Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Kembang Api dan Tahun Baru 2026 : Tradisi Penuh Makna yang Kini Dimaknai Ulang
News

Kembang Api dan Tahun Baru 2026 : Tradisi Penuh Makna yang Kini Dimaknai Ulang

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama29 Desember 20252 menit baca
Kembang Api dan Tahun Baru 2026 : Tradisi Penuh Makna yang Kini Dimaknai Ulang - Budayantara TV

Oleh : Masdjo Arifin ( Founder Budayantara )

Jakarta,- Budayantara.tv Kembang api telah lama menjadi simbol yang nyaris tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru. Dentuman keras yang menggema di langit malam, disertai kilauan cahaya warna-warni, seolah menandai berakhirnya satu bab dan dimulainya harapan baru. Namun, di balik kemeriahan tersebut, kembang api menyimpan sejarah panjang dan makna yang lebih dalam dari sekadar hiburan.

Sejarah kembang api dapat ditelusuri hingga ribuan tahun lalu di Tiongkok kuno. Awalnya, kembang api diciptakan bukan untuk perayaan, melainkan sebagai sarana ritual. Bubuk mesiu bahan utama kembang api ditemukan secara tidak sengaja oleh para alkemis yang tengah mencari ramuan keabadian. Dari penemuan inilah lahir keyakinan bahwa ledakan cahaya dan suara keras mampu mengusir roh jahat serta membawa keberuntungan.

Seiring berjalannya waktu, kembang api mulai digunakan dalam berbagai perayaan penting, seperti festival musim semi, upacara keagamaan, hingga pernikahan. Tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah di Asia, Eropa, dan akhirnya dikenal luas di seluruh dunia sebagai simbol perayaan, termasuk dalam menyambut pergantian tahun.

Makna simbolis kembang api pun tetap melekat hingga kini. Cahaya terang dipercaya melambangkan harapan, sementara dentuman keras diyakini mampu menghalau energi negatif yang mungkin menyertai pergantian waktu. Dari keyakinan inilah muncul harapan bahwa tahun baru dapat dijalani dengan rasa aman, optimisme, dan keberuntungan.

Namun, memasuki pergantian Tahun Baru 2026, makna perayaan tersebut dimaknai secara berbeda. Pemerintah memutuskan untuk menyambut tahun baru tanpa pesta kembang api sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di sejumlah daerah, khususnya di wilayah Sumatera, yang tengah terdampak bencana alam. Kondisi kebatinan nasional pascabencana menuntut sikap solidaritas dan kepedulian bersama, sekaligus menjadi refleksi agar perayaan tidak dilakukan secara berlebihan di ruang publik.

Tanpa kembang api, bukan berarti suasana Tahun Baru kehilangan maknanya. Justru, perayaan dapat dihadirkan dengan cara yang lebih sederhana namun sarat nilai melalui doa bersama, kebersamaan keluarga, aksi solidaritas, atau refleksi diri atas perjalanan yang telah dilalui. Dalam kesederhanaan tersebut, esensi Tahun Baru sebagai momentum harapan dan kepedulian sosial justru terasa lebih kuat.

Pada akhirnya, Tahun Baru bukan tentang seberapa meriah langit dihiasi cahaya, melainkan tentang bagaimana manusia menyalakan harapan di tengah tantangan, serta berbagi empati demi masa depan yang lebih baik bersama.

Kembang api Tahun Baru 2026
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber