Lewati ke konten
16 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mbah Wahab, Wali Peradaban dan Napas Muktamar ke-35 NU di TambakberasBudaya Merdeka: Membebaskan Pikiran, Merawat Keberagaman, dan Membangun Indonesia BerdaulatIKB Jabodetabek Meriahkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Karaoke Bernuansa Merah PutihMenjelang HUT RI ke-81, Fadli Zon Perkuat Pelestarian Warisan Sejarah Bung Hatta
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Fenomena Makelar Budaya Anggaran: Janji Manis yang Menggerus Integritas
News

Fenomena Makelar Budaya Anggaran: Janji Manis yang Menggerus Integritas

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama15 Januari 20263 menit baca
Fenomena Makelar Budaya Anggaran: Janji Manis yang Menggerus Integritas - Budayantara TV

Oleh : Masdjo Arifin -Founder Budayantara Digital Network (BDN)

Jakarta,- Budayantara.tv Di balik semangat memajukan kebudayaan nasional, terselip praktik lama yang tak kunjung usai: keberadaan makelar budaya anggaran. Mereka hadir dengan wajah ramah, membawa janji manis, dan menawarkan jalan pintas bagi komunitas, penggiat budaya, hingga pelaku seni untuk memperoleh kucuran dana dari pemerintah daerah maupun pusat.

Modusnya berulang dan nyaris seragam. Dengan mengatasnamakan “orang dalam”, “jalur khusus”, atau “kedekatan dengan pejabat”, para makelar ini meyakinkan calon penerima bahwa sebuah proyek budaya bisa dengan mudah lolos pendanaan bahkan dengan nilai anggaran yang lebih besar. Iming-iming kemudahan inilah yang kerap menjadi godaan, terutama bagi komunitas yang minim akses informasi dan lemah secara administratif.

Bayang-bayang Makelar di Institusi Budaya

Budayantara menilai tidak tertutup kemungkinan masih adanya oknum makelar yang berkelindan di sekitar kementerian atau dinas terkait. Mereka sering kali datang dari lingkungan yang mengatasnamakan penggiat budaya, namun sejatinya tidak memiliki kewenangan maupun tanggung jawab langsung terhadap proses pengalokasian anggaran ke daerah.

Meski demikian, peran mereka menyerupai perantara tak resmi menjembatani, mengatur, bahkan “mengondisikan” proyek budaya. Ironisnya, banyak penerima anggaran yang tidak memahami mekanisme resmi, sehingga tanpa sadar terjebak dan akhirnya menjadi korban praktik ini.

Akibatnya bukan hanya kerugian materi, tetapi juga rusaknya kepercayaan terhadap sistem pendanaan kebudayaan yang seharusnya menjunjung transparansi, akuntabilitas, dan keadilan.

Fenomena Makelar Proyek: Ancaman bagi Transparansi dan Efisiensi

Fenomena makelar proyek baik di sektor budaya maupun sektor lain merupakan ancaman serius bagi tata kelola pengadaan pemerintah. Praktik ini menciptakan ekosistem yang tidak sehat, di mana keputusan tidak lagi berbasis kualitas gagasan, manfaat publik, atau kompetensi pelaksana, melainkan pada siapa yang memiliki akses ke belakang layar.

Lebih jauh, keberadaan makelar memperpanjang rantai birokrasi informal yang rawan penyimpangan. Anggaran yang seharusnya digunakan sepenuhnya untuk kepentingan publik justru tergerus oleh biaya-biaya tak resmi, komitmen tersembunyi, dan konflik kepentingan.

Tersingkirnya Perusahaan Profesional

Dampak paling nyata dari praktik ini adalah tersingkirnya perusahaan dan pelaku profesional yang berintegritas. Mereka yang memiliki rekam jejak, kapasitas teknis, dan komitmen terhadap kualitas sering kali tidak memiliki ruang bersaing. Bukan karena kalah mutu, melainkan kalah dalam permainan non-prosedural yang berlangsung di balik layar.

Situasi ini tidak hanya merugikan pelaku usaha yang jujur, tetapi juga negara dan masyarakat luas. Proyek budaya berisiko dikerjakan secara asal-asalan, minim dampak, bahkan gagal mencapai tujuan pelestarian dan pengembangan kebudayaan itu sendiri.

Menata Ulang Ekosistem Pendanaan Budaya

Sudah saatnya ekosistem pendanaan budaya dibersihkan dari praktik percaloan. Transparansi informasi, literasi anggaran bagi komunitas budaya, serta keberanian institusi untuk menutup celah permainan makelar menjadi kunci utama.

Budaya tidak boleh dijadikan komoditas transaksi gelap. Ia adalah identitas, martabat, dan warisan bersama. Ketika anggaran budaya dikelola secara bersih dan profesional, maka yang tumbuh bukan hanya proyek, tetapi juga kepercayaan, kualitas, dan masa depan kebudayaan bangsa.

Makelar anggaran
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mbah Wahab, Wali Peradaban dan Napas Muktamar ke-35 NU di Tambakberas - Budayantara TV
News

Mbah Wahab, Wali Peradaban dan Napas Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

16 Agustus 20263 menit baca

Jombang – Budayantara.tv Ada sesuatu yang berbeda ketika Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) digelar di Pesantren Bahrul Ulum…

IKB Jabodetabek Meriahkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Karaoke Bernuansa Merah Putih - Budayantara TV
Event News

IKB Jabodetabek Meriahkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Karaoke Bernuansa Merah Putih

15 Agustus 20262 menit baca

Jakarta, — Budayantara.tv Semangat kemerdekaan terasa semakin meriah di tengah keluarga besar Ikatan Keluarga Besar (IKB) Jabodetabek. Dalam…

Menjelang HUT RI ke-81, Fadli Zon Perkuat Pelestarian Warisan Sejarah Bung Hatta - Budayantara TV
Kebangsaan News

Menjelang HUT RI ke-81, Fadli Zon Perkuat Pelestarian Warisan Sejarah Bung Hatta

15 Agustus 20262 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 202613 Agustus 2026
  2. IKB Jabodetabek Meriahkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Karaoke Bernuansa Merah Putih15 Agustus 2026
  3. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  4. Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina13 Agustus 2026
  5. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026

Rekomendasi untuk Anda

Fenomena Makelar Budaya Anggaran: Janji Manis yang Menggerus Integritas - Budayantara TVMbah Wahab, Wali Peradaban dan Napas Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
Fenomena Makelar Budaya Anggaran: Janji Manis yang Menggerus Integritas - Budayantara TVBudaya Merdeka: Membebaskan Pikiran, Merawat Keberagaman, dan Membangun Indonesia Berdaulat
Fenomena Makelar Budaya Anggaran: Janji Manis yang Menggerus Integritas - Budayantara TVIKB Jabodetabek Meriahkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Karaoke Bernuansa Merah Putih
Fenomena Makelar Budaya Anggaran: Janji Manis yang Menggerus Integritas - Budayantara TVMenjelang HUT RI ke-81, Fadli Zon Perkuat Pelestarian Warisan Sejarah Bung Hatta
Fenomena Makelar Budaya Anggaran: Janji Manis yang Menggerus Integritas - Budayantara TVGuru Besar Humaniora Temui Fadli Zon, Dorong Perguruan Tinggi Jadi Pilar Pemajuan Kebudayaan

Lokasi

📍 Jakarta 253📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber