Jakarta, — Budayantara.tv Suasana haru menyelimuti Gedung Persatuan Karyawan Film dan Televisi (KFT) Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (5/12). Keluarga besar insan perfilman berkumpul untuk menggelar doa bersama memperingati 40 hari wafatnya Gunawan Paggaru, sutradara sekaligus tokoh penting yang selama puluhan tahun mendedikasikan hidupnya bagi perkembangan industri film Indonesia.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua Umum KFT Indonesia, Indrayanto Kurniawan, yang menyampaikan penghargaan mendalam atas kiprah almarhum selama puluhan tahun di dunia sinema. Ia menekankan bahwa Gunawan merupakan figur yang bukan hanya kreatif, tetapi juga memahami manajemen industri film secara menyeluruh.

Doa dan tahlil kemudian dipimpin oleh K.H. Ahmad Mukhlis Fadlil, Pengasuh Ponpes As Sholihin Al Abror Rorotan, bersama Ustadz Zarkoni dari LESBUMI NU Jakarta serta alumni santri dari Babakan Ciwaringin Cirebon dan Ponpes Kebon Jambu. Keluarga besar KFT Indonesia turut hadir sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang pernah memimpin mereka.
Jejak Perjalanan Gunawan Paggaru
Gunawan Paggaru telah berkecimpung di dunia film sejak tahun 1990-an. Namun jauh sebelumnya, pada tahun 1984, ia sudah aktif bergabung dalam kelompok Kerja Film Teater Populer sebagai penulis skenario. Bakat dan kepiawaiannya membuatnya dipercaya oleh maestro perfilman Indonesia, Teguh Karya, sebagai editor.
Pada awal 1990-an, Gunawan mendirikan rumah produksi Kino Lima. Melalui rumah produksi ini, ia melahirkan film layar lebar Potret yang tayang di Festival Film Indonesia (FFI) 1993 dan berhasil mengantongi 13 nominasi prestasi besar bagi karya perdana sebuah PH baru.
Film dokumenter perdananya, Pacu Jalur, juga masuk nominasi FFI 1992. Selain itu, ia pernah mendapatkan nominasi sebagai pendesain poster terbaik pada FFI 1993 serta editor terbaik dalam Festival Sinetron Indonesia 1998.
Karya-karya sutradaranya seperti ISSUE, Syahadat Cinta, Daun Penjaga Mata Air, hingga Mata Pena Mata Hati Raja Ali Haji menegaskan posisinya sebagai sineas yang konsisten menghadirkan karya bertema sosial, budaya, dan kemanusiaan.
Tokoh Penting Perfilman Indonesia
Hingga akhir hayatnya, Gunawan menjabat sebagai Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) periode 2022–2026. Ia juga pernah memimpin KFT Indonesia periode 2019–2024. Tidak berlebihan jika banyak pihak menyebut almarhum sebagai figur yang turut membentuk fondasi perkembangan industri film modern Indonesia.
Kehilangan Gunawan Paggaru meninggalkan duka mendalam bagi dunia perfilman. Namun dedikasi, gagasan, serta karya-karyanya akan terus menjadi inspirasi bagi generasi baru sineas tanah air.**




