Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Menteri Kebudayaan Terima Audiensi Yayasan Lembaga Kajian Heritage Indonesia, Tekankan Film sebagai Medium Edukasi Sejarah
Budaya News

Menteri Kebudayaan Terima Audiensi Yayasan Lembaga Kajian Heritage Indonesia, Tekankan Film sebagai Medium Edukasi Sejarah

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama19 September 20253 menit baca
Menteri Kebudayaan Terima Audiensi Yayasan Lembaga Kajian Heritage Indonesia, Tekankan Film sebagai Medium Edukasi Sejarah - Budayantara TV

Jakarta, – Budayantara.tv.Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menerima audiensi dari Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Bondan Kanumoyoso dan Ketua Yayasan Lembaga Kajian Heritage Indonesia (YLKHI), Teddy Ichsan Arifin di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan ini menyoroti perhatian kedua belah pihak dalam upaya pelestarian sejarah proklamasi bangsa melalui instrumen film.

Berangkat dari pentingnya pemahaman dan apresiasi generasi muda terkait sejarah, mendorong Yayasan Lembaga Kajian Heritage Indonesia (YLKHI) untuk menghidupkan semangat proklamasi melalui film pendek. Dikemas ke dalam Lomba Naskah Film Rumah Proklamasi, daya tarik visual film dianggap lebih menarik bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan sejarah secara lebih emosional dan mendalam.

“Kami ingin mendorong anak muda dalam menuangkan idenya. Kita wadahi, kita berikan fasilitas, dan kita berikan pelatihan agar gagasan gagasan-gagasan tersebut memiliki wadahnya,” jelas Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Bondan Kanumoyoso, mengawali diskusi.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, sampaikan pentingnya kajian sejarah proklamasi yang harus digali kembali. Terdapat catatan sejarah dari berbagai sisi tokoh kebangsaan seperti Soekarno dan Hatta yang masih dapat dieksplorasi lebih dalam melalui skenario yang lebih inovatif. “Banyak cerita yang bisa diangkat seputar sejarah proklamasi bangsa, misalnya tokoh pahlawan, kerajaan, peristiwa sejarah,” tutur Menbud Fadli Zon.

Menbud juga menuturkan pentingnya membentuk sumber daya manusia yang mahir dalam penulisan skenario. “Harus ada mata kuliah penulisan skenario, pasti peminatnya banyak,” sambut Menbud antusias.

Melalui Lomba Naskah Film Rumah Proklamasi yang diinisiasi oleh YLKHI, Teddy Ichsan Arifin memetakan setidaknya ada empat tujuan utama. Pertama, mengembangkan bakat penulisan skenario; meningkatkan kualitas skenario bertema sejarah; melibatkan masyarakat dalam pelestarian sejarah; dan mendorong kolaborasi antarpenulis skenario, pelatih ahli, hingga komunitas perfilman.

Masih dilandasi oleh spirit yang sama, Menbud Fadli Zon bagikan pengalamannya saat menghadiri diskusi bertajuk Ngobrol Film sebelum memulai audiensi. Dalam momentum yang menghadirkan sejumlah sineas perfilman ternama tanah air tersebut, Menbud Fadli Zon menekankan film sebagai bagian penting dalam ekspresi budaya Indonesia. “Saya baru saja menghadiri NGOFI (Ngobrol Film), kita akan membuat lomba penulisan skenario film panjang dan membuka ruang juga agar profesional bisa ikut,” jelasnya.

Menanggapi Lomba Naskah Film Rumah Proklamasi yang diinisiasi oleh YLKHI, Menbud Fadli Zon dorong pelibatan Dana Indonesia dalam merealisasikan giat tersebut. “Kita memiliki Dana Indonesiana, pastikan sudah terdaftar ke dalam program tersebut untuk dapat ditindaklanjuti.”

Mengusung tema pemajuan kebudayaan yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan, Kementerian Kebudayaan melalui program Dana Indonesiana ingin mewujudkan ekosistem budaya yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan berbagai kategori penerima manfaat, penyediaan Dana Indonesiana berupaya mendukung upaya tersebut.

Menutup diskusi, Menbud Fadli Zon juga menyinggung sejarah yang tidak dapat dilepaskan dari peran para edukator museum. Mereka hadir sebagai jembatan penting yang menghubungkan pengetahuan masa lampau dengan generasi masa kini, sehingga nilai-nilai sejarah dapat dipahami, dihayati, dan diwariskan secara berkelanjutan. Menurutnya, diperlukan edukator museum yang fasih berbahasa asing dan tidak hanya memahami runtutan sejarah tetapi mampu mengembangkannya menjadi sebuah cerita.

Turut mendampingi Menbud Fadli Zon dalam audiensi ini yakni Staf Ahli Menteri bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; Staf Khusus Menteri bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono; Direktur Sejarah dan Permuseuman, Agus Mulyana; dan sejumlah anggota Yayasan Lembaga Kajian Heritage Indonesia.

Melalui kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan akademisi diharapkan upaya pelestarian sejarah bangsa dapat terus hidup di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Film menjadi medium strategis yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat jati diri bangsa, menumbuhkan apresiasi terhadap nilai-nilai sejarah, serta membuka ruang kreasi yang lebih luas bagi insan kreatif Indonesia. Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana juga berkomitmen untuk terus mendorong giat kreatif seni dan budaya untuk pemajuan kebudayaan yang berkelanjutan.**

Fadli Zon Kementerian kebudayaan
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber