Lewati ke konten
28 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong PribadiKampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Sangheyang Hamim Memandang Kawasan Gunung Arjuno sebagai Mega Proyek Induk Peradaban Dunia
Artikel Budaya

Sangheyang Hamim Memandang Kawasan Gunung Arjuno sebagai Mega Proyek Induk Peradaban Dunia

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama11 Mei 20263 menit baca
Sangheyang Hamim Memandang Kawasan Gunung Arjuno sebagai Mega Proyek Induk Peradaban Dunia - Budayantara TV

Oleh: Guntur Bisowarno – Ketua Bamboo Spirit Nusantara Support System

Purwosari, Pasuruan – Bundayantara.tv Di tengah geliat pembangunan modern dan arus globalisasi, sebuah gagasan besar bernuansa spiritual dan kebudayaan kembali mengemuka dari lereng Gunung Arjuno, Jawa Timur. Sosok yang dikenal sebagai Sangheyang Hamim memandang Kawasan Gunung Arjuno sebagai “Induk Peradaban Dunia” (IPD), sebuah pusat energi spiritual, gudang kekayaan peradaban, sekaligus mercusuar budaya Nusantara.

Gagasan tersebut bukan sekadar wacana wisata biasa, melainkan visi besar yang disebut sebagai proses Revitalisasi Pemulihan dan Pemuliyaan Nusantara. Dalam pandangan Sangheyang Hamim, Gunung Arjuno diyakini sebagai titik episentrum kebangkitan jiwa Nusantara yang mampu menghubungkan sejarah, budaya, spiritualitas, hingga masa depan ekonomi masyarakat.

Momentum penting visi ini terjadi pada 14 November 2019, ketika Sangheyang Hamim menerima sertifikat resmi “Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia (IPD)” yang ditetapkan oleh HE. Mr. Djuyoto Suntani, Presiden The World Peace Committee 202 Negara, berdasarkan penetapan tanggal 5 Agustus 2019.

Wilayah yang masuk dalam poros IPD mencakup kawasan pegunungan dan budaya di Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Kediri, Blitar hingga Malang. Ketujuh wilayah ini dipandang sebagai satu kesatuan poros sakral yang saling menopang secara historis dan spiritual.

Membangun Kesadaran Jiwa Nusantara

Dalam strategi pengembangannya, Sangheyang Hamim menekankan pentingnya membangun kesadaran jiwa Nusantara sejati. Langkah yang dilakukan bukan hanya pembangunan fisik, melainkan membangun narasi besar bahwa Nusantara merupakan asal-usul peradaban dunia.

Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pendokumentasian nilai spiritual dan sejarah dalam bentuk buku digital serta jurnal ilmiah yang diterjemahkan ke berbagai bahasa asing seperti Inggris, Mandarin, dan Arab. Selain itu, digelar pula kegiatan spiritual budaya seperti Muteri Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia yang menjadi simbol perjalanan batin dan penyatuan energi kawasan.

Menurut para pendukungnya, konsep ini bertujuan menjadikan Gunung Arjuno sebagai pusat peradaban dan mercusuar dunia yang memadukan sejarah Majapahit, spiritualitas pegunungan, dan kebudayaan Nusantara.

Mega Proyek Terhubung 7 Rest Area

Saat ini sejumlah program budaya dan spiritual dipusatkan di kawasan Sumber Kelor, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan ialah program Makani Iwak Jam Pitu Isuk atau memberi makan ikan pada pukul tujuh pagi.

Kegiatan tersebut disebut sebagai bagian dari penyambutan mega proyek pembangunan “Istana Kerajaan Pariwisata Dunia” di Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia dengan nilai investasi mencapai Rp313 triliun.

Proyek besar itu dirancang terhubung dengan tujuh rest area lintas wilayah yang mencakup Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Kediri, Blitar, dan Malang.

Tujuh Wilayah Sakral

Dalam konsep Poros Induk Peradaban Dunia, masing-masing wilayah memiliki fungsi dan simbol tersendiri:

Gunung Arjuna sebagai jantung energi dan tiang langit spiritual Nusantara.

Pasuruan sebagai gerbang pelantikan dengan situs bersejarah seperti Candi Jawi dan Tretes.

Sidoarjo sebagai penyangga energi pesisir yang menghubungkan kawasan maritim Surabaya dan Madura.

Mojokerto sebagai jantung kemuliaan Majapahit melalui peninggalan sejarah seperti Candi Tikus dan Bajang Ratu.

Jombang sebagai pusat spiritualitas dan pendidikan pesantren.

Kediri sebagai akar sejarah kuno Nusantara.

Blitar sebagai tanah pemersatu bangsa dan simbol kepemimpinan nasional.

Malang sebagai benteng kebudayaan dan warisan Singhasari.

Episentrum Energi Kultural dan Spiritual

Sumber Kelor di Pandaan kini diposisikan sebagai titik operasional sekaligus markas komando budaya. Di tempat inilah berbagai ritual harian, forum gagasan, dan aktivitas kebudayaan dilakukan sebagai bagian dari gerakan membangun kembali martabat Nusantara.

Bagi para pengikut dan pendukungnya, Sangheyang Hamim bukan sekadar tokoh pariwisata. Ia dipandang sebagai penjaga warisan spiritual dan penggerak kebangkitan budaya Nusantara melalui pendekatan yang unik, memadukan kopi, perjalanan budaya, sejarah kerajaan, hingga narasi besar tentang pusat peradaban dunia.

Penggunaan gelar seperti Presiden Repoeblik Ngopi dan Duta Wisata Internasional menunjukkan pendekatan budaya populer yang membumi namun sarat simbol spiritual.

Di tengah beragam pandangan publik terhadap gagasan besar tersebut, narasi Induk Peradaban Dunia tetap menjadi magnet budaya yang menarik perhatian banyak kalangan, terutama mereka yang percaya bahwa kejayaan Nusantara dapat dibangkitkan kembali melalui jalur kebudayaan, spiritualitas, dan sejarah leluhur.

Diarsipkan di Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik Kawasan Gunung Arjuno Induk Peradaban Dunia.

Gunung Arjuno
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi - Budayantara TV
Budaya News

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi

28 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Menjelang peringatan lima abad Jakarta pada 22 Juni 2027, geliat menyambut momentum bersejarah itu mulai…

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar? - Budayantara TV
Artikel

Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?

27 September 20263 menit baca

Saat Budaya dan Framing Media Menjadi Ruang Analisis Kasus Macklemore dan Ed Sheeran Oleh : Syamsul Arifin (Masdjo)…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber