Lewati ke konten
30 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
‎FMM Kemenbud‎”Ketika Negara Mulai Belajar Mendengar Kebudayaan”Kementerian Kebudayaan Terima IKB Jabodetabek dan BMDN, Budayantara Fest 2026 Didorong Jadi Ruang Kolaborasi BudayaAgung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Galau tentang Cinta, Batas, dan Keberanian untuk PergiNobar Indonesia vs Malaysia, Bebek Habibeat Hadirkan Suasana Kuliner dan Kebersamaan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Refleksi Sosial Menjelang Hari Raya: Kebahagiaan dalam Kesederhanaan
Artikel

Refleksi Sosial Menjelang Hari Raya: Kebahagiaan dalam Kesederhanaan

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama16 Maret 20262 menit baca📍 Jakarta
Refleksi Sosial Menjelang Hari Raya: Kebahagiaan dalam Kesederhanaan - Budayantara TV

Oleh : Masdjo Arifin (Founder Budayantara Network)

Jakarta – Budayantara.tv Menjelang hari raya, suasana masyarakat biasanya dipenuhi dengan semangat persiapan. Rumah dibersihkan, hidangan disiapkan, pakaian baru dibeli, dan keluarga mulai merencanakan pertemuan yang telah lama dinanti. Namun di tengah kegembiraan itu, ada satu hal yang sering terlupakan: makna sejati dari hari raya itu sendiri.

Hari raya sejatinya bukan sekadar perayaan seremonial yang dipenuhi kemewahan. Ia adalah momentum spiritual dan sosial yang mengajak setiap orang untuk kembali pada nilai-nilai dasar kehidupan bersyukur, saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan. Karena itu, kebahagiaan pada hari raya tidak diukur dari seberapa mewah perayaannya, melainkan dari ketulusan hati dan hangatnya kebersamaan yang terjalin di antara sesama.

Sayangnya, dalam perkembangan zaman, hari raya kadang bergeser menjadi ajang menunjukkan status sosial dan kemampuan ekonomi. Pakaian yang paling mahal, hidangan yang paling melimpah, hingga dekorasi rumah yang paling mencolok sering kali tanpa disadari menjadi ukuran kebanggaan. Padahal, ketika hari raya dijadikan ajang adu gaya ekonomi, ada sebagian orang yang justru merasa tertekan, minder, bahkan kehilangan makna kebahagiaan yang seharusnya dirasakan bersama.

Refleksi sosial ini penting untuk mengingatkan kita bahwa tidak semua orang memiliki kondisi ekonomi yang sama. Di sekitar kita ada mereka yang mungkin merayakan hari raya dengan sangat sederhana, namun penuh kehangatan. Kesederhanaan bukanlah kekurangan, melainkan ruang bagi tumbuhnya empati dan rasa syukur yang lebih mendalam.

Menjaga makna asli hari raya berarti mengembalikan fokus pada nilai-nilai kemanusiaan. Hari raya adalah kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang renggang, membuka pintu maaf, serta menguatkan tali persaudaraan yang mungkin sempat terabaikan oleh kesibukan sehari-hari.

Lebih dari itu, hari raya seharusnya menjadi waktu terbaik untuk berbagi. Berbagi tidak selalu berarti memberi sesuatu yang besar atau mahal. Senyuman tulus, kunjungan sederhana, atau perhatian kecil kepada tetangga dan kerabat sering kali jauh lebih bermakna daripada kemewahan yang hanya terlihat sesaat.

Ketika masyarakat mampu merayakan hari raya dengan kesadaran seperti ini, suasana kebersamaan akan terasa lebih hangat dan inklusif. Tidak ada perasaan dibanding-bandingkan, tidak ada tekanan sosial, yang ada hanyalah kebahagiaan yang tumbuh dari rasa saling menghargai dan peduli.

Pada akhirnya, hari raya adalah tentang hati. Ia mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sejati lahir dari kesederhanaan, ketulusan, dan kebersamaan. Jika nilai-nilai ini tetap dijaga, maka hari raya tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momen yang terus menumbuhkan kemanusiaan di tengah kehidupan masyarakat.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Hari raya idul Fitri 1447 H
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

‎FMM Kemenbud‎”Ketika Negara Mulai Belajar Mendengar Kebudayaan” - Budayantara TV
Artikel

‎FMM Kemenbud‎”Ketika Negara Mulai Belajar Mendengar Kebudayaan”

29 September 20266 menit baca

Oleh : PATFI (Perkumpulan Tenaga Ahli Televisi dan Film Indonesia) ‎Ada satu perubahan penting dalam cara negara memandang…

Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar? - Budayantara TV
Artikel

Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?

27 September 20263 menit baca

Saat Budaya dan Framing Media Menjadi Ruang Analisis Kasus Macklemore dan Ed Sheeran Oleh : Syamsul Arifin (Masdjo)…

PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan - Budayantara TV
Artikel

PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan

27 September 20263 menit baca

​Oleh: M.Guntur Alting Dewan Pembina DPW SWI DKI Jakarta Jakarta – Budayantara.tv SAAT mendengar berita sel mewah di…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber