Home / News / Halal Bihalal Pegiat Seni Budaya Bogor Raya, Perkuat Silaturahmi dan Ruang Kreasi di Imah Hejo

Halal Bihalal Pegiat Seni Budaya Bogor Raya, Perkuat Silaturahmi dan Ruang Kreasi di Imah Hejo

Bogor,- Budayantara.tv Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan halal bihalal pegiat seni budaya Bogor Raya yang digelar pada Minggu, 5 April 2026 di Imah Hejo, Imah Urang Sarerea, kawasan Perumahan Ciomas Indah, Ciomas, Kabupaten Bogor.
Mengusung tema “Dibengkeut ku tali asih, dicancang ku kanyaah rasa”, kegiatan ini dihadiri sekitar seratus pegiat seni dan budayawan dari berbagai komunitas. Acara tersebut digagas oleh Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Merdeka dan didukung oleh Bogor Daily serta puluhan komunitas seni budaya lainnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang ekspresi bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya-karya yang sarat nuansa kebersamaan, keguyuban, dan kekeluargaan.
Sejumlah komunitas yang turut berpartisipasi di antaranya Rancage Manunggal Rasa, Keboen Sastra, Bogor Wanita Berkebaya (BWB), komunitas 50+, Pemuda Panca Marga Kota Bogor, ICMI Kota Bogor, Jangkar Jiwa, Persatuan Dalang, Pamong Budaya Bogor, Layung Jagad, hingga komunitas musisi jalanan Bogor Raya.
Beragam pertunjukan seni dan budaya turut memeriahkan acara, mulai dari sajian musik, tari tradisi, fashion show, wayang bodor, kacapi suling, pembacaan puisi, performance art, pameran lukisan, hingga orasi budaya.
Koordinator kegiatan, Tohir Kulikulo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya momentum halal bihalal sebagai sarana mempererat kebersamaan antar pegiat seni. Ia juga mengajak seluruh komunitas untuk menjadikan Imah Hejo sebagai ruang bersama dalam berkarya.
“Di tempat ini mari kita jadikan ruang ekspresi dan kreasi seni bagi kita semua, untuk membangun atmosfer kreatif. Atas izin Kang Diki Sudrajat, saya berkomitmen menjadikan tempat ini sebagai rumah kreatif bagi kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Diki Sudrajat selaku pemilik Imah Hejo sekaligus pengelola Bogor Daily.Net mengajak seluruh komunitas untuk aktif memanfaatkan ruang tersebut sebagai pusat kegiatan kreatif. Ia berharap kegiatan halal bihalal ini dapat menjadi pengikat silaturahmi sekaligus mendorong semakin berkembangnya budaya Sunda di masa mendatang.
Rangkaian acara dibuka dengan alunan kacapi suling oleh Kang Odoy bersama Dalang Ceceng, dilanjutkan rajah bubuka oleh Bambang Sumantri dan Layung Jagad. Penampilan kemudian berlanjut dengan fashion show dan tari kontemporer dari Bogor Wanita Berkebaya, pencak silat, tari jaipongan, hingga performance art bertajuk “Tubuh sebagai Media Kritik” oleh Heri Cokro dari Jangkar Jiwa yang berkolaborasi dengan Herie Matahari.
Selain itu, anak-anak binaan Keboen Sastra turut memeriahkan acara melalui pembacaan dan musikalisasi puisi. Kegiatan juga diisi doa bersama yang dipandu Ki Bodas dari Rancage Manunggal Rasa, serta penampilan musik puisi oleh Sambu Street, pertunjukan sawala oleh Dalang Ceceng, hingga lagu “Pakuan Padjajaran” yang dibawakan KPJ Merdeka bersama para musisi jalanan Bogor.
Acara yang dipandu oleh MC Laura ini dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, dan ditutup dengan sesi ramah tamah serta foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan harapan akan terus terjalinnya kolaborasi antar pegiat seni budaya di Bogor Raya.(Agus Oyenk)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *