Oleh: Randhi Haryaningtyastomo
(Owner Sanggar Seni Panginyongan Banyumas)
Budaya lokal sebagai identitas kuat dalam kemajuan kebudayaan nasional
Purwokerto – Budayantara.tv Akhir tahun selalu menjadi ruang jeda untuk merenung bukan hanya tentang apa yang telah kita capai, tetapi juga tentang siapa kita dan ke mana arah langkah kebudayaan akan kita bawa. Bagi masyarakat Banyumas, refleksi ini memiliki makna yang lebih dalam, karena budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan jati diri yang hidup dan terus bergerak bersama zaman.
Budaya Banyumasan, dengan rohnya yang lugas, egaliter, dan jujur, adalah kekuatan yang sering kali luput dari sorotan besar. Namun justru di situlah keistimewaannya. Bahasa ngapak yang apa adanya, seni pertunjukan rakyat, tradisi lisan, hingga nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari adalah cermin karakter masyarakat Banyumas yang merdeka dalam berpikir dan bersikap.
Di tengah arus globalisasi dan budaya populer yang begitu deras, tantangan terbesar kita adalah menjaga agar budaya lokal tidak sekadar menjadi simbol seremonial, tetapi tetap relevan dan bermakna bagi generasi muda. Budaya tidak cukup hanya dilestarikan; ia harus dihidupkan, dirawat, dan diberi ruang untuk beradaptasi tanpa kehilangan akarnya.

Sanggar, komunitas seni, dan para pelaku budaya di Banyumas memegang peran penting sebagai penjaga sekaligus penggerak. Melalui latihan, pementasan, pendidikan budaya, dan dialog lintas generasi, kita menanamkan kesadaran bahwa menjadi Banyumasan bukanlah sesuatu yang kuno, melainkan sebuah kebanggaan. Dari panggung kecil di desa hingga ruang-ruang publik yang lebih luas, budaya Banyumas harus berani tampil dengan jati dirinya sendiri.
Refleksi akhir tahun 2025 ini juga mengajak kita untuk memperkuat kolaborasi antara seniman, pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Kebudayaan tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan kebijakan, ruang ekspresi, dan keberpihakan pada budaya lokal akan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan kebudayaan nasional yang berakar pada keberagaman daerah.
Budaya lokal adalah denyut nadi kebudayaan nasional. Ketika Banyumas kuat dengan identitas budayanya, Indonesia pun semakin kaya dan berdaulat secara kultural. Mari jadikan tahun yang akan datang sebagai momentum untuk terus nguri-uri budaya Banyumas dengan kesadaran, keberanian, dan cinta yang tulus pada jati diri kita sendiri.
Banyumas ora ilang, amarga budayane terus urip.




