Lewati ke konten
13 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk PalestinaIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat KemerdekaanMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Menguak Jejak Kiai Tapa: Sang Revolusioner dari Gunung Munara dalam Silaturahmi Budaya di Tangerang
Budaya News

Menguak Jejak Kiai Tapa: Sang Revolusioner dari Gunung Munara dalam Silaturahmi Budaya di Tangerang

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama10 September 20254 menit baca
Menguak Jejak Kiai Tapa: Sang Revolusioner dari Gunung Munara dalam Silaturahmi Budaya di Tangerang - Budayantara TV

Tangerang,— Budayantara.Di sebuah sore yang hangat di wilayah Pinang, Tangerang,Rabu (10/9/2025). jagung rebus, singkong, dan segelas bir pletok menjadi saksi perbincangan yang mengalir penuh makna. Di tengah kudapan khas Betawi itu, komunitas pegiat sejarah dan budaya berkumpul dalam sebuah silaturahmi sederhana namun sarat nilai. Kami dari Budayantara merasa ini adalah momen emas ketika jejak sejarah dan warisan budaya disatukan oleh cerita, kenangan, dan cita-cita luhur.

Pertemuan ini mempertemukan kami dengan sosok istimewa Enni Suryani Djiran, keturunan langsung dari Kiai Tapa, seorang tokoh penting dalam sejarah perjuangan Banten. Hadir pula Kang Bayu, budayawan Tangerang; Japra, pegiat budaya Betawi; serta Abdul Azziz, pelaku seni budaya yang dikenal aktif dalam pelestarian kesenian Betawi. Bersama Satria komunitas Pegiat Sejarah Ciledug, pertemuan ini menjadi ruang reflektif akan pentingnya mengenang dan merawat warisan perjuangan para leluhur.

Kiai Tapa: Dari Petapa Hingga Penggerak Revolusi

Di tengah perbincangan, nama Kiai Tapa mencuat menjadi pusat perhatian. Enni Suryani berbagi bahwa kini ia tengah mengusulkan nama leluhurnya itu untuk diangkat sebagai Pahlawan Nasional — langkah yang dinilai sangat layak, mengingat jasa dan pengaruh besar Kiai Tapa dalam sejarah perlawanan terhadap VOC di Banten dan sekitarnya.

Namun, siapa sebenarnya Kiai Tapa?

Menurut sejumlah sumber sejarah, termasuk catatan dari sejarawan Jepang A. Ota (2008), Kiai Tapa adalah tokoh kompleks dengan latar yang tidak sepenuhnya tunggal. Sebagian menyebutnya sebagai seorang sufi dan mursyid tarekat yang menjalani tapa (bertapa) di Gunung Munara, wilayah Rumpin, Bogor. Sebagian lain, berdasarkan data lapangan dan laporan VOC, mengungkap bahwa sosok ini bukan sekadar petapa, melainkan tokoh revolusioner politik yang menyamar demi keselamatan dan pergerakan strategis.

Nama asli Kiai Tapa diyakini adalah Anus Ahat, seorang pemimpin pemberontakan yang berafiliasi dengan Pangeran Arif Gusti pada 1746. Setelah pemberontakan gagal dan dikejar pasukan VOC, ia melarikan diri ke Gunung Munara dan mengukuhkan diri sebagai tokoh spiritual yang kharismatik.

Namun di balik jubah pertapaannya, Kiai Tapa merancang sebuah revolusi.

Benturan Ideologi dan Perlawanan terhadap Penjajah

Salah satu fakta menarik yang diungkap dalam diskusi adalah bahwa Kiai Tapa memiliki pengaruh besar hingga ke lingkungan istana dan rakyat bawah. Dalam sebuah surat yang ia kirim kepada Sultan Banten dan Gubernur Jenderal Belanda di Batavia, Kiai Tapa secara tegas menuntut pengusiran VOC dari tanah Banten. Ia menyatakan bahwa tanah Batavia (Jakarta) merupakan warisan leluhur, bukan milik penjajah Eropa. Lebih jauh lagi, ia menegaskan bahwa umat Islam telah diperbudak oleh sistem kolonial Belanda.

Target utama pergerakan Kiai Tapa adalah pembebasan Batavia dan Banten dari cengkeraman VOC serta pengembalian hak-hak atas tanah dan kepemimpinan kepada pewaris sejati Nusantara. Sikap ini menunjukkan bahwa Kiai Tapa bukan sekadar tokoh spiritual, tetapi juga seorang nasionalis visioner jauh sebelum istilah itu dikenal.

