Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Kolaborasi Transformasi vs Transaksi: Seruan Kebangkitan “Roso Orep Sejati” dari Purwosari
Artikel Budaya News

Kolaborasi Transformasi vs Transaksi: Seruan Kebangkitan “Roso Orep Sejati” dari Purwosari

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama29 April 20263 menit baca📍 Pasuruan
Kolaborasi Transformasi vs Transaksi: Seruan Kebangkitan “Roso Orep Sejati” dari Purwosari - Budayantara TV

Purwosari, Pasuruan – Budayantara.tv
Di tengah arus perubahan zaman yang semakin kompleks, sebuah gagasan reflektif tentang arah peradaban kembali mengemuka dari kawasan lereng Gunung Arjuno. Mengusung tema “Kolaborasi Transaksi vs Kolaborasi Transformasi: Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik”, forum saresehan ini menghadirkan pemikiran mendalam tentang pergeseran nilai dalam kehidupan modern.

Acara yang berlangsung di Desa Cendono, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan ini dipimpin oleh Ki Tohari bersama Guntur Bisowarno. Keduanya menekankan pentingnya perubahan paradigma dari pola hidup transaksional menuju transformasi yang lebih bermartabat dan berakar pada nilai kemanusiaan.Senin (27/4/2026).

Dari Transaksi Menuju Transformasi

Dalam diskusi tersebut, ditegaskan bahwa peradaban saat ini cenderung terjebak dalam “transaksi perubahan” yakni pola interaksi yang berbasis kepentingan, rekayasa data, dan manipulasi realitas. Hal ini dinilai berpotensi menjauhkan manusia dari esensi kemanusiaannya sendiri.

Sebaliknya, konsep transformasi perubahan yang diusung menitikberatkan pada pertumbuhan kesadaran: penguatan moralitas, kedewasaan pola pikir, serta spiritualitas yang alami. Pendekatan ini diyakini mampu menghidupkan potensi batin manusia secara utuh melalui keseimbangan antara logika ilmiah dan rasa kemanusiaan.

“Roso Orep Sejati”: Bahasa Persatuan Zaman Now

Jika dahulu Sukarno mempersatukan bangsa melalui bahasa perjuangan, maka kini muncul gagasan baru: bahasa rasa.

Konsep “Roso Orep Sejati” menjadi inti dari pendekatan ini sebuah kesadaran bahwa setiap manusia memiliki rasa hidup yang sama, rasa zaman yang sama, serta tanggung jawab universal terhadap sesama dan lingkungan.

“Bahasa persatuan hari ini adalah bahasa rasa sadar berkesadaran,” ungkap salah satu peserta. “Bukan sekadar logika atau data, tetapi rasa yang lahir dari keheningan batin.”

Kritik terhadap Sistem Modern

Forum ini juga menyoroti dampak dominasi pendekatan transaksional dalam sektor pendidikan dan kesehatan. Biaya yang semakin tinggi, sistem berjenjang, serta jarak antara layanan dan kebutuhan masyarakat dinilai sebagai indikasi kuat bahwa sistem telah bergeser dari nilai kemanusiaan menuju komersialisasi.

Bahkan, dalam pandangan kritis yang disampaikan, kondisi ini berpotensi menjebak manusia dalam “perdagangan jiwa dan nyawa” jika tidak segera diimbangi dengan transformasi nilai.

Metodologi Baru: Dari Lisan ke “Tool Lisan”

Perubahan zaman juga membawa transformasi dalam cara komunikasi. Jika dahulu cukup dengan tutur lisan (muno-muni), kini manusia menggunakan berbagai “tool lisan” media, dokumen, hingga platform digital yang membuka ruang kolaborasi lintas batas: lokal hingga global.

Namun demikian, peserta diingatkan untuk tidak terjebak dalam “kemasan transaksi”, melainkan tetap menjaga keaslian rasa, integritas diri, dan kebijaksanaan dalam berinteraksi.

Menemukan Esensi: Mengerti Sebelum Mengerti

Salah satu catatan penting dalam saresehan ini adalah prinsip: “mengerti sebelum mengerti.” Artinya, memahami rasa batin terlebih dahulu sebelum mengolah logika dan nalar.

Pendekatan ini diyakini mampu melahirkan manusia yang lebih utuh tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

Penutup: Seruan Kolaborasi Rasa Lintas Zaman

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 06.00 hingga 09.30 WIB ini menjadi bagian dari gerakan Bamboo Spirit Nusantara Support System. Hasil pemikiran tersebut kini diarsipkan sebagai bagian dari gagasan besar Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik.

Pesan utamanya jelas:
Perubahan zaman tidak cukup dihadapi dengan transaksi, tetapi membutuhkan transformasi kolaborasi lintas generasi, lintas rasa, dan lintas kesadaran menuju peradaban yang lebih manusiawi.

Oleh: Mbah Openi
Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih

Guntur Bisowarno
📍 Pasuruan
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar? - Budayantara TV
Artikel

Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?

27 September 20263 menit baca

Saat Budaya dan Framing Media Menjadi Ruang Analisis Kasus Macklemore dan Ed Sheeran Oleh : Syamsul Arifin (Masdjo)…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber