Lewati ke konten
13 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat KemerdekaanMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung SejarahSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Raam Punjabi: Raja Sinetron yang Tak Pernah Pensiun dari Dunia Film
Video

Raam Punjabi: Raja Sinetron yang Tak Pernah Pensiun dari Dunia Film

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama3 Agustus 20253 menit baca
Raam Punjabi: Raja Sinetron yang Tak Pernah Pensiun dari Dunia Film - Budayantara TV

Jakarta,- Budayantara.tv Di usianya yang telah menginjak 81 tahun, Raam Punjabi masih tampak gagah dan bersemangat seperti sosok kreatif muda yang pertama kali menjejakkan kaki di dunia perfilman Indonesia puluhan tahun lalu. Meski rambutnya telah memutih dan usianya tak lagi muda, ia masih rajin menonton film di bioskop, bahkan menghadiri festival-festival film mancanegara, menunjukkan cintanya yang abadi pada dunia hiburan.

Jejak Emas Sejak Era 70-an

Nama Raam Punjabi bukan sekadar tercatat dalam sejarah perfilman Indonesia—ia adalah salah satu pengukir sejarah itu sendiri. Sejak 1970-an, ia telah menciptakan karya-karya yang mengguncang pasar film nasional. Salah satunya adalah film “Pandangan Pertama” (1978) yang dibintangi penyanyi dangdut A. Rafiq, dan menjadi hit besar di masanya. Film itu menjadi simbol awal kepiawaian Raam dalam membaca selera pasar.

Dengan nama lengkap Raam Jethmal Punjabi, ia tak hanya menjadi produser, tapi juga menjadi pionir dalam industri hiburan nasional. Pada 6 Desember 1990, ia mendirikan PT Tripar Multivision Plus Tbk, atau lebih dikenal sebagai Multivision Plus, rumah produksi yang kemudian melahirkan gelombang sinetron Indonesia.

Raja Sinetron yang Mengubah Wajah Televisi

Julukan “Raja Sinetron” bukan tanpa alasan. Di bawah bendera Multivision Plus, Raam telah memproduksi lebih dari 485 judul sinetron dari tahun 1992 hingga awal 2000-an. Serial-serial seperti Bella Vista menjadi tontonan wajib masyarakat Indonesia, mengisi jam tayang utama di televisi dan perlahan menggantikan dominasi serial Hollywood yang sebelumnya merajai layar kaca, bahkan di TVRI.

Meski menuai kritik karena dianggap menyajikan sinetron “ringan”, Raam tidak gentar. Ia tahu betul bahwa hiburan dibutuhkan masyarakat. Ia memahami bahwa tidak semua harus idealis—kadang yang dibutuhkan adalah sesuatu yang dekat, mudah dipahami, dan menyenangkan. Dan ia berhasil menjadikan sinetron sebagai budaya pop nasional.

Meluaskan Cakrawala Lewat Bioskop

Tidak hanya di layar kaca, Raam juga menjejakkan kaki di bisnis jaringan bioskop melalui Platinum Cineplex. Ia memilih strategi berbeda: bukan bersaing di kota-kota besar dengan pemain lama, melainkan menyasar daerah-daerah yang belum terjangkau bioskop modern. Ia ingin membawa pengalaman menonton film yang berkualitas ke lebih banyak masyarakat, menjadikan film Indonesia benar-benar milik bersama, dari kota hingga pelosok.

Film Indonesia dan Masa Depan Cerah

Raam menyaksikan sendiri bagaimana film Indonesia telah berkembang pesat. Jika pada era 70-80-an film lokal dianggap sebelah mata, kini Indonesia punya banyak sutradara berbakat dengan karya yang mampu bersaing di festival internasional. Perubahan ini membuktikan bahwa fondasi yang pernah ia bantu bangun kini telah tumbuh menjadi pohon besar yang menaungi banyak generasi.

Warisan yang Tak Tergantikan

Mungkin tak banyak orang yang bisa menyamai kontribusi Raam Punjabi dalam dunia hiburan Indonesia. Ia bukan hanya produser sukses, tapi juga tokoh kultural yang mempengaruhi selera, kebiasaan, bahkan pola pikir penonton selama beberapa dekade. Kini, di usianya yang ke-81, ia masih menjadi saksi dan pelaku aktif dalam perubahan zaman perfilman.

Raam Punjabi tidak pensiun. Ia hanya terus berjalan, terus berkarya, dan terus mencintai film seperti pertama kali ia jatuh cinta padanya puluhan tahun lalu.

Dan selama Raam masih menonton, berkarya, dan menginspirasi, dunia perfilman Indonesia tahu bahwa semangatnya masih menyala.(Masdjo)

Film Nasional Raam Punjabi Raja Sinetron
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

IMG?
Event Kebangsaan News Video

HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor

26 Juli 20261 menit baca

https://youtu.be/1aU6YL3Z6ns

Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35” - Budayantara TV
Podcast Video

Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”

26 Juli 20261 menit baca

https://youtu.be/tCY7flndGr8?si=kKyhmdhIhaZCg0gq

IMG?
Video

suara kaum betawi, pandangan advokat muda terhadap betawi part 2

26 Juli 20261 menit baca

Tonton video selengkapnya di: https://www.youtube.com/watch?v=nvaYzpqDXMw Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=nvaYzpqDXMw

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  2. Kehidupan Suku Papua Pegunungan di Lembah Baliem – PAPUA4 Agustus 2025
  3. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  4. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  5. Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih26 Juli 2026

Rekomendasi untuk Anda

Raam Punjabi: Raja Sinetron yang Tak Pernah Pensiun dari Dunia Film - Budayantara TVIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan
Raam Punjabi: Raja Sinetron yang Tak Pernah Pensiun dari Dunia Film - Budayantara TVMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Raam Punjabi: Raja Sinetron yang Tak Pernah Pensiun dari Dunia Film - Budayantara TVSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11
Raam Punjabi: Raja Sinetron yang Tak Pernah Pensiun dari Dunia Film - Budayantara TVWarga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Raam Punjabi: Raja Sinetron yang Tak Pernah Pensiun dari Dunia Film - Budayantara TVTokoh Pendidikan Merauke Soroti Keberlanjutan Pendidikan, Dorong Penguatan PKBM hingga Kepastian Guru Honorer

Lokasi

📍 Jakarta 251📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber