Lewati ke konten
28 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong PribadiKampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Dari Layar Lebar ke Meja Diplomasi: Ketika Film Jadi “Duta Besar” Tanpa Paspor
News

Dari Layar Lebar ke Meja Diplomasi: Ketika Film Jadi “Duta Besar” Tanpa Paspor

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama16 Februari 20262 menit baca📍 Jakarta
Dari Layar Lebar ke Meja Diplomasi: Ketika Film Jadi “Duta Besar” Tanpa Paspor - Budayantara TV

Jakarta — Budayantara.tv Diplomasi biasanya identik dengan pertemuan resmi, pidato kenegaraan, dan perjanjian bilateral. Namun di sebuah ruang gelap bioskop di Jakarta, diplomasi mengambil bentuk yang berbeda: kisah cinta abadi yang diproyeksikan di layar lebar.

Menteri Kebudayaan, , menegaskan bahwa film memiliki peran strategis sebagai alat diplomasi budaya internasional. Pernyataan itu disampaikannya usai pemutaran film di Jakarta, Jumat lalu.

Alih-alih sekadar hiburan, film disebutnya sebagai medium yang “berbicara dengan sendirinya”. Di dalamnya, terkandung bahasa, sastra, tari, musik, akting, hingga kuliner dan fesyen unsur-unsur yang membentuk wajah suatu bangsa. “Film atau bioskop adalah jembatan bagi setiap budaya. Dan saya pikir itu sangat penting,” ujarnya.

Diplomasi Tanpa Mimbar

Jika biasanya diplomasi berlangsung di ruang-ruang formal, lewat film, proses itu terjadi secara emosional. Penonton tidak hanya menyaksikan cerita, tetapi ikut merasakan nilai, sejarah, dan identitas bangsa lain.

Film garapan tersebut mengangkat kisah cinta monumental yang melahirkan salah satu warisan dunia paling ikonik, . Lewat kemegahan visual dan nuansa musikal khas India, film ini menghadirkan sejarah bukan sebagai catatan kaku, melainkan pengalaman batin.

Bagi Fadli, kekuatan film terletak pada kemampuannya menyatukan pesan moral, cinta, dan nilai kemanusiaan universal yang secara alami dapat menjembatani hubungan Indonesia dan India.

Layar sebagai Ruang Pertemuan Budaya

Menariknya, sorotan bukan hanya pada film India yang diputar di Indonesia, tetapi pada peluang pertukaran yang lebih luas. Film India, menurut Fadli, masih tergolong jarang menghiasi bioskop Tanah Air. Kehadiran film seperti “Taj Mahal: An Eternal Love Story” bisa menjadi alternatif tontonan sekaligus ruang belajar lintas budaya.

Hubungan Indonesia dan India memang memiliki kedekatan historis dan kultural. Dari jejak peradaban, seni, hingga nilai-nilai spiritual, keduanya berbagi simpul-simpul sejarah panjang. Dalam konteks ini, film menjadi medium yang lebih cair dan membumi dibandingkan forum diplomasi formal.

Ke depan, diplomasi budaya melalui film bukan hanya soal menghadirkan tontonan, tetapi membangun pemahaman bersama. Sebab ketika lampu bioskop padam dan cerita mulai bergulir, yang bekerja bukan lagi protokol, melainkan rasa.

Dan mungkin, di situlah diplomasi menemukan bentuknya yang paling jujur: lewat cerita.

Diplomasi Budaya Fadli Zon
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi - Budayantara TV
Budaya News

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi

28 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Menjelang peringatan lima abad Jakarta pada 22 Juni 2027, geliat menyambut momentum bersejarah itu mulai…

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber