Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Prasasti Massa Kesadaran Kemurnian Digelar di Lereng Arjuno
Artikel Budaya News

Prasasti Massa Kesadaran Kemurnian Digelar di Lereng Arjuno

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama28 Mei 20262 menit baca📍 Jawa Timur
Prasasti Massa Kesadaran Kemurnian Digelar di Lereng Arjuno - Budayantara TV

Dewan Pertimbangan Rasa Sains Spiritual Dorong Kebangkitan “Roso Orep Sejati”

Pasuruan, Jawa Timur — Budayantara.tv Gagasan tentang kebangkitan kesadaran manusia berbasis spiritualitas, ilmu rasa, dan kemurnian hidup mengemuka dalam kegiatan bertajuk “Prasasti Massa Kesadaran Kemurnian – Pematangan Dewan Pertimbangan Rasa Sains Spiritual” yang digelar di kawasan Purwosari, Pasuruan, Rabu Wage (27/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.12 WIB itu dipimpin oleh Guntur Bisowarno selaku Ketua Bamboo Spirit Nusantara Support System bersama jejaring Saresehan Roso Orep Sejati Team 2045 Indonesia Raya.

Dalam pemaparannya, Guntur menegaskan bahwa arah kehidupan manusia seharusnya tidak dibentuk oleh rekayasa sosial, kepentingan kekuasaan, maupun dominasi materi, melainkan berasal dari sumber kehidupan sejati, yakni Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.

“Kita memakai Kaweruh Sains Spiritual Jawanologi, Enerjologi, dan Enerjolite. Bukan diarahkan manusia, tetapi arah itu sendiri yang mengarahkan,” ujarnya.

Menurutnya, manusia modern saat ini cenderung terjebak dalam “massa kesadaran dangkal” yang hanya berputar pada emosi, materi, oligarki, dan kepentingan kuasa. Sementara itu, “massa kesadaran kemurnian” diarahkan menuju Roso Orep Sejati, yakni kesadaran hidup sebagai satu keluarga besar umat manusia di bumi.

Filosofi Angka dan Kesadaran Spiritual

Dalam forum tersebut juga dibahas berbagai simbol numerik yang dimaknai sebagai bagian dari perjalanan kesadaran spiritual manusia.

Angka 27, misalnya, dimaknai menjadi angka 9 yang merepresentasikan posisi tegak lurus jarum jam pada pukul 00.00, 12.00, dan 24.00. Simbol itu disebut sebagai lambang keteguhan manusia untuk lurus terhadap ilmu, sistem, dan ketetapan Tuhan.

“90 derajat menuju Allah SWT. Tegak lurus pada ketetapan-Nya,” terang Guntur.

Sementara kombinasi Rabu dan Wage dimaknai sebagai simbol tujuan hidup dan penempatan manusia dalam ruang kehidupannya. Setiap gerak diyakini memiliki koordinasi, fungsi, dan maksud tertentu.

Forum juga mengulas makna angka 24 sebagai simbol “24 Jam Jaman”, yang disebut sebagai detak jantung peradaban manusia. Empat kuadran waktu dianalogikan dengan empat bilik jantung kehidupan yang mengandung dimensi Dzat, Sifat, dan Kehadiran Tuhan.

Menjaga Esensi Manusia di Tengah Modernitas

Salah satu poin yang menjadi perhatian peserta adalah perbedaan antara “pemilahan” dan “pemisahan” dalam kehidupan modern.

Pemilahan dipahami sebagai cara memahami kehidupan secara utuh dan holistik, sedangkan pemisahan dianggap berpotensi mereduksi manusia hanya menjadi aset ekonomi atau human capital semata.

“Manusia jangan sampai kehilangan saripati hidupnya hanya karena arus materialisme dan teknologi,” ungkapnya.

Meski demikian, forum menegaskan bahwa uang tetap diperlukan sebagai bentuk tanggung jawab amanah hidup, termasuk untuk kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan sains spiritual.

Diarsipkan di Kawasan Arjuno

Hasil saresehan tersebut kemudian diarsipkan di Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik yang berada di kawasan Gunung Arjuno, yang oleh peserta disebut sebagai bagian dari “Induk Peradaban Dunia”.

Kegiatan ini disebut menjadi bagian dari upaya membangun transformasi diri yang alamiah, ilmiah, dan ilahiah menuju kebangkitan kesadaran spiritual masyarakat Indonesia menyongsong 2045.

Prasasti Massa Kesadaran Kemurnian
📍 Jawa Timur
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan - Budayantara TV
Artikel

PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan

27 September 20263 menit baca

​Oleh: M.Guntur Alting Dewan Pembina DPW SWI DKI Jakarta Jakarta – Budayantara.tv SAAT mendengar berita sel mewah di…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber