Lewati ke konten
13 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Muktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung SejarahSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi TerpilihTokoh Pendidikan Merauke Soroti Keberlanjutan Pendidikan, Dorong Penguatan PKBM hingga Kepastian Guru Honorer
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Reog Islami Meriahkan Apel Besar Hari Santri Nasional di Ponorogo
Budaya Event News

Reog Islami Meriahkan Apel Besar Hari Santri Nasional di Ponorogo

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama22 Oktober 20252 menit baca📍 Ponorogo
Reog Islami Meriahkan Apel Besar Hari Santri Nasional di Ponorogo - Budayantara TV

Ponorogo – Budayantara.tv Ada yang istimewa di Apel Akbar Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Alun-Alun Ponorogo, Rabu (22/10/2025). Pasalnya, tampil grup reog dengan konsep Islami binaan Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PCNU Ponorogo.

Pertunjukan reog garapan Lesbumi itu berkekuatan 20 personel. Kendati termasuk versi kecil, namun tetap mengikuti format reog festival dengan dua dadak merak, bujangganong, penari jathil, dan barisan warok. Para penari jathil tampak mengenakan jilbab seragam berkelir hitam.

“Dari sisi busana, kami menjaga prinsip kesopanan dan nilai-nilai syariat yang wajib menutup aurat,” kata Ahmad Sauji, Ketua Lesbumi PCNU Ponorogo.

Menurut Mbah Jenggo –sapaan Ahmad Sauji–garapan pertunjukan reog itu menggambarkan perlawanan kaum santri terhadap penjajah yang sudah muncul jauh sebelum masa kemerdekaan.

“Pada masa perjuangan Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, dan Geger Cilegon, sudah ada dukungan para santri,” terangnya.

Dengan durasi penampilan selama 20 menit, disimbolkan latihan bela diri di pesantren. Selain itu, pasukan berkuda maju ke medan perang sebagai lambang semangat juang santri menuju Resolusi Jihad yang merupakan seruan KH Hasyim Asy’ari—ulama pendiri Nahdlatul Ulama (NU)—pada 22 Oktober 1945.

“Menggambarkan perjuangan santri dalam kemasan pola tari Reog Ponorogo,” jelas Mbah Jenggo.

Dia mengungkapkan, para penari merupakan pelajar dari sejumlah lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Sanggar Lesbumi yang selama ini aktif berada di SMK Wahid Hasyim dan SMP Ma’arif. Beberapa penampil berasal dari Grup Reog Ki Ageng Mirah yang ikut Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXX beberapa waktu lalu.

“Ciri khas NU terasa dari lagu Yalal Wathon dengan iringan gamelan reog yang liriknya ciptaan KH Abdul Wahab Chasbullah,” ujarnya.

Meski masih mempertahankan format klasik, Lesbumi membuka peluang pengembangan aransemen gamelan reog. Karena itu, pihaknya setiap tahun membuka rekrutmen dan diklat bagi sanggar-sanggar binaan.

“Sebagai bagian dari upaya regenerasi pelaku seni di lingkungan Lesbumi Ponorogo. Baik seni reog, sastra, maupun teater,” ungkap Mbah Jenggo.
Rekrutmen dan diklat itu ditutup dengan pentas perdana pada Desember bertepatan dengan Haul Gus Dur. Seni dan budaya sejatinya memiliki makna mendalam bagi kalangan santri. Reog tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media dakwah dan sarana menyampaikan pesan moral.

“Bagi kami, seni itu rasa dan budaya juga rasa. Santri memandang reog sebagai bagian dari budaya, bukan sekadar hiburan,” imbuh Mbah Jenggo.

Dia sempat mengenang sejarah Lesbumi Ponorogo yang pernah memiliki kiprah besar dalam kesenian Reog Ponorogo di bawah komando almarhum Mbah Mujab Thohir.

“Lesbumi Ponorogo sempat vakum sebelum akhirnya dihidupkan lagi beberapa tahun terakhir,” ucapnya.

“Intinya kami berusaha menjaga budaya tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat Islam. Kalau terkait batasan gerakan, tata busana, atau hal-hal yang menyangkut syariat, kami selalu merujuk pada fatwa dari LBM (Lembaga Bahtsul Masail). Jadi semuanya tetap dalam koridor yang sesuai ajaran Islam,” pungkasnya.(bud)

HSN 2025 Lesbumi NU Ponorogo
📍 Ponorogo
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Muktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah - Budayantara TV
News Tokoh

Muktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah

13 Agustus 20264 menit baca

Situbondo, — Budayantara.tv Di tengah perjalanan panjang Nahdlatul Ulama (NU), ada sejumlah momentum yang tidak sekadar tercatat sebagai…

Sekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11 - Budayantara TV
News

Sekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11

13 Agustus 20262 menit baca

Jakarta,– Budayantara.tv Agustus 2026 menjadi bulan yang istimewa bagi keluarga besar SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Di tengah…

Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih - Budayantara TV
News

Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih

26 Juli 20262 menit baca

Bogor – Budayantara.tv Suasana penuh kebersamaan mewarnai pemilihan Ketua RW 18 Duta Mekar Asri, Dusun VI, Desa Cileungsi…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  2. Kehidupan Suku Papua Pegunungan di Lembah Baliem – PAPUA4 Agustus 2025
  3. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  4. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  5. Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih26 Juli 2026

Rekomendasi untuk Anda

Reog Islami Meriahkan Apel Besar Hari Santri Nasional di Ponorogo - Budayantara TVMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Reog Islami Meriahkan Apel Besar Hari Santri Nasional di Ponorogo - Budayantara TVSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11
Reog Islami Meriahkan Apel Besar Hari Santri Nasional di Ponorogo - Budayantara TVWarga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Reog Islami Meriahkan Apel Besar Hari Santri Nasional di Ponorogo - Budayantara TVTokoh Pendidikan Merauke Soroti Keberlanjutan Pendidikan, Dorong Penguatan PKBM hingga Kepastian Guru Honorer
Reog Islami Meriahkan Apel Besar Hari Santri Nasional di Ponorogo - Budayantara TVMPSI Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat Adat Papua, Peserta PKBM Wasur Dibekali Advokasi Non Litigasi dan Bantuan Pangan

Lokasi

📍 Jakarta 251📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber