Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Sapu-Sapu Menguasai Cideng: Alarm Sunyi dari Jantung Ibu Kota
News

Sapu-Sapu Menguasai Cideng: Alarm Sunyi dari Jantung Ibu Kota

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama14 April 20262 menit baca📍 Jakarta
Sapu-Sapu Menguasai Cideng: Alarm Sunyi dari Jantung Ibu Kota - Budayantara TV

Jakarta — Budayantara.tv Di balik gemerlap kawasan elit sekitar Bundaran HI dan megahnya Plaza Indonesia, sebuah ironi lingkungan diam-diam berlangsung di aliran Kali Cideng. Bukan sekadar soal ikan sapu-sapu yang kembali mendominasi, melainkan cermin dari ekosistem yang tengah “sakit” dan belum pulih sepenuhnya.

Alih-alih menjadi kabar biasa tentang hama air, kemunculan masif ikan sapu-sapu justru dapat dibaca sebagai indikator ekologis. Air yang keruh kehitaman, aliran yang lambat, serta dasar kali yang dipenuhi lumpur dan endapan organik menciptakan habitat ideal bagi spesies invasif ini. Dalam kondisi seperti ini, ikan lokal cenderung tersingkir, sementara sapu-sapu justru berkembang pesat tanpa kompetitor berarti.

Fenomena yang terlihat di permukaan gerombolan ikan yang mudah dijumpai bahkan dalam satu pandangan mata sebenarnya hanyalah “puncak gunung es”. Ukuran ikan yang bervariasi, dari kecil hingga besar, menandakan siklus reproduksi yang terus berjalan. Artinya, ekosistem di Kali Cideng bukan hanya dihuni, tapi telah “dikuasai” oleh spesies tersebut.

Upaya penangkapan yang dilakukan sebelumnya oleh sekitar 100 personel gabungan memang menghasilkan 41 ekor ikan berukuran besar. Namun, dari perspektif ekologi, angka itu belum signifikan untuk menekan populasi. Terlebih, belum adanya operasi lanjutan memperlihatkan bahwa penanganan masih bersifat reaktif, bukan sistemik.

Di sisi lain, pernyataan Pramono Anung.Minggu (12/4/2026).yang ingin memperluas operasi penangkapan ke seluruh wilayah Jakarta menunjukkan adanya kesadaran pemerintah akan skala persoalan. Namun, pertanyaan mendasarnya: apakah solusi akan berhenti pada penangkapan semata?

Para pengamat lingkungan kerap menilai bahwa ledakan populasi ikan sapu-sapu bukan akar masalah, melainkan gejala. Akar sesungguhnya terletak pada kualitas air, sedimentasi, serta minimnya keseimbangan hayati. Tanpa pembenahan menyeluruh mulai dari pengelolaan limbah, normalisasi aliran, hingga restorasi ekosistem operasi penangkapan hanya akan menjadi rutinitas tanpa akhir.

Kali Cideng hari ini seolah menjadi “ruang baca” terbuka tentang kondisi sungai-sungai perkotaan. Di tengah pusat ekonomi dan simbol modernitas Jakarta, alam memberi sinyal yang jelas: ada yang tidak seimbang, dan butuh lebih dari sekadar jaring untuk memperbaikinya.**

Pramono Anung Sapu-sapu
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber