Lewati ke konten
29 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Agung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Galau tentang Cinta, Batas, dan Keberanian untuk PergiNobar Indonesia vs Malaysia, Bebek Habibeat Hadirkan Suasana Kuliner dan KebersamaanLima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong PribadiKampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Kembang Api dan Tahun Baru 2026 : Tradisi Penuh Makna yang Kini Dimaknai Ulang
News

Kembang Api dan Tahun Baru 2026 : Tradisi Penuh Makna yang Kini Dimaknai Ulang

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama29 Desember 20252 menit baca
Kembang Api dan Tahun Baru 2026 : Tradisi Penuh Makna yang Kini Dimaknai Ulang - Budayantara TV

Oleh : Masdjo Arifin ( Founder Budayantara )

Jakarta,- Budayantara.tv Kembang api telah lama menjadi simbol yang nyaris tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru. Dentuman keras yang menggema di langit malam, disertai kilauan cahaya warna-warni, seolah menandai berakhirnya satu bab dan dimulainya harapan baru. Namun, di balik kemeriahan tersebut, kembang api menyimpan sejarah panjang dan makna yang lebih dalam dari sekadar hiburan.

Sejarah kembang api dapat ditelusuri hingga ribuan tahun lalu di Tiongkok kuno. Awalnya, kembang api diciptakan bukan untuk perayaan, melainkan sebagai sarana ritual. Bubuk mesiu bahan utama kembang api ditemukan secara tidak sengaja oleh para alkemis yang tengah mencari ramuan keabadian. Dari penemuan inilah lahir keyakinan bahwa ledakan cahaya dan suara keras mampu mengusir roh jahat serta membawa keberuntungan.

Seiring berjalannya waktu, kembang api mulai digunakan dalam berbagai perayaan penting, seperti festival musim semi, upacara keagamaan, hingga pernikahan. Tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah di Asia, Eropa, dan akhirnya dikenal luas di seluruh dunia sebagai simbol perayaan, termasuk dalam menyambut pergantian tahun.

Makna simbolis kembang api pun tetap melekat hingga kini. Cahaya terang dipercaya melambangkan harapan, sementara dentuman keras diyakini mampu menghalau energi negatif yang mungkin menyertai pergantian waktu. Dari keyakinan inilah muncul harapan bahwa tahun baru dapat dijalani dengan rasa aman, optimisme, dan keberuntungan.

Namun, memasuki pergantian Tahun Baru 2026, makna perayaan tersebut dimaknai secara berbeda. Pemerintah memutuskan untuk menyambut tahun baru tanpa pesta kembang api sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di sejumlah daerah, khususnya di wilayah Sumatera, yang tengah terdampak bencana alam. Kondisi kebatinan nasional pascabencana menuntut sikap solidaritas dan kepedulian bersama, sekaligus menjadi refleksi agar perayaan tidak dilakukan secara berlebihan di ruang publik.

Tanpa kembang api, bukan berarti suasana Tahun Baru kehilangan maknanya. Justru, perayaan dapat dihadirkan dengan cara yang lebih sederhana namun sarat nilai melalui doa bersama, kebersamaan keluarga, aksi solidaritas, atau refleksi diri atas perjalanan yang telah dilalui. Dalam kesederhanaan tersebut, esensi Tahun Baru sebagai momentum harapan dan kepedulian sosial justru terasa lebih kuat.

Pada akhirnya, Tahun Baru bukan tentang seberapa meriah langit dihiasi cahaya, melainkan tentang bagaimana manusia menyalakan harapan di tengah tantangan, serta berbagi empati demi masa depan yang lebih baik bersama.

Kembang api Tahun Baru 2026
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Agung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Galau tentang Cinta, Batas, dan Keberanian untuk Pergi - Budayantara TV
Musik News

Agung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Galau tentang Cinta, Batas, dan Keberanian untuk Pergi

28 September 20262 menit baca

Jakarta, — Budayantara. TV Tidak semua kisah cinta berakhir dengan bahagia. Ada hubungan yang justru meninggalkan luka, tekanan,…

Nobar Indonesia vs Malaysia, Bebek Habibeat Hadirkan Suasana Kuliner dan Kebersamaan - Budayantara TV
News

Nobar Indonesia vs Malaysia, Bebek Habibeat Hadirkan Suasana Kuliner dan Kebersamaan

28 September 20262 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Pertandingan Indonesia vs Malaysia pada Senin malam (28/9/2026) menjadi momentum bagi para pencinta sepak bola…

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi - Budayantara TV
Budaya News

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi

28 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Menjelang peringatan lima abad Jakarta pada 22 Juni 2027, geliat menyambut momentum bersejarah itu mulai…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber