Lewati ke konten
6 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Dari Krakatau 1883, Lahir Anak Krakatau: Erupsi 2026 Kembali Menggetarkan Jawa dan SumateraMengenal Ilmu Kehidupan Bersama Sekolah Ridho Allah, Menjernihkan Hati untuk Menata KehidupanSyamsul Arifin Nahkodai DPW SWI DKI Jakarta 2026–2031, Bawa Semangat Baru untuk Pers Ibu KotaIKB Jabodetabek Gelar Maulid Nabi dan Syukuran Keberangkatan Ilham Romadhon ke Al-Azhar
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Blink Cafe Meruya: Johnson Bangun Kedai Kopi di Tengah Pandemi
Lifestyle News

Blink Cafe Meruya: Johnson Bangun Kedai Kopi di Tengah Pandemi

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama24 Januari 20262 menit baca
Blink Cafe Meruya: Johnson Bangun Kedai Kopi di Tengah Pandemi - Budayantara TV

Jakarta, – Budayantara.tv Di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19 tahun 2020, tidak semua orang memilih untuk menahan langkah. Johnson (46) justru mengambil keputusan berani dengan membuka Blink Cafe, sebuah kedai kopi yang kini dikenal di kawasan Meruya, Jakarta Barat.Sabtu (24/1/2026).

Blink Cafe lahir dari obrolan santai dan ajakan sederhana di media sosial. Saat itu, Johnson dan dua rekannya kerap berdiskusi di Instagram tentang ketertarikan mereka pada dunia kopi. Dari sekadar candaan “yuk buka kedai kopi”, ide tersebut berkembang menjadi rencana serius.

“Awalnya memang suka makan dan minum, khususnya kopi. Dari situ kita eksplor, belajar, dan akhirnya memberanikan diri buka usaha,” ujar Johnson.

Fokus Kopi Sejak Awal

Berbeda dengan banyak pelaku usaha kuliner yang memulai dari konsep warung makan atau menu berat, Blink Cafe sejak awal sudah memantapkan diri sebagai kedai kopi. Meski demikian, menu pendamping tetap menjadi perhatian, salah satunya pisang goreng dan makanan olahan sederhana namun mengenyangkan.

Johnson sendiri mengaku menyukai menu berbahan daging cincang, yang di Blink Cafe disajikan dengan harga terjangkau. Dengan kisaran harga sekitar Rp50.000, Blink Cafe menyasar segmen pekerja kantoran dan masyarakat sekitar yang ingin menikmati kopi dan makanan berkualitas tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Latar Belakang Non-Kuliner

Menariknya, Johnson bukan berasal dari dunia kuliner. Ia memiliki latar belakang pendidikan Teknik Industri dan sempat berkarier sebagai insinyur di bidang pertanian. Namun, kecintaannya pada kopi dan kuliner menjadi “jalan baru” yang ia tekuni sebagai bentuk passion sekaligus usaha keluarga.

“Ini bukan sekadar bisnis, tapi passion. Saya ingin bergerak bersama keluarga,” katanya.

Johnson kini telah berkeluarga dan memiliki tiga anak—anak pertama kembar perempuan dan anak bungsu laki-laki. Dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjalankan Blink Cafe.

Bertahan di Tengah Pandemi

Blink Cafe mulai direnovasi dan direncanakan matang sebelum pandemi melanda. Saat Covid-19 datang, Johnson sempat menghentikan operasional sementara. Namun, dengan keyakinan dan perencanaan yang sudah disusun, ia kembali melanjutkan usahanya hingga bertahan sampai hari ini.

“Kondisinya memang tidak baik-baik saja waktu itu, tapi justru dari situ kita belajar dan bertahan,” ujarnya.

Rencana Ekspansi dan Waralaba

Saat ini, Blink Cafe di Meruya merupakan cabang pertama. Ke depan, Johnson membuka peluang untuk ekspansi melalui skema franchise bersama rekan-rekan dan mitra yang memiliki visi sejalan.

“Kami terbuka untuk buka cabang-cabang berikutnya. Harapannya Blink Cafe bisa berkembang bersama teman-teman,” tutup Johnson.

Dengan konsep sederhana, harga terjangkau, dan cerita keberanian di masa sulit, Blink Cafe menjadi contoh bahwa peluang bisnis tetap bisa tumbuh, bahkan di tengah krisis.

Blink Cafe
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Dari Krakatau 1883, Lahir Anak Krakatau: Erupsi 2026 Kembali Menggetarkan Jawa dan Sumatera - Budayantara TV
News

Dari Krakatau 1883, Lahir Anak Krakatau: Erupsi 2026 Kembali Menggetarkan Jawa dan Sumatera

6 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sejarah Krakatau seperti kembali membuka lembarannya.Dari kehancuran dahsyat pada 1883, lahirlah kehidupan baru di tengah…

Mengenal Ilmu Kehidupan Bersama Sekolah Ridho Allah, Menjernihkan Hati untuk Menata Kehidupan - Budayantara TV
Life News

Mengenal Ilmu Kehidupan Bersama Sekolah Ridho Allah, Menjernihkan Hati untuk Menata Kehidupan

6 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Kehidupan tidak hanya membutuhkan kecerdasan dalam berpikir, tetapi juga kejernihan hati dalam menentukan langkah. Pesan…

Syamsul Arifin Nahkodai DPW SWI DKI Jakarta 2026–2031, Bawa Semangat Baru untuk Pers Ibu Kota - Budayantara TV
News

Syamsul Arifin Nahkodai DPW SWI DKI Jakarta 2026–2031, Bawa Semangat Baru untuk Pers Ibu Kota

6 September 20263 menit baca

Jakarta, — Budayantara.tv Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) resmi menetapkan Syamsul Arifin sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber