Lewati ke konten
13 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Muktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung SejarahSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi TerpilihTokoh Pendidikan Merauke Soroti Keberlanjutan Pendidikan, Dorong Penguatan PKBM hingga Kepastian Guru Honorer
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Istana Ajaib Kumitir, Jejak Megah Majapahit yang Muncul dari Perut Bumi
Budaya News

Istana Ajaib Kumitir, Jejak Megah Majapahit yang Muncul dari Perut Bumi

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama8 Desember 20253 menit baca📍 Mojokerto
Istana Ajaib Kumitir, Jejak Megah Majapahit yang Muncul dari Perut Bumi - Budayantara TV

Mojokerto — Budayantara.tv Di tengah hamparan sawah dan permukiman tenang Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, bumi seperti membuka rahasianya sendiri. Lapisan tanah yang terlelap selama berabad-abad tiba-tiba menguak keberadaan sebuah struktur raksasa bangunan bata berukuran tak lazim, parit keliling bak benteng istana, serta halaman luas bertingkat yang membentuk kompleks berukuran hampir satu hektare.

Inilah Situs Kumitir, sebuah kawasan purbakala yang kini disebut para arkeolog sebagai istana ajaib Majapahit. Sebutan yang terdengar puitis itu ternyata bukan sekadar kiasan. Temuan struktur megah yang muncul seolah utuh dari bawah tanah membuat para peneliti terperangah, menyebutnya “unik, misterius, dan seperti istana yang timbul dari perut bumi.”

Jejak Istana Bhre Wengker yang Hilang dalam Kabut Sejarah

Situs Kumitir diyakini sebagai bekas istana Bhre Wengker, tokoh penting dalam struktur kekuasaan Majapahit. Dugaan ini diperkuat oleh dua sumber: Naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca (1365) serta peta rekonstruksi para peneliti Belanda.

Meski tidak menyebut nama “Kumitir” secara langsung, Negarakertagama menggambarkan dengan rinci perjalanan Raja Hayam Wuruk ke kawasan timur Majapahit wilayah yang memiliki tembok besar, gerbang upacara, parit keliling, dan tempat pemujaan leluhur raja. Deskripsi itu ternyata cocok dengan temuan lapangan: talud bata raksasa, struktur berundak, serta lokasi yang berdekatan dengan Candi Gentong, sebuah titik penting dalam ritual kerajaan.

Keselarasan antara teks sastra abad ke-14 dan bukti arkeologis membuat para peneliti yakin: Kumitir adalah bagian dari kompleks suci Majapahit, khususnya terkait istana ajaib Bhre Wengker dan Bhre Daha, dua bangsawan tinggi yang memainkan peran penting pada masa Tribhuwana Tunggadewi.

Istana untuk Mencegah Perebutan Takhta

Catatan sejarah menyebutkan, istana Bhre Wengker dibangun pada masa Tribhuwana Tunggadewi, tak lama setelah wafatnya Jayanegara, raja kedua Majapahit. Tujuan pembangunannya bukan semata arkitektur megah, tetapi juga strategi politik. Istana itu digunakan untuk mencegah terjadinya perebutan kekuasaan antara Tribhuwana dengan adiknya sendiri, Bhre Daha.

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim menemukan teknik pembangunan gerbang yang menunjukkan betapa megahnya struktur masa lalu itu menegaskan bahwa Kumitir bukan sekadar permukiman, melainkan pusat kekuasaan dan ritual dalam jantung kerajaan.

Tempat Pendarmaan Mahesa Cempaka

Selain istana, Kumitir juga dipercaya sebagai tempat pendarmaan Mahesa Cempaka, tokoh penting keturunan Ken Arok dan Ken Dedes, sekaligus leluhur Raden Wijaya, pendiri Majapahit. Mahesa Cempaka wafat pada 1268 M, dan area Kumitir menjadi tempat penghormatan atas jasa-jasanya sebagai pemimpin kerajaan bawahan Singosari.

Istana Ajaib yang Muncul dari Tanah

Kini, setiap lapisan tanah yang tersingkap di Kumitir membuka bab demi bab sejarah Majapahit. Bata-batanya yang berukuran jauh lebih besar daripada standar Majapahit, parit keliling raksasa, hingga halaman luas berpola istana ritual, semuanya seakan membisikkan kembali kejayaan masa lalu.

Situs ini bukan hanya tinggalan arkeologi—ia adalah saksi bisu perjalanan politik, spiritual, dan budaya bangsa. Sebuah istana ajaib yang selama ratusan tahun tertidur, lalu bangkit kembali membawa kisah Majapahit ke permukaan.

Dan kini, Kumitir tidak lagi sekadar nama desa. Ia telah menjelma menjadi gerbang baru untuk memahami kebesaran salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara.**

Kerajaan Majapahit
📍 Mojokerto
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Muktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah - Budayantara TV
News Tokoh

Muktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah

13 Agustus 20264 menit baca

Situbondo, — Budayantara.tv Di tengah perjalanan panjang Nahdlatul Ulama (NU), ada sejumlah momentum yang tidak sekadar tercatat sebagai…

Sekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11 - Budayantara TV
News

Sekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11

13 Agustus 20262 menit baca

Jakarta,– Budayantara.tv Agustus 2026 menjadi bulan yang istimewa bagi keluarga besar SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Di tengah…

Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih - Budayantara TV
News

Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih

26 Juli 20262 menit baca

Bogor – Budayantara.tv Suasana penuh kebersamaan mewarnai pemilihan Ketua RW 18 Duta Mekar Asri, Dusun VI, Desa Cileungsi…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  2. Kehidupan Suku Papua Pegunungan di Lembah Baliem – PAPUA4 Agustus 2025
  3. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  4. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  5. Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih26 Juli 2026

Rekomendasi untuk Anda

Istana Ajaib Kumitir, Jejak Megah Majapahit yang Muncul dari Perut Bumi - Budayantara TVMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Istana Ajaib Kumitir, Jejak Megah Majapahit yang Muncul dari Perut Bumi - Budayantara TVSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11
Istana Ajaib Kumitir, Jejak Megah Majapahit yang Muncul dari Perut Bumi - Budayantara TVWarga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Istana Ajaib Kumitir, Jejak Megah Majapahit yang Muncul dari Perut Bumi - Budayantara TVTokoh Pendidikan Merauke Soroti Keberlanjutan Pendidikan, Dorong Penguatan PKBM hingga Kepastian Guru Honorer
Istana Ajaib Kumitir, Jejak Megah Majapahit yang Muncul dari Perut Bumi - Budayantara TVMPSI Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat Adat Papua, Peserta PKBM Wasur Dibekali Advokasi Non Litigasi dan Bantuan Pangan

Lokasi

📍 Jakarta 251📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber