Home / News / Pemerintah Matangkan Strategi Penguatan Ekosistem Kebudayaan Nasional

Pemerintah Matangkan Strategi Penguatan Ekosistem Kebudayaan Nasional

Jakarta,- Budayantara.tv Upaya memperkuat fondasi kebudayaan nasional terus digencarkan pemerintah. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menggelar pertemuan dengan Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara, untuk membahas pengembangan ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan, mulai dari pembiayaan hingga optimalisasi peran budaya sebagai penggerak peradaban dan ekonomi nasional. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta.

Dalam diskusi tersebut, Fadli Zon menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang tidak tertandingi, baik dari segi keragaman ekspresi, panjangnya jejak sejarah, maupun kontribusinya terhadap peradaban dunia.

“Budaya adalah identitas utama bangsa. Pengelolaannya harus dilakukan secara terencana, berkelanjutan, dan bermartabat,” ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Rabu, 21 Januari 2026.

Ia juga menyinggung temuan-temuan arkeologis terbaru, termasuk lukisan gua prasejarah berusia puluhan ribu tahun di Sulawesi Selatan. Temuan tersebut, menurutnya, menegaskan posisi Nusantara sebagai salah satu pusat peradaban tertua di dunia. Narasi sejarah ini dinilai penting untuk memperkuat rasa percaya diri dan kebanggaan nasional, sejalan dengan arahan Presiden RI.

Pengelolaan Cagar Budaya dan Museum Jadi Perhatian

Fadli Zon turut memaparkan perkembangan pengelolaan cagar budaya dan museum nasional. Meski jumlah cagar budaya yang terdaftar terus meningkat, ia mengakui masih dibutuhkan penguatan sumber daya manusia, keterlibatan aktif perguruan tinggi, serta pengelolaan ekosistem yang lebih terpadu.

Ia mencontohkan Museum Nasional yang menyimpan sekitar 194.000 artefak. Saat ini, seluruh koleksi tersebut tengah melalui proses verifikasi data, pembenahan sistem pencatatan, hingga penataan ulang nilai aset budaya milik negara.

Dorong Diplomasi Budaya dan Repatriasi Artefak

Di ranah internasional, Kementerian Kebudayaan terus mendorong diplomasi budaya. Langkah yang ditempuh antara lain mengaktifkan kembali rumah budaya Indonesia di luar negeri, mengupayakan repatriasi artefak, serta memperkuat budaya sebagai basis pengembangan ekonomi dan industri kreatif nasional.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperluas pengaruh budaya Indonesia di tingkat global, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.

Dana Abadi Kebudayaan Masih Hadapi Tantangan

Isu pengelolaan Dana Abadi Kebudayaan dan Dana Indonesiana menjadi salah satu fokus pembahasan. Fadli mengungkapkan bahwa meskipun nilai dana abadi terus bertambah, tantangan masih muncul pada aspek sistem, prosedur, dan kapasitas pelaksana di lapangan.

Karena itu, Kementerian Kebudayaan mendorong penyederhanaan mekanisme pemanfaatan dana agar lebih mudah diakses oleh pelaku budaya, tanpa mengurangi prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Skema PPP untuk Infrastruktur Budaya

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa Dana Abadi Kebudayaan yang dikelola melalui LPDP berfungsi sebagai pelengkap belanja negara dalam mendukung program-program kebudayaan.

Ia juga menekankan pentingnya peran Kementerian Kebudayaan dalam memberikan panduan strategis kepada pemerintah daerah, khususnya dalam pemanfaatan dana transfer daerah untuk sektor kebudayaan.

“Kami terbuka terhadap pengembangan skema kerja sama pemerintah dan swasta atau public-private partnership (PPP) untuk pembangunan infrastruktur kebudayaan, seperti gedung kesenian dan bioskop yang berpotensi menghasilkan pendapatan. APBN dapat menjadi penyangga agar proyek tetap layak secara ekonomi dan menarik bagi investor,” ujar Suahasil.

Peta Jalan Kebudayaan Nasional

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan penting terkait perlunya penyusunan peta jalan kebudayaan nasional untuk jangka menengah dan panjang. Dokumen ini dipandang krusial agar pembangunan kebudayaan berjalan lebih terarah, berkesinambungan, serta selaras dengan kebijakan fiskal nasional.

“Budaya adalah sumber daya yang tak akan pernah habis. Investasi pada infrastruktur dan ekosistem budaya merupakan investasi jangka panjang bagi persatuan, stabilitas, dan kebahagiaan bangsa,” tutup Fadli Zon.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *