Lewati ke konten
13 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat KemerdekaanMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung SejarahSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Di Balik Semboyan “Cintailah Produk-Produk Indonesia”: Kisah Perantau di Balik Kesuksesan Maspion
Icon News

Di Balik Semboyan “Cintailah Produk-Produk Indonesia”: Kisah Perantau di Balik Kesuksesan Maspion

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama4 Januari 20263 menit baca
Di Balik Semboyan “Cintailah Produk-Produk Indonesia”: Kisah Perantau di Balik Kesuksesan Maspion - Budayantara TV

Jakarta,- Budayantara.tv Tagline “Cintailah Produk-Produk Indonesia” begitu melekat di benak masyarakat. Kalimat sederhana itu kerap muncul dalam iklan-iklan Maspion, merek peralatan rumah tangga yang nyaris tak terpisahkan dari dapur dan rumah tangga Indonesia. Namun, di balik slogan nasionalistis tersebut, tersimpan kisah panjang seorang perantau yang memulai segalanya dari nol.

Sosok itu bernama Lin Xueshan, pria asal Fujian, Tiongkok. Seperti banyak perantau Tionghoa lainnya, ia meninggalkan kampung halaman demi mencari kehidupan yang lebih baik. Setelah berhari-hari terombang-ambing di ganasnya ombak samudera, Lin Xueshan akhirnya menjejakkan kaki di Surabaya. Di kota pelabuhan inilah, ia membangun hidup baru dan kelak dikenal dengan nama Alim Husin.

Dari Bengkel Sederhana hingga Industri Nasional

Menurut Leo Suryadinata dalam Southeast Asian Personalities of Chinese Descent: Biographical Dictionary (2012), Alim Husin memulai usahanya pada awal 1960-an dengan mendirikan UD Logam Djawa, sebuah usaha kecil yang memproduksi alat masak berbahan aluminium. Produk awalnya pun sederhana: kompor, ember, serta peralatan rumah tangga lainnya.

Tak hanya itu, Alim Husin juga membuka jasa perbaikan pompa air dan lampu petromaks. Dari bengkel sederhana di Surabaya, roda bisnis perlahan berputar. Di kota ini pula ia menikah dan dikaruniai seorang anak laki-laki tertua bernama Lin Wenguang.

Regenerasi dan Lahirnya Maspion

Lin Wenguang yang kemudian dikenal sebagai Alim Markus dipersiapkan secara serius untuk meneruskan usaha keluarga. Ia menempuh pendidikan bahasa asing, melanjutkan kuliah di Taiwan, hingga memperdalam ilmu bisnis di National University of Singapore (NUS).

Upaya itu membuahkan hasil. Pada 1971, ayah dan anak ini mendirikan usaha bernama Jin Feng, yang berarti “puncak emas”. Fokusnya tetap pada bisnis peralatan rumah tangga. Dalam buku 50 Great Business Ideas From Indonesia (2010), Muhammad Ma’ruf mencatat bahwa Markus menjabat sebagai direktur utama. Seiring waktu, Jin Feng bertransformasi menjadi Maspion.

Nama Maspion sendiri merupakan akronim dari Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional. Dari sinilah lahir komitmen kuat untuk menggaungkan semangat mencintai produk dalam negeri sebuah pesan yang konsisten digaungkan hingga hari ini.

Raja Peralatan Rumah Tangga Indonesia

Di tangan Alim Markus, Maspion berkembang pesat. Perusahaan ini memproduksi sekitar 7.000 jenis produk, menjadikannya raksasa industri peralatan rumah tangga di Indonesia. Mulai dari ember, kompor, pipa, hingga peralatan dapur lainnya diproduksi secara massal. Minimnya pesaing pada masa itu membuat produk Maspion merajai pasar.

Tak berhenti di pasar domestik, Maspion juga membuktikan bahwa produk Indonesia mampu bersaing secara global. Produk-produknya menembus pasar Amerika Serikat, Jepang, Australia, Eropa, hingga Timur Tengah. Bahkan pada 1995, Maspion mencatat keuntungan ekspor hingga US$ 100 juta dan berani membuka cabang di Kanada.

Ekspansi bisnis juga merambah sektor keuangan. Pada 1989, Maspion mendirikan Bank Maspion, menandai langkah diversifikasi yang semakin luas.

Gurita Bisnis Maspion Group

Kesuksesan Maspion mengantarkan Alim Markus masuk jajaran orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya diperkirakan mencapai US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,4 triliun. Kini, Maspion Group telah berkembang ke delapan sektor bisnis utama, mulai dari produk konsumen, material bangunan, perbankan, properti, hingga infrastruktur dan energi.

Sejumlah anak usaha Maspion Group antara lain Bank Maspion Indonesia, PT Indalex, PT Indal Aluminium Industry, PT Indal Gypsum Industry, PT Furukawa Indal Aluminium, PT Weilburger Coatings Indonesia, PT Maxim Housewares Indonesia, hingga kawasan industri Bumi Maspion.

Warisan Sebuah Semangat

Lebih dari sekadar merek, Maspion adalah simbol perjuangan, ketekunan, dan keyakinan bahwa produk dalam negeri mampu berdiri sejajar di pasar dunia. Dari perjalanan seorang perantau bernama Lin Xueshan hingga menjadi ikon industri nasional, semboyan “Cintailah Produk-Produk Indonesia” bukan sekadar slogan melainkan cerminan sejarah dan warisan semangat membangun negeri.**

Maspion Produk Indonesia
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan - Budayantara TV
Event Musik News

Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan

13 Agustus 20262 menit baca

Bogor, – Budayantanra.tv Semangat kemerdekaan bergema melalui alunan musik dan paduan suara generasi muda Indonesia dalam Konser Kemerdekaan…

Muktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah - Budayantara TV
News Tokoh

Muktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah

13 Agustus 20264 menit baca

Situbondo, — Budayantara.tv Di tengah perjalanan panjang Nahdlatul Ulama (NU), ada sejumlah momentum yang tidak sekadar tercatat sebagai…

Sekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11 - Budayantara TV
News

Sekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11

13 Agustus 20262 menit baca

Jakarta,– Budayantara.tv Agustus 2026 menjadi bulan yang istimewa bagi keluarga besar SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Di tengah…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  2. Kehidupan Suku Papua Pegunungan di Lembah Baliem – PAPUA4 Agustus 2025
  3. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  4. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  5. Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih26 Juli 2026

Rekomendasi untuk Anda

Di Balik Semboyan “Cintailah Produk-Produk Indonesia”: Kisah Perantau di Balik Kesuksesan Maspion - Budayantara TVIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan
Di Balik Semboyan “Cintailah Produk-Produk Indonesia”: Kisah Perantau di Balik Kesuksesan Maspion - Budayantara TVMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Di Balik Semboyan “Cintailah Produk-Produk Indonesia”: Kisah Perantau di Balik Kesuksesan Maspion - Budayantara TVSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11
Di Balik Semboyan “Cintailah Produk-Produk Indonesia”: Kisah Perantau di Balik Kesuksesan Maspion - Budayantara TVWarga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Di Balik Semboyan “Cintailah Produk-Produk Indonesia”: Kisah Perantau di Balik Kesuksesan Maspion - Budayantara TVTokoh Pendidikan Merauke Soroti Keberlanjutan Pendidikan, Dorong Penguatan PKBM hingga Kepastian Guru Honorer

Lokasi

📍 Jakarta 251📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber