Jakarta, – Budayantara.tv Di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19 tahun 2020, tidak semua orang memilih untuk menahan langkah. Johnson (46) justru mengambil keputusan berani dengan membuka Blink Cafe, sebuah kedai kopi yang kini dikenal di kawasan Meruya, Jakarta Barat.Sabtu (24/1/2026).
Blink Cafe lahir dari obrolan santai dan ajakan sederhana di media sosial. Saat itu, Johnson dan dua rekannya kerap berdiskusi di Instagram tentang ketertarikan mereka pada dunia kopi. Dari sekadar candaan “yuk buka kedai kopi”, ide tersebut berkembang menjadi rencana serius.
“Awalnya memang suka makan dan minum, khususnya kopi. Dari situ kita eksplor, belajar, dan akhirnya memberanikan diri buka usaha,” ujar Johnson.
Fokus Kopi Sejak Awal
Berbeda dengan banyak pelaku usaha kuliner yang memulai dari konsep warung makan atau menu berat, Blink Cafe sejak awal sudah memantapkan diri sebagai kedai kopi. Meski demikian, menu pendamping tetap menjadi perhatian, salah satunya pisang goreng dan makanan olahan sederhana namun mengenyangkan.
Johnson sendiri mengaku menyukai menu berbahan daging cincang, yang di Blink Cafe disajikan dengan harga terjangkau. Dengan kisaran harga sekitar Rp50.000, Blink Cafe menyasar segmen pekerja kantoran dan masyarakat sekitar yang ingin menikmati kopi dan makanan berkualitas tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Latar Belakang Non-Kuliner
Menariknya, Johnson bukan berasal dari dunia kuliner. Ia memiliki latar belakang pendidikan Teknik Industri dan sempat berkarier sebagai insinyur di bidang pertanian. Namun, kecintaannya pada kopi dan kuliner menjadi “jalan baru” yang ia tekuni sebagai bentuk passion sekaligus usaha keluarga.
“Ini bukan sekadar bisnis, tapi passion. Saya ingin bergerak bersama keluarga,” katanya.
Johnson kini telah berkeluarga dan memiliki tiga anak—anak pertama kembar perempuan dan anak bungsu laki-laki. Dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjalankan Blink Cafe.
Bertahan di Tengah Pandemi
Blink Cafe mulai direnovasi dan direncanakan matang sebelum pandemi melanda. Saat Covid-19 datang, Johnson sempat menghentikan operasional sementara. Namun, dengan keyakinan dan perencanaan yang sudah disusun, ia kembali melanjutkan usahanya hingga bertahan sampai hari ini.
“Kondisinya memang tidak baik-baik saja waktu itu, tapi justru dari situ kita belajar dan bertahan,” ujarnya.
Rencana Ekspansi dan Waralaba
Saat ini, Blink Cafe di Meruya merupakan cabang pertama. Ke depan, Johnson membuka peluang untuk ekspansi melalui skema franchise bersama rekan-rekan dan mitra yang memiliki visi sejalan.
“Kami terbuka untuk buka cabang-cabang berikutnya. Harapannya Blink Cafe bisa berkembang bersama teman-teman,” tutup Johnson.
Dengan konsep sederhana, harga terjangkau, dan cerita keberanian di masa sulit, Blink Cafe menjadi contoh bahwa peluang bisnis tetap bisa tumbuh, bahkan di tengah krisis.