Kharisma dan Militansi yang Menakutkan VOC

Kisah-kisah yang diceritakan Kang Bayu dan Japra menegaskan bahwa militansi pengikut Kiai Tapa sangatlah luar biasa. Seorang tentara VOC, Jan Frans du Chardien, melaporkan bahwa pasukan Kiai Tapa yang kebanyakan orang Sunda, memiliki semangat perang dan loyalitas yang tinggi. Mereka lebih memilih mati di medan tempur daripada menyerah kepada penjajah. Komandan VOC di Banten bahkan mencatat betapa terkejutnya mereka dengan kegigihan perlawanan ini.

Salah satu catatan menyebut bahwa Kiai Tapa tinggal di semacam istana sederhana, ditemani puluhan pelayan wanita dan dijaga ketat oleh para pengawal. Tidak sembarang orang bisa mendekat. Ia menjadi semacam “mesias lokal” pemimpin spiritual dan politik dalam satu sosok.

Warisan yang harus Diakui Secara Nasional

Saat ini, perjuangan Enni Suryani untuk mengangkat Kiai Tapa sebagai Pahlawan Nasional masih dalam proses. Ia mengumpulkan dokumen, testimoni, dan dukungan akademik agar sejarah Kiai Tapa bisa diangkat dari “pinggiran buku sejarah” menjadi narasi utama perjuangan bangsa.

“Kiai Tapa bukan hanya milik Banten, tapi milik bangsa Indonesia,” ujar Enni penuh semangat.

Kota Tangerang, Bukan Hanya Kota Satelit

Kang Bayu menambahkan dimensi yang menarik dalam diskusi sore itu. Menurutnya, Kota Tangerang bukan sekadar kota penyangga Jakarta. Kota ini menyimpan jejak sejarah panjang, dari jalur perdagangan, benteng pertahanan VOC, hingga basis-basis perlawanan rakyat lokal. Banyak situs sejarah di Tangerang yang belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah maupun masyarakat luas.

Japra menambahkan, “Kita harus menjaga cerita-cerita lokal ini. Jangan sampai hilang digilas zaman.”ujarnya.

Menjaga Nyala Api Sejarah

Pertemuan ini mungkin sederhana, namun maknanya sangat dalam. Ia menunjukkan betapa pentingnya ruang-ruang dialog antar generasi untuk menjaga api sejarah tetap menyala. Di tengah kemajuan zaman dan derasnya arus modernisasi, mengenang tokoh seperti Kiai Tapa adalah bagian dari upaya kita menghormati masa lalu agar kita tidak kehilangan arah di masa depan.

Silaturahmi budaya ini pun ditutup dengan harapan yang sama: agar sejarah tidak hanya menjadi catatan, tapi menjadi inspirasi.**

Kyai Tapa Sejarah Tangerang
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026 - Budayantara TV
Budaya News

IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026

13 Agustus 20263 menit baca

Jakarta, — Budayantara.id Upaya memperkuat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi terus mendapat ruang melalui kolaborasi antara masyarakat, organisasi…

Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina - Budayantara TV
Budaya News

Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina

13 Agustus 20262 menit baca

Jakarta,– Budayantara.tv Semangat melestarikan budaya, memperkuat persaudaraan, sekaligus menumbuhkan kepedulian kemanusiaan akan mewarnai Budayantara Fest 2026, rangkaian perayaan…

Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan - Budayantara TV
Event Musik News

Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan

13 Agustus 20262 menit baca

Bogor, – Budayantanra.tv Semangat kemerdekaan bergema melalui alunan musik dan paduan suara generasi muda Indonesia dalam Konser Kemerdekaan…

1 tanggapan

  1. Agus wirawan 10 September 2025 · 22:05

    Alhamdulillah…semoga berjalan dgn lancar ..sosok kiai Tapa banyak orang yg tidak faham siapa sebenarnya kiai Tapa ?..dan apa perjuangan nya…

    TautanReply

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  2. Kehidupan Suku Papua Pegunungan di Lembah Baliem – PAPUA4 Agustus 2025
  3. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  4. Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina13 Agustus 2026
  5. Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan13 Agustus 2026

Rekomendasi untuk Anda

Menguak Jejak Kiai Tapa: Sang Revolusioner dari Gunung Munara dalam Silaturahmi Budaya di Tangerang - Budayantara TVIKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026
Menguak Jejak Kiai Tapa: Sang Revolusioner dari Gunung Munara dalam Silaturahmi Budaya di Tangerang - Budayantara TVRenee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina
Menguak Jejak Kiai Tapa: Sang Revolusioner dari Gunung Munara dalam Silaturahmi Budaya di Tangerang - Budayantara TVIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan
Menguak Jejak Kiai Tapa: Sang Revolusioner dari Gunung Munara dalam Silaturahmi Budaya di Tangerang - Budayantara TVMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Menguak Jejak Kiai Tapa: Sang Revolusioner dari Gunung Munara dalam Silaturahmi Budaya di Tangerang - Budayantara TVSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11

Lokasi

📍 Jakarta 251📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber