Lewati ke konten
14 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Guru Besar Humaniora Temui Fadli Zon, Dorong Perguruan Tinggi Jadi Pilar Pemajuan KebudayaanEddie Karsito: “Tuan Rumah di Negeri Sendiri” Slogan Paling “Horor” untuk Film IndonesiaIKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Dzuriyah Pesantren Se-Indonesia Bahas Masa Depan Pesantren di Era Digital dalam Sarasehan Nasional GERNAS
Budaya Event News

Dzuriyah Pesantren Se-Indonesia Bahas Masa Depan Pesantren di Era Digital dalam Sarasehan Nasional GERNAS

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama21 Juni 20263 menit baca
Dzuriyah Pesantren Se-Indonesia Bahas Masa Depan Pesantren di Era Digital dalam Sarasehan Nasional GERNAS - Budayantara TV

Kediri, Jawa Timur, – Budayantara.tv Ratusan dzuriyah (keturunan pendiri) pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam Sarasehan Dzuriyah Pondok Pesantren Se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Ayo Mondok (GERNAS) di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur.Sabtu (20/6/2026).

Forum yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan tersebut menjadi wadah refleksi, konsolidasi, sekaligus perumusan langkah strategis untuk memperkuat eksistensi pesantren di tengah berbagai tantangan zaman, mulai dari perkembangan teknologi digital, perubahan pola pendidikan, hingga dinamika sosial yang terus berkembang.

Dalam sarasehan tersebut, para peserta menyoroti berbagai isu krusial yang saat ini dihadapi dunia pesantren. Salah satunya adalah pentingnya peningkatan sarana dan prasarana, terutama fasilitas sanitasi seperti toilet yang dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pesantren yang sehat, bersih, dan nyaman bagi para santri.

Selain itu, para peserta juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan media sosial. Pesantren diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak tanpa harus membuka seluruh dinamika internal lembaga kepada publik. Kebijakan publikasi yang tepat dinilai penting untuk menjaga marwah, privasi, dan kemaslahatan pesantren.

Isu perlindungan hak santri juga menjadi perhatian serius dalam forum tersebut. Para peserta mendorong agar pesantren memiliki sistem advokasi, pendampingan, dan mekanisme pengaduan yang lebih kuat sebagai bentuk perlindungan terhadap santri sekaligus penguatan tata kelola kelembagaan.

Transformasi Pesantren di Tengah Penurunan Jumlah Santri

Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian khusus adalah fenomena menurunnya jumlah santri di sejumlah daerah. Para dzuriyah pesantren menilai kondisi tersebut perlu disikapi dengan langkah-langkah transformasi dan inovasi yang tetap berpijak pada nilai-nilai dasar kepesantrenan.

Pesantren didorong untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku generasi muda tanpa kehilangan identitasnya sebagai pusat pendidikan akhlak, ilmu, adab, dan pembentukan karakter.

“Pesantren harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, namun tidak boleh kehilangan ruh dan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan yang menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual,” menjadi salah satu semangat yang mengemuka dalam forum tersebut.

Perkuat Jejaring dan Advokasi Pesantren

Sarasehan juga menghasilkan sejumlah rekomendasi penting terkait penguatan kelembagaan pesantren. Diperlukan sinergi yang lebih kuat antar pesantren, alumni, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Para peserta menegaskan bahwa para penggerak pesantren harus tampil sebagai muharrik, yakni motor penggerak perubahan yang berorientasi pada dakwah, pendidikan, dan kemaslahatan umat, bukan semata-mata pada kepentingan ekonomi.

Untuk mendukung hal tersebut, forum mendorong percepatan pelatihan dan pendampingan bagi tim advokasi pesantren sebagai langkah strategis dalam memperkuat perlindungan terhadap lembaga dan santri.

Di bidang pendidikan, peserta juga menggarisbawahi pentingnya sinergi kebijakan antara madrasah dan pesantren agar keduanya dapat berkembang secara harmonis dan saling menguatkan dalam sistem pendidikan nasional.

Menjawab Krisis Pendidikan Nasional

Sarasehan menilai bahwa krisis pendidikan yang saat ini terjadi bukan hanya menjadi persoalan pesantren, melainkan tantangan bersama seluruh lembaga pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan model pendidikan yang adaptif, berkualitas, dan tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan serta keagamaan.

Sebagai forum yang mempertemukan para dzuriyah pesantren dari berbagai daerah, sarasehan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui semangat kebersamaan dan konsolidasi yang terbangun dalam forum tersebut, para peserta berharap pesantren Indonesia mampu terus menjadi pilar peradaban bangsa yang kokoh, relevan, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur kepesantrenan di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis.

Notulis: Dr. Hj. Malikhah Sa’adah, M.Pd.I.
Editor: Aminoto.

Sarasehan Nasional GERNAS
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Guru Besar Humaniora Temui Fadli Zon, Dorong Perguruan Tinggi Jadi Pilar Pemajuan Kebudayaan - Budayantara TV
Budaya News

Guru Besar Humaniora Temui Fadli Zon, Dorong Perguruan Tinggi Jadi Pilar Pemajuan Kebudayaan

14 Agustus 20262 menit baca

Jakarta, – Budayantara.id Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menerima perwakilan Guru Besar bidang Humaniora dari berbagai perguruan…

Eddie Karsito: “Tuan Rumah di Negeri Sendiri” Slogan Paling “Horor” untuk Film Indonesia - Budayantara TV
Film News

Eddie Karsito: “Tuan Rumah di Negeri Sendiri” Slogan Paling “Horor” untuk Film Indonesia

14 Agustus 20264 menit baca

Jakarta, – Budayantara.tv Transformasi film Indonesia menuju panggung global menuntut pembenahan tata kelola produksi dan disiplin pekerja film.…

IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026 - Budayantara TV
Budaya News

IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026

13 Agustus 20263 menit baca

Jakarta, — Budayantara.id Upaya memperkuat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi terus mendapat ruang melalui kolaborasi antara masyarakat, organisasi…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 202613 Agustus 2026
  2. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  3. Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina13 Agustus 2026
  4. Kehidupan Suku Papua Pegunungan di Lembah Baliem – PAPUA4 Agustus 2025
  5. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026

Rekomendasi untuk Anda

Dzuriyah Pesantren Se-Indonesia Bahas Masa Depan Pesantren di Era Digital dalam Sarasehan Nasional GERNAS - Budayantara TVGuru Besar Humaniora Temui Fadli Zon, Dorong Perguruan Tinggi Jadi Pilar Pemajuan Kebudayaan
Dzuriyah Pesantren Se-Indonesia Bahas Masa Depan Pesantren di Era Digital dalam Sarasehan Nasional GERNAS - Budayantara TVEddie Karsito: “Tuan Rumah di Negeri Sendiri” Slogan Paling “Horor” untuk Film Indonesia
Dzuriyah Pesantren Se-Indonesia Bahas Masa Depan Pesantren di Era Digital dalam Sarasehan Nasional GERNAS - Budayantara TVIKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026
Dzuriyah Pesantren Se-Indonesia Bahas Masa Depan Pesantren di Era Digital dalam Sarasehan Nasional GERNAS - Budayantara TVRenee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina
Dzuriyah Pesantren Se-Indonesia Bahas Masa Depan Pesantren di Era Digital dalam Sarasehan Nasional GERNAS - Budayantara TVIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan

Lokasi

📍 Jakarta 251📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber