Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Jejer Handarbeni dan Rasa Tanggung Jawab Putra-Putri Peradaban Tengger Bromo
Artikel Budaya

Jejer Handarbeni dan Rasa Tanggung Jawab Putra-Putri Peradaban Tengger Bromo

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama6 April 20265 menit baca📍 Jawa Timur
Jejer Handarbeni dan Rasa Tanggung Jawab Putra-Putri Peradaban Tengger Bromo - Budayantara TV

Ngadirejo,Jawa Timur – Budayantara.tv Di tengah derasnya arus global yang diliputi krisis iklim, konsep Ekonomi Hijau tidak lagi sekadar menjadi tren kebijakan, melainkan sebuah panggilan mendalam untuk kembali pada harmoni dan keselarasan hidup. Bagi masyarakat lereng Gunung Bromo dalam kawasan Tengger, nilai-nilai tersebut bukanlah hal baru. Ia telah lama hidup, mengalir dalam darah tradisi, dan tertanam dalam kesadaran kolektif masyarakatnya.

Momentum Sarasehan Ekonomi Hijau dan Inisiasi Dana Abadi Pendidikan menjadi titik temu antara visi masa depan dan akar kearifan lokal. Di sinilah konsep Handarbeni menemukan relevansinya sebuah rasa memiliki yang bukan hanya simbolik, tetapi juga mengandung tanggung jawab yang mendalam.

Menanam Akar di Bumi Airlangga

Melangkah menuju Universitas Airlangga bukan sekadar perjalanan akademik untuk meraih gelar. Bagi seorang putri daerah Tengger Bromo, langkah ini adalah manifestasi kesadaran diri, tekad yang menyala, serta panggilan jiwa untuk bertumbuh dan kembali memberi.

Pendidikan tinggi menjadi ruang untuk mempertemukan dua dunia: kearifan leluhur dan ilmu pengetahuan modern. Ia bukan jalan untuk meninggalkan akar, melainkan untuk memperkuatnya.

Strategi Excellence with Morality

Menjadi bagian dari civitas akademika adalah strategi untuk menjemput ilmu sekaligus menjaga nilai. Pendidikan modern diposisikan sebagai benteng bagi kearifan lokal, bukan pengganti. Dari sinilah lahir jembatan antara tradisi Tengger dengan instrumen kebijakan Ekonomi Hijau serta gagasan Dana Abadi Pendidikan.

Pendidikan sebagai Investasi Hijau

Pendidikan adalah investasi paling murni—tidak habis oleh waktu, tidak rusak oleh perubahan. Ia adalah fondasi untuk menjaga ekosistem, etnosistem, dan martabat manusia. Dalam konteks Tengger, pendidikan bukan hanya tentang individu, tetapi tentang keberlangsungan peradaban.Tri-Manifestasi Handarbeni

Dalam kehidupan masyarakat Tengger, Handarbeni tidak berdiri sendiri. Ia berjalan berdampingan dengan Hangrungkebi rasa tanggung jawab untuk menjaga dan membela.Mulat Sarira Hangrasa Wani: keberanian untuk introspeksi diri

Nilai-nilai ini membentuk tanggung jawab yang utuh, meliputi Bakti pada Orang Tua dan Leluhur
Perjalanan pendidikan adalah bentuk penghormatan. Restu orang tua dan leluhur menjadi sumber kekuatan dalam setiap langkah.Pengabdian pada Desa
Ilmu harus kembali ke akar. Pendidikan menjadi alat untuk membangun desa, menjaga air tetap mengalir, dan tanah tetap subur.Harmoni dengan Alam
Alam Tengger bukan sekadar objek wisata, tetapi subjek yang hidup dan harus dijaga. Ekonomi Hijau memastikan kesejahteraan tidak mengorbankan kelestarian. dan Amanah Mental Spiritual
Seluruh perjalanan ini bermuara pada nilai spiritual

Akal dan Pikiran: merancang masa depan yang cerdas dan adaptif

Kompas Batin menjaga empati dan kemanusiaan.Jiwa dan Sukmanik: kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki pertanggungjawaban ilahiah.Jejer Handarbeni: Menjadi Penjaga dan Pelanjut.Pendidikan memang senjata untuk mengubah dunia, tetapi karakter handarbeni adalah kompas yang memastikan arah perubahan tetap benar.

Melalui Dana Abadi Pendidikan, peluang bagi putra-putri Tengger untuk bersaing di tingkat nasional dan global semakin terbuka. Namun, sejauh apa pun langkah melangkah, mereka akan selalu tahu ke mana harus kembali.

Jejer Handarbeni mengajarkan bahwa generasi Tengger bukan hanya harus cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara mental dan spiritual. Mereka adalah penjaga gerbang peradaban, pembawa estafet kearifan lokal, dan pionir Ekonomi Hijau masa depan.

Di sanalah harapan itu tumbuh dari langkah kecil, dari tekad yang besar, dari doa yang tidak pernah putus.

Sabtu (4/4/2026).
Penulis: Miftahuz Zainiah (Nia, 19 Tahun)
Editor: Guntur Bisowarno, Praktisi Pencerahan Timur Raya Prabascience Prasascience

Ngadirejo,Jawa Timur – Budayantara.tv Di tengah derasnya arus global yang diliputi krisis iklim, konsep Ekonomi Hijau tidak lagi sekadar menjadi tren kebijakan, melainkan sebuah panggilan mendalam untuk kembali pada harmoni dan keselarasan hidup. Bagi masyarakat lereng Gunung Bromo dalam kawasan Tengger, nilai-nilai tersebut bukanlah hal baru. Ia telah lama hidup, mengalir dalam darah tradisi, dan tertanam dalam kesadaran kolektif masyarakatnya.

