Jakarta,- Budayantara.tv Sebuah pertemuan bersejarah berlangsung hangat dalam kunjungan silaturahmi Putri Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Sukarno, bersama mantan Gubernur Aceh, Abdullah Puteh. Kunjungan ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga mempertautkan kembali benang merah trah dan sejarah besar Nusantara yang menghubungkan Pasai, Mataram, hingga Jayakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Putri Sang Proklamator RI mengungkapkan rasa takjub dan kebahagiaannya setelah memperoleh penjelasan mendalam mengenai perencanaan awal berdirinya bangsa Indonesia. Ia mengakui bahwa selama ini dirinya telah menelusuri informasi dari berbagai narasumber, namun kerap mendapatkan perbedaan tahun dan versi sejarah terkait awal mula Indonesia direncanakan sebagai sebuah bangsa merdeka.
“Dari berbagai sumber yang saya tanyakan, masing-masing memberikan tahun yang berbeda,” ujar Putri Presiden Sukarno dalam pertemuan tersebut.
Keingintahuan itu kemudian terjawab setelah Pangeran Ratu Jayakarta IX, yang dikenal dengan nama Pangeran Abi Mertakusuma, menyampaikan penjelasan berdasarkan catatan manuskrip kuno Al Fatawi Jayakarta. Menurut manuskrip tersebut, pada tahun 1899 telah tercatat sebuah peristiwa penting dalam Trah Jayakarta, yakni perencanaan Indonesia Merdeka beserta perancangan dan persiapan bendera Merah Putih.

Pangeran Abi Mertakusuma menjelaskan bahwa dalam manuskrip itu disebutkan pula konsep bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan yang terdiri dari bangsa-bangsa dan wilayah di seluruh Negeri Nusantara, yang kelak bersatu dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Lebih lanjut, ia menuturkan pesan leluhur Jayakarta, Al-Hajj Fatahillah, yang menekankan pentingnya persatuan. “Kuatkan dan bentuklah satu kesatuan untuk menjaga bangsa Indonesia ini, sebagaimana amanah rakyat dan leluhur yang telah diwariskan,” demikian pesan yang tertuang dalam Kitab Al Fatawi Jayakarta.
Penjelasan tersebut menjadi momen reflektif dan penuh makna, memperkaya pemahaman sejarah bangsa serta menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Merdeka telah berakar kuat jauh sebelum Proklamasi 1945.




