Jakarta — Budayantara.tv Dalam sebuah kajian terkait bangsa Persia yang mendalam, KH. Alawi Nurul Alam Al Bantani menyampaikan pandangannya mengenai hubungan antara hadis Nabi Muhammad SAW dan perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya yang dikaitkan dengan bangsa Persia.
Beliau menyoroti bahwa jauh sebelum peradaban modern berkembang, Muhammad SAW telah memberikan isyarat tentang akan munculnya suatu kaum yang mampu meraih ilmu setinggi “bintang”sebuah ungkapan yang kini semakin relevan dalam era sains dan teknologi.
KH. Alawi menjelaskan bahwa dalam hadis Nabi terdapat gambaran simbolik tentang ilmu yang berada di tempat yang sangat tinggi diibaratkan seperti bintang di langit.saat Istighotsah Kubro di Jakarta.Sabtu (4/4/2026).
Menurut beliau:
“Ungkapan ini bukan sekadar kiasan bahasa, tetapi isyarat tentang tingginya peradaban ilmu yang akan dicapai manusia di masa depan.”ujarnya.
Dalam pemahaman klasik, makna ini menunjukkan betapa sulitnya mencapai ilmu tersebut. Namun dalam perspektif modern, hal ini bisa dikaitkan dengan kemajuan luar biasa dalam berbagai bidang.
Makna Modern: Dari Astronomi hingga Teknologi Tinggi
Dalam penjelasannya, KH. Alawi mengaitkan “ilmu di bintang” dengan perkembangan ilmu pengetahuan masa kini, seperti Astronomi dan eksplorasi luar angkasa.Fisika modern.Teknologi canggih dan rekayasa tingkat tinggi dan Sains mutakhir yang menembus batas logika masa lalu.
Menurutnya, semua ini merupakan bentuk nyata dari bagaimana manusia mulai “menjangkau bintang”baik secara ilmu maupun teknologi.
Peran Persia dalam Sejarah Peradaban Ilmu
KH. Alawi juga menegaskan bahwa jika melihat sejarah Islam, bangsa Persia memiliki kontribusi besar dalam membangun peradaban ilmu, khususnya pada masa Kekhalifahan Abbasiyah.
Pada masa itu Ilmu berkembang pesat di wilayah Persia.Banyak ilmuwan besar lahir dari kawasan tersebut
Dunia Islam menjadi pusat intelektual global
Ia menambahkan bahwa fakta ini menunjukkan satu hal penting
“Keunggulan ilmu tidak dibatasi oleh bangsa Arab saja, tetapi terbuka bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh.”kata KH.Alawi.
Mukjizat Nabi dan Pembuktian Sejarah
Dalam pandangan KH. Alawi, apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW merupakan bagian dari wahyu yang kebenarannya akan terbukti sepanjang zaman.
Sejarah telah membuktikan bahwa Perkembangan ilmu tidak hanya terjadi di Jazirah Arab termasuk Persia, memiliki peran besar
Peradaban Islam mencapai puncaknya melalui kolaborasi lintas bangsa
Hal ini menjadi bukti bahwa hadis Nabi memiliki dimensi yang luas dan dapat dipahami sesuai perkembangan zaman.
Pesan untuk Umat di Era Modern
KH. Alawi Nurul Alam Al Bantani menekankan beberapa pelajaran penting bagi umat Islam saat ini Ilmu adalah milik semua manusia.
Tidak terbatas oleh ras, suku, atau wilayah. Islam mendorong pencarian ilmu setinggi mungkin
Bahkan hingga sesuatu yang tampak mustahil.Kemajuan lahir dari kolaborasi
Peradaban besar dibangun bersama, bukan sendiri.dan Hadis harus dipahami secara mendalam
Dengan tetap menjaga keseimbangan antara makna klasik dan konteks modern.
Relevansi Abadi Hadis Nabi
Pandangan KH. Alawi menegaskan bahwa hadis Nabi Muhammad SAW bukan hanya relevan pada masanya, tetapi juga menjadi panduan lintas zaman.
Isyarat tentang “ilmu di bintang” hari ini dapat kita lihat dalam kemajuan sains dan teknologi yang luar biasa. Dan sejarah telah menunjukkan bahwa bangsa Persia pernah menjadi pelopor dalam bidang tersebut.
Pada akhirnya, pesan utamanya tetap sama
“Siapa yang bersungguh-sungguh mencari ilmu, maka ia akan mencapainya meskipun setinggi bintang.”tegasnya.




