Lewati ke konten
13 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat KemerdekaanMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung SejarahSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Program Jumat Berkah Wartawan : Mari Kita Belajar Tentang Rasa Lapar Dari para Pemulung
Event News

Program Jumat Berkah Wartawan : Mari Kita Belajar Tentang Rasa Lapar Dari para Pemulung

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama5 Desember 20253 menit baca📍 Bekasi
Program Jumat Berkah Wartawan : Mari Kita Belajar Tentang Rasa Lapar Dari para Pemulung - Budayantara TV

Bekasi – Budayantara.tv Mari kita belajar tentang rasa lapar dari para pemulung. Mereka mengajarkan kepada kita untuk menghargai setiap makanan dan kesempatan.

Sebagian besar dari mereka bahkan mengaku bisa makan adalah kemewahan yang harus diperjuangkan dengan sangat keras.

Seperti pengakuan Nasiah Putri, salah satu pemulung binaan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, dia dan anak-anaknya seringkali harus menahan lapar.

Penghasilannya dari mengumpulkan rongsok dan barang bekas jauh dari cukup untuk sekedar bisa makan. Untuk makan sederhana sekalipun.

“Dulu kita bebas blusukan cari barang bekas. Sekarang kita sulit bergerak. Pemulung makin banyak, sampah sedikit. Sejak pandemi Covid-19 harga jual hasil pulungan turun,” ujar Nasiah Putri.

Kondisi tersebut, lanjut Nasiah, membuat dia dan keluarganya sering menahan lapar. Keluarga pemulung ini mengajarkan kepada kita tentang resilience (ketahanan), prioritas hidup, dan perjuangan bagaimana keluar dari kesulitan ekonomi dan lepas dari jerat kemiskinan.

Kondisi ini pula yang membuat kehadiran Tim PJBW (Program Jumat Berkah Wartawan) disambut suka cita oleh mereka. Melalui kegiatan kali ini Tim PJBW membagikan 100 boks nasi dan 100 botol air mineral.

Sejak di sekretariat Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, di Perumahan Kranggan Permai Jatisampurna Kota Bekasi, pembagian nasi boks dan air mineral disambut antusias oleh para pemulung.

Setelah itu, Tim PJBW diwakili wartawan senior Kelana Muda (Penasehat PJBW), serta didampingi Eddie Karsito, Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, bergerak mendatangi para pemulung di sepanjang jalan Transyogi Cibubur Jakarta – Cileungsi Bogor.

Di sepanjang jalan raya provinsi tersebut Tim PJBW kembali membagikan nasi boks dan air mineral kepada para pemulung, Jum’at (05/12/2025).

“Kisah mereka adalah pengingat kuat bahwa rasa lapar bukan hanya soal perut kosong, tetapi juga tentang keberanian menghadapi kekurangan demi harapan yang lebih besar,” ujar Kelana Muda, menanggapi spirit hidup para pemulung yang tetap semangat bertahan hidup dalam kemiskinan.

250 Pemulung Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan

Berdasarkan data Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, lebih dari 250 pemulung yang menjadi binaan lembaga nirlaba ini melakukan aktivitas sosial ekonomi di kawasan perbatasan antara wilayah Bekasi, Bogor, Depok Provinsi Jawa Barat, dan Cibubur Jakarta Timur ini.

Para pemulung ini terbagi dalam dua kategori, yaitu pemulung penduduk asli warga Kranggan Jatisampurna dan warga Cimanggis Depok dan Bogor. Kemudian para pemulung urban (pendatang) yang datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera.

Pemulung penduduk asli warga Kranggan Jatisampurna umumnya mereka memiliki rumah sendiri walau sederhana. Sementara pemulung pendatang ada yang tinggal di bawah kolong jembatan kali Sunter perbatasan Kota Depok dan Kota Bekasi.

“Ada juga yang tinggal di atas tanah makam Tarikolot Jatisampurna, Sebagian yang lain tinggal dikontrakan murah yang kadang jika tidak bisa membayar kontrakan tepat waktu diusir sama pemilik kontrakan. Mereka akhirnya tinggal di jalanan,” terang Eddie Karsito.

Jika dari hasil mengumpulkan rongsokan tidak memadai, tak jarang mereka bekerja serabutan. Antara lain jadi tukang parkir, mengamen, dan bahkan menjadi badut jalanan.

Orangtua Pemulung Anak Tetap Sekolah

Seorang ibu pemulung seperti Sarwina, rela mengorbankan kebutuhan diri, bahkan tidak makan, demi memastikan anak-anaknya bisa sekolah dan kelak harapannya memiliki masa depan lebih baik.

Sejak ditinggal mati suaminya enam tahun lalu, ia harus menghidupi tiga anaknya sendiri dengan profesi sebagai pemulung. Dengan pendapatan pas-pasan dia harus membuat prioritas bahwa pendidikan anak-anaknya ditempatkan di atas segala-galanya.

Hal ini membuat Sarwina mencari cara kreatif, seperti sekolah gratis agar anak-anaknya tetap bisa belajar, meski harus dicukupi seadanya. Anak-anaknya juga menunjukkan tekad luar biasa untuk tidak terperangkap dalam lingkaran kemiskinan.

“Percaya bahwa dengan ilmu, nasib bisa diubah. Walau kadang makan seadanya dari pemberian orang yang berbelas kasih kepada mereka,” ujar Eddie Karsito menceritakan kisi-kisi hidup keluarga pemulung binaannya.

Eddie Karsito mengatakan, dunia dewasa ini lapar tidak saja soal perut, tapi lapar akan kasih, lapar untuk dicintai. Kemiskinan, kata dia, tidak hanya kurang makan, tetapi lebih dari itu, kemiskinan yang mengerikan soal martabat manusia.

“Kita perlu mencintai dan menjadi pribadi bagi sesama yang lain. Kemiskinan diantaranya muncul karena persoalan ketidak-adilan, ketamakan yang mengekang. Kita gagal membangun solidaritas. Kita perlu lebih banyak gerakan solidaritas seperti Program Jumat Berkah Wartawan ini,” tegas Eddie Karsito./***

PJBW
📍 Bekasi
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan - Budayantara TV
Event Musik News

Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan

13 Agustus 20262 menit baca

Bogor, – Budayantanra.tv Semangat kemerdekaan bergema melalui alunan musik dan paduan suara generasi muda Indonesia dalam Konser Kemerdekaan…

Muktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah - Budayantara TV
News Tokoh

Muktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah

13 Agustus 20264 menit baca

Situbondo, — Budayantara.tv Di tengah perjalanan panjang Nahdlatul Ulama (NU), ada sejumlah momentum yang tidak sekadar tercatat sebagai…

Sekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11 - Budayantara TV
News

Sekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11

13 Agustus 20262 menit baca

Jakarta,– Budayantara.tv Agustus 2026 menjadi bulan yang istimewa bagi keluarga besar SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Di tengah…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  2. Kehidupan Suku Papua Pegunungan di Lembah Baliem – PAPUA4 Agustus 2025
  3. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  4. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  5. Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih26 Juli 2026

Rekomendasi untuk Anda

Program Jumat Berkah Wartawan : Mari Kita Belajar Tentang Rasa Lapar Dari para Pemulung - Budayantara TVIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan
Program Jumat Berkah Wartawan : Mari Kita Belajar Tentang Rasa Lapar Dari para Pemulung - Budayantara TVMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Program Jumat Berkah Wartawan : Mari Kita Belajar Tentang Rasa Lapar Dari para Pemulung - Budayantara TVSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11
Program Jumat Berkah Wartawan : Mari Kita Belajar Tentang Rasa Lapar Dari para Pemulung - Budayantara TVWarga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Program Jumat Berkah Wartawan : Mari Kita Belajar Tentang Rasa Lapar Dari para Pemulung - Budayantara TVTokoh Pendidikan Merauke Soroti Keberlanjutan Pendidikan, Dorong Penguatan PKBM hingga Kepastian Guru Honorer

Lokasi

📍 Jakarta 251📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber