Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Program Jumat Berkah Wartawan : Mari Kita Belajar Tentang Rasa Lapar Dari para Pemulung
Event News

Program Jumat Berkah Wartawan : Mari Kita Belajar Tentang Rasa Lapar Dari para Pemulung

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama5 Desember 20253 menit baca📍 Bekasi
Program Jumat Berkah Wartawan : Mari Kita Belajar Tentang Rasa Lapar Dari para Pemulung - Budayantara TV

Bekasi – Budayantara.tv Mari kita belajar tentang rasa lapar dari para pemulung. Mereka mengajarkan kepada kita untuk menghargai setiap makanan dan kesempatan.

Sebagian besar dari mereka bahkan mengaku bisa makan adalah kemewahan yang harus diperjuangkan dengan sangat keras.

Seperti pengakuan Nasiah Putri, salah satu pemulung binaan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, dia dan anak-anaknya seringkali harus menahan lapar.

Penghasilannya dari mengumpulkan rongsok dan barang bekas jauh dari cukup untuk sekedar bisa makan. Untuk makan sederhana sekalipun.

“Dulu kita bebas blusukan cari barang bekas. Sekarang kita sulit bergerak. Pemulung makin banyak, sampah sedikit. Sejak pandemi Covid-19 harga jual hasil pulungan turun,” ujar Nasiah Putri.

Kondisi tersebut, lanjut Nasiah, membuat dia dan keluarganya sering menahan lapar. Keluarga pemulung ini mengajarkan kepada kita tentang resilience (ketahanan), prioritas hidup, dan perjuangan bagaimana keluar dari kesulitan ekonomi dan lepas dari jerat kemiskinan.

Kondisi ini pula yang membuat kehadiran Tim PJBW (Program Jumat Berkah Wartawan) disambut suka cita oleh mereka. Melalui kegiatan kali ini Tim PJBW membagikan 100 boks nasi dan 100 botol air mineral.

Sejak di sekretariat Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, di Perumahan Kranggan Permai Jatisampurna Kota Bekasi, pembagian nasi boks dan air mineral disambut antusias oleh para pemulung.

Setelah itu, Tim PJBW diwakili wartawan senior Kelana Muda (Penasehat PJBW), serta didampingi Eddie Karsito, Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, bergerak mendatangi para pemulung di sepanjang jalan Transyogi Cibubur Jakarta – Cileungsi Bogor.

Di sepanjang jalan raya provinsi tersebut Tim PJBW kembali membagikan nasi boks dan air mineral kepada para pemulung, Jum’at (05/12/2025).

“Kisah mereka adalah pengingat kuat bahwa rasa lapar bukan hanya soal perut kosong, tetapi juga tentang keberanian menghadapi kekurangan demi harapan yang lebih besar,” ujar Kelana Muda, menanggapi spirit hidup para pemulung yang tetap semangat bertahan hidup dalam kemiskinan.

250 Pemulung Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan

Berdasarkan data Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, lebih dari 250 pemulung yang menjadi binaan lembaga nirlaba ini melakukan aktivitas sosial ekonomi di kawasan perbatasan antara wilayah Bekasi, Bogor, Depok Provinsi Jawa Barat, dan Cibubur Jakarta Timur ini.

Para pemulung ini terbagi dalam dua kategori, yaitu pemulung penduduk asli warga Kranggan Jatisampurna dan warga Cimanggis Depok dan Bogor. Kemudian para pemulung urban (pendatang) yang datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera.

Pemulung penduduk asli warga Kranggan Jatisampurna umumnya mereka memiliki rumah sendiri walau sederhana. Sementara pemulung pendatang ada yang tinggal di bawah kolong jembatan kali Sunter perbatasan Kota Depok dan Kota Bekasi.

“Ada juga yang tinggal di atas tanah makam Tarikolot Jatisampurna, Sebagian yang lain tinggal dikontrakan murah yang kadang jika tidak bisa membayar kontrakan tepat waktu diusir sama pemilik kontrakan. Mereka akhirnya tinggal di jalanan,” terang Eddie Karsito.

Jika dari hasil mengumpulkan rongsokan tidak memadai, tak jarang mereka bekerja serabutan. Antara lain jadi tukang parkir, mengamen, dan bahkan menjadi badut jalanan.

Orangtua Pemulung Anak Tetap Sekolah

Seorang ibu pemulung seperti Sarwina, rela mengorbankan kebutuhan diri, bahkan tidak makan, demi memastikan anak-anaknya bisa sekolah dan kelak harapannya memiliki masa depan lebih baik.

Sejak ditinggal mati suaminya enam tahun lalu, ia harus menghidupi tiga anaknya sendiri dengan profesi sebagai pemulung. Dengan pendapatan pas-pasan dia harus membuat prioritas bahwa pendidikan anak-anaknya ditempatkan di atas segala-galanya.

Hal ini membuat Sarwina mencari cara kreatif, seperti sekolah gratis agar anak-anaknya tetap bisa belajar, meski harus dicukupi seadanya. Anak-anaknya juga menunjukkan tekad luar biasa untuk tidak terperangkap dalam lingkaran kemiskinan.

“Percaya bahwa dengan ilmu, nasib bisa diubah. Walau kadang makan seadanya dari pemberian orang yang berbelas kasih kepada mereka,” ujar Eddie Karsito menceritakan kisi-kisi hidup keluarga pemulung binaannya.

Eddie Karsito mengatakan, dunia dewasa ini lapar tidak saja soal perut, tapi lapar akan kasih, lapar untuk dicintai. Kemiskinan, kata dia, tidak hanya kurang makan, tetapi lebih dari itu, kemiskinan yang mengerikan soal martabat manusia.

“Kita perlu mencintai dan menjadi pribadi bagi sesama yang lain. Kemiskinan diantaranya muncul karena persoalan ketidak-adilan, ketamakan yang mengekang. Kita gagal membangun solidaritas. Kita perlu lebih banyak gerakan solidaritas seperti Program Jumat Berkah Wartawan ini,” tegas Eddie Karsito./***

PJBW
📍 Bekasi
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber