Jakarta , — Budayantara.tv Sungai Ciliwung di kawasan Kalipasir, Jakarta Pusat, menjadi saksi sebuah peristiwa seni dan kemanusiaan yang sarat makna. Bertajuk “PRAY FOR SUMATERA: SIKLUS”, karya seniman Jefriandi Usman ini hadir sebagai respons atas rangkaian bencana alam yang kembali melanda Sumatera pada akhir 2025, mulai dari banjir bandang, longsor, hingga gempa bumi.Jumat (19/12/2025).
Acara ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sebuah gerakan kepedulian kolektif yang memadukan doa, ekspresi artistik, dan penggalangan dana bagi para korban bencana. “Siklus Pray for Sumatra” merefleksikan realitas pahit bencana yang terus berulang, sekaligus menjadi seruan moral untuk memutus siklus tersebut melalui kesadaran ekologis dan kebijakan lingkungan yang lebih berpihak pada alam dan manusia.
Dengan dramaturgi S. Metron Masdison, pertunjukan berlangsung khidmat namun menggugah. Aliran Sungai Ciliwung dipilih sebagai ruang artistik simbolik menggambarkan hubungan manusia, alam, dan dampak kerusakan lingkungan yang tak terpisahkan.

Sejumlah seniman lintas disiplin turut ambil bagian, di antaranya Cornelia Agatha, Derry Oktami, Piter Slayan, Haikal Baron, Alin Pontoh, Etty Kajol, Eka, Enci, Xena, Dela, Shasha, Riva, Poppy, Daniel, Sangkur, Aziz, Ucup, dan Davit. Acara dipandu oleh David Chalik sebagai host.
Salah satu momen paling menyentuh datang dari Cornelia Agatha melalui pembacaan puisi yang penuh empati.
“Pembacaan puisi malam ini adalah bagian dari kepedulian terhadap bencana yang terjadi di Sumatera. Saya melihat rekan-rekan seniman dan budayawan bersatu, bersama-sama menggalang dana dan harapan,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Institut Kesenian Jakarta, serta Yayasan Seni Budaya Jakarta (YSBJ). Dukungan tersebut menegaskan peran strategis seni dan budaya sebagai medium advokasi kemanusiaan dan lingkungan.
Melalui “SIKLUS”, seni tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tindakan nyata mengalirkan doa, kesadaran, dan solidaritas dari Ciliwung untuk Sumatera.**




