonomi umat melalui UMKM dan kewirausahaan santri.
Bagi para Muktamirin yang ingin mendapatkan produk dan merchandise Muktamar NU ke-35, dapat menghubungi 0852-2362-7888.
Sekretariat Asosiasi UMKM Nahdliyyin Jawa Timur
Jalan Kiai Haji Wahab Hasbullah No. 79, Tambakrejo, Jombang.




