Jakarta, — Budayantara.tv Upaya pelestarian literasi masa lampau kembali menjadi fokus perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Pendataan dan Diskusi Konsultatif Naskah Kuno di DKI Jakarta dengan tajuk “Kitab Al Fatawi & Pusparagam Naskah Warisan Skriptorium Pecenongan”, bertempat di Perpustakaan Jakarta, Cikini, Rabu (26/11/2025), pukul 08.30 WIB.
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memetakan dan memperkaya pengetahuan mengenai keberadaan naskah-naskah kuno yang pernah berkembang di Jakarta, khususnya warisan skriptorium kawasan Pecenongan yang dikenal sebagai salah satu pusat intelektual pada masa Batavia tempo dulu.
Sambutan Kepala Dinas: Pelestarian sebagai Tanggung Jawab Kolektif
Acara dibuka oleh Dr. Nasruddin Djoko Surjono, S.IP, S.T, M.SE, MBA, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendataan naskah kuno sangat penting untuk menjaga kesinambungan sejarah literasi Jakarta.

“Pelestarian naskah kuno bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama sebagai pewaris budaya. Melalui pendataan yang akurat dan diskusi yang komprehensif, kita berharap pengetahuan tentang naskah-naskah berharga ini dapat terus hidup dan dimanfaatkan oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Diskusi yang Menghadirkan Para Ahli Filologi dan Budaya
Diskusi konsultatif ini menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidang filologi, sastra, dan sejarah naskah Nusantara, yaitu.RB Abi Munawir Almadani Mertakusuma,Oci Hendra Satria dan
Fathurrochman Karyadi.
Para narasumber mengulas berbagai aspek naskah kuno Jakarta, mulai dari konteks sejarah, kondisi fisik, hingga urgensi digitalisasi. Salah satu sorotan adalah pembahasan mengenai Kitab Al Fatawi serta ragam naskah yang tercipta di pusat penyalinan naskah di wilayah Pecenongan, yang pada masa lalu dihuni banyak ulama, juru tulis, dan penerjemah.
Upaya Menyelamatkan Jejak Intelektual Jakarta
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menyatukan data dari berbagai pihak, termasuk pemilik naskah, peneliti, dan lembaga kebudayaan, guna memperkuat katalog naskah kuno Jakarta yang selama ini berserak dan belum terdokumentasi secara menyeluruh.
Dispusip DKI Jakarta berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan dan menjadi jembatan bagi kolaborasi lebih luas dalam pelestarian warisan intelektual Betawi dan Jakarta.**