Momentum Sarasehan Ekonomi Hijau dan Inisiasi Dana Abadi Pendidikan menjadi titik temu antara visi masa depan dan akar kearifan lokal. Di sinilah konsep Handarbeni menemukan relevansinya sebuah rasa memiliki yang bukan hanya simbolik, tetapi juga mengandung tanggung jawab yang mendalam.

Menanam Akar di Bumi Airlangga

Melangkah menuju Universitas Airlangga bukan sekadar perjalanan akademik untuk meraih gelar. Bagi seorang putri daerah Tengger Bromo, langkah ini adalah manifestasi kesadaran diri, tekad yang menyala, serta panggilan jiwa untuk bertumbuh dan kembali memberi.

Pendidikan tinggi menjadi ruang untuk mempertemukan dua dunia: kearifan leluhur dan ilmu pengetahuan modern. Ia bukan jalan untuk meninggalkan akar, melainkan untuk memperkuatnya.

Strategi Excellence with Morality

Menjadi bagian dari civitas akademika adalah strategi untuk menjemput ilmu sekaligus menjaga nilai. Pendidikan modern diposisikan sebagai benteng bagi kearifan lokal, bukan pengganti. Dari sinilah lahir jembatan antara tradisi Tengger dengan instrumen kebijakan Ekonomi Hijau serta gagasan Dana Abadi Pendidikan.

Pendidikan sebagai Investasi Hijau

Pendidikan adalah investasi paling murni—tidak habis oleh waktu, tidak rusak oleh perubahan. Ia adalah fondasi untuk menjaga ekosistem, etnosistem, dan martabat manusia. Dalam konteks Tengger, pendidikan bukan hanya tentang individu, tetapi tentang keberlangsungan peradaban.Tri-Manifestasi Handarbeni

Dalam kehidupan masyarakat Tengger, Handarbeni tidak berdiri sendiri. Ia berjalan berdampingan dengan Hangrungkebi rasa tanggung jawab untuk menjaga dan membela.Mulat Sarira Hangrasa Wani: keberanian untuk introspeksi diri

Nilai-nilai ini membentuk tanggung jawab yang utuh, meliputi Bakti pada Orang Tua dan Leluhur
Perjalanan pendidikan adalah bentuk penghormatan. Restu orang tua dan leluhur menjadi sumber kekuatan dalam setiap langkah.Pengabdian pada Desa
Ilmu harus kembali ke akar. Pendidikan menjadi alat untuk membangun desa, menjaga air tetap mengalir, dan tanah tetap subur.Harmoni dengan Alam
Alam Tengger bukan sekadar objek wisata, tetapi subjek yang hidup dan harus dijaga. Ekonomi Hijau memastikan kesejahteraan tidak mengorbankan kelestarian. dan Amanah Mental Spiritual
Seluruh perjalanan ini bermuara pada nilai spiritual

Akal dan Pikiran: merancang masa depan yang cerdas dan adaptif

Kompas Batin menjaga empati dan kemanusiaan.Jiwa dan Sukmanik: kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki pertanggungjawaban ilahiah.Jejer Handarbeni: Menjadi Penjaga dan Pelanjut.Pendidikan memang senjata untuk mengubah dunia, tetapi karakter handarbeni adalah kompas yang memastikan arah perubahan tetap benar.

Melalui Dana Abadi Pendidikan, peluang bagi putra-putri Tengger untuk bersaing di tingkat nasional dan global semakin terbuka. Namun, sejauh apa pun langkah melangkah, mereka akan selalu tahu ke mana harus kembali.

Jejer Handarbeni mengajarkan bahwa generasi Tengger bukan hanya harus cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara mental dan spiritual. Mereka adalah penjaga gerbang peradaban, pembawa estafet kearifan lokal, dan pionir Ekonomi Hijau masa depan.

Di sanalah harapan itu tumbuh dari langkah kecil, dari tekad yang besar, dari doa yang tidak pernah putus.

Sabtu (4/4/2026).
Penulis: Miftahuz Zainiah (Nia, 19 Tahun)
Editor: Guntur Bisowarno, Praktisi Pencerahan Timur Raya Prabascience Prasascience

Peradaban Tengger Bromo
📍 Jawa Timur
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan - Budayantara TV
Artikel

PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan

27 September 20263 menit baca

​Oleh: M.Guntur Alting Dewan Pembina DPW SWI DKI Jakarta Jakarta – Budayantara.tv SAAT mendengar berita sel mewah di…

In-Memoriam - Budayantara TV
Artikel

In-Memoriam

26 September 20262 menit baca

​GURUH DAN SWARA YANG TAK PERNAH PADAM ​Oleh: M. Guntur Alting/Dewan Pembina DPW SWI JAYA – DKI Jakarta…

Kampung Budaya Pencak Silat Beksi Petukangan Jadi Perhatian dalam Monitoring Destinasi Wisata DKI - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Budaya Pencak Silat Beksi Petukangan Jadi Perhatian dalam Monitoring Destinasi Wisata DKI

25 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Di tengah geliat pembangunan pariwisata Jakarta yang terus berkembang, warisan budaya lokal tetap menjadi bagian…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber