Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/H. Ahmad Yusuf: Industri Sinetron Kini Menghadapi Tantangan Berat dari Media Sosial
Budaya News Podcast

H. Ahmad Yusuf: Industri Sinetron Kini Menghadapi Tantangan Berat dari Media Sosial

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama29 Mei 20263 menit baca📍 Jakarta
H. Ahmad Yusuf: Industri Sinetron Kini Menghadapi Tantangan Berat dari Media Sosial - Budayantara TV

Jakarta – Budayantara.tv Sosok senior dunia sinetron Indonesia, H. Ahmad Yusuf atau yang akrab disapa Bang Ucup, membuka banyak cerita menarik saat menjadi narasumber podcast Proses (Profesional Sukses) bersama Budayantara TV yang dipandu Renee Partina, Jumat (29/5/2026).

Dalam suasana santai namun penuh makna, Bang Ucup berbicara mengenai perjalanan hidupnya setelah vakum dari industri hiburan, perubahan besar di dunia sinetron Indonesia, hingga pesan mendalam untuk generasi muda kreatif.

“Sekarang saya sedang menikmati bangun siang, jalan-jalan bersama teman dan saudara. Di rumah juga ada kegiatan wedding organization dan venue untuk acara,” ujar Bang Ucup sambil tersenyum.

Meski tidak lagi aktif seperti dulu di lokasi syuting, hari-hari Bang Ucup tetap dipenuhi aktivitas produktif. Akhir pekan menjadi waktu tersibuknya karena harus mengurus berbagai kegiatan usaha keluarga dan sosial.

Vakum karena Kondisi Kesehatan

Bang Ucup mengungkapkan dirinya mulai meninggalkan aktivitas syuting sekitar sembilan tahun lalu setelah kondisi kesehatannya menurun. Saat itu, ia memilih fokus memulihkan diri dibanding memaksakan bekerja dengan ritme produksi yang padat.

Namun, meski vakum cukup lama, tawaran kembali ke dunia produksi sinetron ternyata masih terus berdatangan.

“Alhamdulillah tawaran masih banyak. Tapi dulu saya belum siap karena sakit. Sekarang stamina mulai membaik, jadi mulai kepikiran mungkin boleh mulai lagi,” katanya.

Meski demikian, menurutnya dunia sinetron saat ini sudah mengalami perubahan besar dibanding masa kejayaannya dahulu.

Industri Sinetron Dinilai Semakin Berat

Dalam podcast tersebut, Bang Ucup menyoroti kondisi industri sinetron dan FTV yang menurutnya semakin memprihatinkan. Ia menilai waktu produksi yang terlalu singkat membuat kualitas karya menurun, sementara kesejahteraan kru dan pekerja kreatif ikut terdampak.

“Dulu kru film dan artis bisa bekerja dengan hasil yang cukup. Bisa nabung, beli rumah, dan mencukupi kebutuhan keluarga. Sekarang banyak yang kerja keras tapi sulit punya tabungan,” ungkapnya.

Ia juga mengkritisi pola syuting yang semakin tidak manusiawi.

“Sekarang syuting bisa dari pagi sampai pagi. FTV yang dulu dikerjakan lima sampai tujuh hari, sekarang satu sampai dua hari saja. Akhirnya kualitas dan kesehatan kru jadi taruhan,” jelas Bang Ucup.

Menurutnya, tekanan industri membuat proses kreatif tidak lagi maksimal karena semuanya hanya mengejar tayang cepat.

Kenangan Manis di Dunia Produksi

Saat mengenang masa-masa terbaiknya di industri hiburan, Bang Ucup menyebut pengalaman bersama rumah produksi Motivation dan Cinema sebagai periode yang paling berkesan dalam kariernya.

Di masa itu, menurutnya, proses produksi dilakukan dengan lebih sehat, terencana, dan memberi ruang kreativitas bagi seluruh tim.

“Waktu itu karya-karya bisa dihasilkan dengan lebih baik karena prosesnya juga lebih baik,” kenangnya.

Kini Aktif di Lesbumi PWNU Jakarta

Selain fokus pada kegiatan keluarga dan usaha, Bang Ucup kini juga aktif di Lesbumi PWNU Jakarta. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan budaya dan sosial yang menurutnya menjadi ruang pengabdian baru setelah lebih banyak meninggalkan dunia televisi.

Baginya, aktivitas budaya memiliki peran penting dalam menjaga identitas dan nilai-nilai masyarakat di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.

Pesan untuk Generasi Muda Kreatif

Di akhir perbincangan, Bang Ucup menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda yang ingin terjun ke dunia perfilman dan penyutradaraan.

Menurutnya, bakat saja tidak cukup. Anak muda perlu memperkaya wawasan budaya, sosial, ekonomi, hingga politik agar karya yang dihasilkan memiliki kedalaman makna.

“Untuk jadi sutradara atau profesional itu ada proses panjang. Ada pendalaman jiwa dan pikiran. Sekarang banyak yang serba cepat lewat learning by doing,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa industri sinetron saat ini menghadapi tantangan besar dari media sosial dan platform digital yang mengubah pola konsumsi hiburan masyarakat.

Meski begitu, Bang Ucup tetap optimistis dunia kreatif Indonesia akan terus berkembang selama para pelaku industri tetap menjaga kualitas, kreativitas, dan semangat berkarya.**

H.Ahmad Yusuf Proses Renee Partina
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber