Home / News / Sanggar Pelakon Angkat Isu Kesetaraan Gender Lewat Teater “Nabila” di GKJ

Sanggar Pelakon Angkat Isu Kesetaraan Gender Lewat Teater “Nabila” di GKJ

Jakarta — Budayantara.tvSanggar Pelakon di bawah pimpinan Mutiara Sani kembali menghadirkan karya teater bermakna melalui pementasan drama Nabila, yang berlangsung di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) pada 19–20 Desember 2025 . Pementasan ini menjadi pesan salam teater yang kuat tentang kesetaraan gender dalam rumah tangga,ditinjau dari sudut pandang pemikiran sastrawan dan budayawan besar Asrul Sani.

Disutradarai oleh Jose Rizal Manua, naskah Nabila dinilai sangat aktual dan relevan dengan realitas sosial saat ini. Cerita yang dibangun menyoroti persoalan-persoalan gender yang hingga kini masih kerap terjadi di tengah masyarakat, terutama dalam relasi domestik.

“Naskah Nabila ini sangat aktual, karena persoalan yang diangkat masih kita jumpai sampai hari ini. Pergulatan tentang gender digambarkan dengan sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari,” ujar Jose Rizal Manua dalam keterangannya.

Untuk mempersiapkan pementasan ini, para pemain dan tim produksi menjalani proses latihan selama kurang lebih lima bulan secara intensif dan reguler. Proses tersebut dijalani di tengah kesibukan masing-masing personel yang memiliki aktivitas di luar dunia teater.

“Pada hakikatnya, orang teater tidak bisa hidup hanya sebagai aktor. Teman-teman pemain punya kegiatan lain, tapi kami mencuri waktu di sela-sela kesibukan itu untuk berlatih dengan penuh komitmen. Yang menggembirakan, semangat dan dedikasi mereka luar biasa,” lanjut Jose Rizal.

Ia berharap pementasan Nabila tidak berhenti di Jakarta saja. Jika diberi kesempatan, lakon ini ingin dipentaskan di berbagai kota lain agar pendalaman karakter dan pergulatan batin para tokoh semakin kuat dan matang, sesuai dengan visi artistik yang diharapkan.

Pementasan ini juga menjadi bukti bahwa kerja teater adalah kerja kolektif,Selain para pemain, keberhasilan pertunjukan didukung oleh kolaborasi lintas unsur artistik, mulai dari tata musik, pencahayaan, kostum, hingga tata visual.

“Kami berkolaborasi dengan para mitra yang luar biasa, seperti Samuel Wattimena, Hendra, serta Doni Irawan yang telah hampir 25–30 tahun bekerja bersama saya. Unsur audio visual bisa kami hadirkan secara maksimal,” ujar Jose Rizal seraya mengapresiasi kehadiran rekan-rekan media.

Adapun para pemain yang terlibat dalam pementasan Nabila antara lain Ati Cancer, Hendrayan Duryan, Varissa Camelia, Ayez Kassar, Ayu Basir Nurdin, Mulela Gayo, dan Uma Larasati Putrisyam.

Pementasan ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia,Dinas Kebudayaan DKI Jakarta,Dana Indonesiana serta dukungan dari PLN dan Telkomsel,sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan seni pertunjukan dan wacana kebudayaan di Indonesia.

Melalui Nabila, Sanggar Pelakon tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga tuntunan mengajak penonton untuk kembali merefleksikan nilai keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan dalam kehidupan rumah tangga dan sosial.(DJo)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *