Lewati ke konten
28 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong PribadiKampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Rumah Jengki: Warisan Arsitektur Visioner di Tengah Kota Jakarta
Lifestyle News

Rumah Jengki: Warisan Arsitektur Visioner di Tengah Kota Jakarta

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama30 Desember 20253 menit baca
Rumah Jengki: Warisan Arsitektur Visioner di Tengah Kota Jakarta - Budayantara TV

Jakarta,- Budayantara.tv Melintasi Jalan Pakubuwono, Kebayoran Baru, mata kita masih dapat menangkap siluet bangunan-bangunan tua yang berdiri kokoh di tengah modernitas Jakarta. Di antara deru kendaraan dan gedung-gedung tinggi, arsitektur era kolonial pascakemerdekaan ini seolah menjadi saksi bisu perjalanan panjang kota. Salah satu yang paling mencolok adalah Rumah Jengki, sebuah gaya arsitektur unik yang lahir dari semangat kebebasan dan pencarian identitas bangsa.

Lahir dari Eksperimen dan Keberanian

Rumah Jengki muncul pada era 1950–1960-an, masa transisi penting setelah Indonesia merdeka. Gaya ini digagas bukan oleh arsitek akademis, melainkan oleh para aannemer (kontraktor) dan ahli bangunan lokal, banyak di antaranya lulusan Sekolah Teknik atau STM peninggalan kolonial. Pada masa itu, jumlah sarjana arsitektur masih sangat terbatas. Justru keterbatasan inilah yang membuka ruang eksperimen luas bagi para praktisi lapangan.

Tanpa terikat pakem arsitektur Belanda yang kaku dan simetris, mereka menciptakan bentuk-bentuk baru yang lebih ekspresif, berani, dan kontekstual. Rumah Jengki menjadi simbol perlawanan halus terhadap kolonialisme—sebuah upaya melepaskan diri dari estetika lama dan menegaskan jati diri arsitektur Indonesia.

Asimetris, Miring, dan Sarat Perhitungan

Sekilas, Rumah Jengki tampak “nyeleneh”: atap miring tajam, dinding tidak sejajar, fasad asimetris, serta permainan sudut yang tak lazim. Namun di balik bentuknya yang unik, tersimpan perhitungan teknologi bangunan yang sangat serius.

Desain Rumah Jengki dirancang untuk merespons iklim tropis secara optimal. Atap miring dengan overstek panjang berfungsi menghalau panas matahari dan hujan. Bukaan jendela besar serta ventilasi silang memungkinkan sirkulasi udara alami yang efisien. Dinding tidak lurus bukan sekadar estetika, melainkan strategi untuk mengurangi paparan panas langsung. Semua ini menunjukkan kecerdasan adaptif para perancangnya dalam memahami lingkungan tropis Indonesia.

Kebayoran Baru dan Menteng: Jejak Kota Satelit Pertama

Sisa-sisa kejayaan Rumah Jengki masih dapat ditemui hingga kini, terutama di Kebayoran Baru, kawasan kota satelit pertama Jakarta yang dirancang dengan konsep modern pada masanya. Beberapa jalan seperti Jalan Martimbang dan Jalan Pakubuwono VI masih menyimpan deretan rumah Jengki yang relatif terjaga, menjadikannya spot menarik bagi pencinta sejarah dan arsitektur.

Selain Kebayoran Baru, kawasan elit Menteng juga menyimpan beberapa contoh Rumah Jengki, meskipun jumlahnya kian menyusut akibat alih fungsi dan renovasi yang kurang sensitif terhadap nilai sejarah.

Beradaptasi dengan Zaman: Dari Hunian ke Ruang Kreatif

Seiring perkembangan kota, banyak Rumah Jengki yang tidak lagi berfungsi sebagai hunian. Namun menariknya, sebagian besar bangunan ini tidak sepenuhnya hilang. Di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, bekas perumahan Peruri disulap menjadi M Bloc Space—sebuah pusat kreatif, kafe, dan ruang publik yang memanfaatkan bangunan Rumah Jengki sebagai elemen utamanya.

Alih fungsi ini dilakukan dengan tetap mempertahankan struktur dasar, bentuk atap, dan karakter fasad aslinya. Transformasi ini membuktikan bahwa Rumah Jengki tidak hanya relevan secara historis, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan ekonomi dan sosial masa kini.

Ciri Khas Rumah Jengki

Beberapa ciri utama Rumah Jengki antara lain:

Atap miring asimetris, sering kali berbentuk pelana terbalik atau sudut tajam.

Fasad tidak simetris, dengan permainan bidang dan sudut yang dinamis.

Bukaan jendela besar dan ventilasi silang untuk pendinginan alami.

Struktur sederhana namun fungsional, menyesuaikan dengan iklim tropis.

Minim ornamen, menekankan fungsi dan ekspresi bentuk.

Dalam kondisi aslinya, Rumah Jengki umumnya menggunakan material lokal seperti beton, kayu, dan batu alam, dengan tata ruang yang fleksibel dan pencahayaan alami maksimal.

Warisan Visioner yang Melampaui Zaman

Eksistensi Rumah Jengki adalah bukti bahwa arsitektur Indonesia pernah berada pada titik yang sangat visioner. Para perancangnya tidak hanya mengejar keindahan visual, tetapi juga menghadirkan solusi hunian yang cerdas, mandiri, dan kontekstual. Fenomena ini menunjukkan bahwa di masa lalu, kita mampu menciptakan standar arsitektur baru yang berani mendobrak pakem demi efisiensi dan kenyamanan hidup di tanah air.

Di tengah laju pembangunan modern yang kerap mengabaikan nilai sejarah, Rumah Jengki mengingatkan kita bahwa identitas arsitektur nasional pernah tumbuh dari keberanian untuk berbeda. Sebuah warisan yang layak dijaga, dirawat, dan terus diceritakan kepada generasi berikutnya.

Kebayoran Baru Rumah Jengki
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi - Budayantara TV
Budaya News

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi

28 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Menjelang peringatan lima abad Jakarta pada 22 Juni 2027, geliat menyambut momentum bersejarah itu mulai…

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber