Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Cermin Diri Sejati: Sinkronisasi Detak, Detik, Menit, Jam dan Jantung Peradaban Baru-Kuno-Modern HORAIZO Klasik
Artikel Budaya

Cermin Diri Sejati: Sinkronisasi Detak, Detik, Menit, Jam dan Jantung Peradaban Baru-Kuno-Modern HORAIZO Klasik

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama23 Mei 20263 menit baca📍 Pasuruan
Cermin Diri Sejati: Sinkronisasi Detak, Detik, Menit, Jam dan Jantung Peradaban Baru-Kuno-Modern HORAIZO Klasik - Budayantara TV

Purwosari, Pasuruan — Budayantara.tv Di tengah derasnya arus modernisasi dan kehidupan digital, sekelompok pegiat spiritual budaya Nusantara menggelar saresehan bertajuk “Roso Orep Sejati” di kawasan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pertemuan ini menjadi ruang refleksi mendalam mengenai hubungan manusia, alam, spiritualitas, dan peradaban modern yang dinilai semakin menjauh dari akar kesadaran sejati.

Tokoh-tokoh budaya dan spiritual yang hadir menegaskan bahwa momentum Jumat Wage, 22 Mei 2026, bukan sekadar penanggalan biasa. Angka 22 dimaknai sebagai simbol “Cermin Diri”, terinspirasi dari filosofi perubahan dalam kitab kuno Tiongkok yang mengajarkan tentang keseimbangan, kesadaran, dan perjalanan batin manusia.

Menurut para penggagas, dunia saat ini tengah memasuki fase kebangkitan jiwa dan kesadaran multidimensional. Fenomena itu terlihat dari semakin banyaknya individu dari berbagai kalangan mulai tokoh nasional, masyarakat umum, hingga pegiat spiritual yang mulai mencari makna hidup lebih dalam melalui perpaduan logika, sains, dan spiritualitas.

Naturalisasi dan Kulturalisasi Peradaban

Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa seluruh unsur kehidupan pada hakikatnya bukan berasal dari manusia semata. Bumi, tumbuhan, hewan, hingga potensi diri manusia dipandang sebagai “bahan baku utama” ciptaan Tuhan yang menjadi fondasi seluruh peradaban.

Para peserta menilai, kemajuan budaya dan teknologi tanpa kesadaran naturalisasi dapat menimbulkan krisis kemanusiaan. Manusia dianggap berpotensi kehilangan spontanitas, rasa syukur, hingga jati diri karena terlalu terjebak pada kompetisi, materialisme, dan percepatan zaman.

“Puncak peradaban bukan kompetisi, melainkan sinergi,” menjadi salah satu pesan utama yang mengemuka dalam saresehan tersebut.

Jantung sebagai Pusat Peradaban

Konsep “jantung” menjadi simbol sentral dalam pembahasan. Dalam pandangan Sains Spiritual yang mereka yakini, jantung bukan hanya organ biologis, tetapi pusat hidup, gerak, kesadaran, dan kemuliaan manusia.

Detak jantung disandingkan dengan detik, menit, jam, hingga perjalanan zaman sebagai sinkronisasi semesta. Dari sinilah lahir gagasan tentang “Peradaban Dunia Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik” sebuah konsep yang mencoba memadukan nilai tradisi, spiritualitas, dan modernitas secara harmonis.

Forum juga mengangkat filosofi Jawa “Urip Murup, Murupi, Nyawani” yang dimaknai bahwa hidup sejati adalah hidup yang mampu menghidupi dan memberi cahaya bagi sesama.

Filosofi Angka dan Kesadaran

Momentum Jumat Wage 22 Mei 2026 juga dibaca melalui pendekatan numerologi Jawa dan spiritualitas Nusantara:

Angka 22 dimaknai sebagai empat bilik ruang waktu jantung.

Penjumlahan tanggal menghasilkan angka 10 yang disebut sebagai simbol kesempurnaan atau SepuhLoh.

Perhitungan lainnya menghasilkan angka 19 yang dikaitkan dengan “Siji Songo”, sembilan lubang tubuh manusia, serta harmoni jagad besar dan jagad kecil.

Filosofi ini dipandang sebagai simbol keterhubungan antara manusia, alam semesta, dan Sang Pencipta.

Pelestarian Budaya dan Batik Filosofis

Dalam kegiatan tersebut turut diperkenalkan karya budaya berupa Batik Tulis Sekar Kamulyan Sejati karya pembatik warisan leluhur Singhasari Nusantara, Listyorini Gayantri (60 tahun). Batik ini disebut mengandung filosofi kemuliaan hidup dan kesadaran spiritual Nusantara.

Saresehan dihadiri oleh:

Ki Tohari dari Sanggar Panuwunan Kasampurnane Budi Luhur

Listyorini Gayantri, pembatik warisan leluhur Singhasari

Ucok Khairuddin Lubis dari Jakarta

Guntur Bisowarno dari Bamboo Spirit Nusantara Support System

Arsip Peradaban Nusantara

Hasil pemikiran dan refleksi saresehan ini rencananya diarsipkan di Perpustakaan Baru-Kuno-Modern HORAIZO Klasik di kawasan Gunung Arjuno yang disebut sebagai salah satu pusat spiritual dan peradaban Nusantara.

Oleh penyelenggara, forum ini diharapkan menjadi pengingat bahwa manusia modern tetap perlu kembali bercermin pada “Roso Orep Sejati” kesadaran hidup yang harmonis, penuh syukur, dan selaras dengan semesta.

Ditulis berdasarkan hasil Saresehan Roso Orep Sejati
oleh Guntur Bisowarno.

Saresehan Roso Orep Sejati
📍 Pasuruan
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar? - Budayantara TV
Artikel

Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?

27 September 20263 menit baca

Saat Budaya dan Framing Media Menjadi Ruang Analisis Kasus Macklemore dan Ed Sheeran Oleh : Syamsul Arifin (Masdjo)…

PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan - Budayantara TV
Artikel

PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan

27 September 20263 menit baca

​Oleh: M.Guntur Alting Dewan Pembina DPW SWI DKI Jakarta Jakarta – Budayantara.tv SAAT mendengar berita sel mewah di…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber