Home / News / Jejak Peradaban Ribuan Tahun di Lore Lindu, Menbud Fadli Zon: Ini Warisan Besar Nusantara

Jejak Peradaban Ribuan Tahun di Lore Lindu, Menbud Fadli Zon: Ini Warisan Besar Nusantara

Poso – Budayantara.tv Kawasan Megalitik Lore Lindu di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menyimpan jejak peradaban manusia yang usianya mencapai ribuan tahun. Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengungkapkan, tinggalan arkeologis di wilayah ini diperkirakan berusia lebih dari 4.000 tahun, bahkan di beberapa titik mencapai 8.000 tahun.

Hal tersebut disampaikan Fadli Zon saat meninjau langsung Situs Megalitik Lore Lindu, Senin (29/12). Dalam kunjungannya, ia menyambangi sejumlah titik utama, di antaranya Situs Megalitik Tadulako, Pokekea, dan Tambi kawasan yang merekam aktivitas pemukiman, penguburan, hingga praktik pemujaan masyarakat prasejarah.

“Kawasan megalitik di Sulawesi Tengah ini merupakan bagian penting dari sejarah panjang peradaban Nusantara. Temuan-temuan di Lore Lindu menunjukkan bahwa masyarakat pada masanya telah memiliki tingkat peradaban yang maju,” ujar Fadli Zon.

Salah satu fokus peninjauan adalah Situs Megalitik Pokekea yang telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional. Di hamparan padang ilalang tersebut, para arkeolog menemukan berbagai tinggalan berharga, seperti arca, kalamba beserta tutupnya, dolmen, batu berlubang, lumpang, dulang, umpak, fragmen tembikar, hingga tempayan.

Menurut Fadli Zon, kekayaan arkeologis ini memiliki nilai strategis bagi penguatan identitas budaya bangsa. Namun, ia menekankan bahwa pemanfaatan situs sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah harus tetap mengedepankan prinsip pelestarian.

“Kekayaan ini harus kita lindungi dan kelola secara berkelanjutan. Pariwisata boleh dikembangkan, tetapi pelestarian tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti berbagai ancaman yang dihadapi situs megalitik, mulai dari vandalisme hingga dampak cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang dapat mempercepat pelapukan struktur batuan. Oleh karena itu, promosi yang tepat serta pengawasan yang berkelanjutan dinilai penting agar situs berperingkat nasional ini tetap terjaga.

Ke depan, Kementerian Kebudayaan mendorong penelitian lanjutan guna mengungkap lebih dalam kehidupan masyarakat prasejarah di kawasan Lore Lindu. Pemerintah berharap situs-situs megalitik di Sulawesi Tengah tidak hanya lestari, tetapi juga berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, edukasi publik, serta penguatan posisi peradaban Nusantara di tingkat global.**

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *