Lewati ke konten
13 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat KemerdekaanMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung SejarahSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Rebana Biang Pusaka Ciganjur: Jejak Langkah Sang Maha Guru Rebana di Tanah Betawi
Video

Rebana Biang Pusaka Ciganjur: Jejak Langkah Sang Maha Guru Rebana di Tanah Betawi

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama2 Agustus 20253 menit baca
Rebana Biang Pusaka Ciganjur: Jejak Langkah Sang Maha Guru Rebana di Tanah Betawi - Budayantara TV

Jakarta,- Budayantara.tv Di sudut selatan Jakarta, tepatnya di kawasan Ciganjur, masih berdentum irama rebana yang menggema tak sekadar sebagai hiburan, tetapi sebagai warisan suci yang membawa napas sejarah dan spiritualitas. Di balik dentuman alat musik tradisional ini, berdirilah sosok karismatik bernama Wan Abdurrahman, generasi keempat dari Rebana Biang Pusaka Ciganjur, sekaligus penerus pusaka dari tokoh legendaris yang dikenal sebagai Pak Kumis bin Kandang—sosok yang diyakini sebagai maha guru rebana di tanah Betawi.

Pak Kumis bin Kandang bukan sekadar penyebar musik tradisional. Ia diyakini sebagai seorang waliyullah, keturunan dari Sheikh Maulana Hasanuddin, Sultan Banten, yang membawa rebana dari Banten menuju jantung budaya Betawi. Konon, ia memperkenalkan rebana kepada masyarakat lokal pada awal abad ke-18, jauh sebelum kesenian ini dikenal luas di Jakarta. Setiap bulan Maulid, keluarga besar Rebana Biang Pusaka bersama warga sekitar rutin menziarahi makamnya sebagai bentuk penghormatan dan spiritualitas yang hidup.

Rebana dan Ruh Islam dalam Budaya Betawi

Rebana dalam budaya Betawi bukan hanya seni musik, melainkan juga medium spiritual. Ia hadir dalam berbagai bentuk Rebana Ketimpring, Rebana Qasidah, Rebana Dor, Rebana Maulid, Rebana Hadroh, dan yang paling unik: Rebana Biang. Istimewanya, Rebana Biang berakar dari budaya Islam dan kuat dipengaruhi oleh tradisi Banten, terutama karena wilayah penyebarannya banyak berada di kawasan pinggiran selatan Jakarta mulai dari Tebet, Jagakarsa, hingga Bojong Gede.

Dalam sejarahnya, ada berbagai versi tentang bagaimana Rebana Biang masuk ke Jakarta. Ada yang mengatakan ia dibawa oleh pasukan Mataram di bawah komando Sultan Agung. Namun versi paling kuat dan dipercaya oleh komunitas Rebana Biang Pusaka adalah bahwa Pak Kumis lah yang membawanya dari Banten sekitar tahun 1860-an.

Grup Terakhir di Jakarta: Rebana Biang Pusaka Ciganjur

Di era modern yang serba digital, keberadaan Rebana Biang di Jakarta nyaris punah. Namun, di Ciganjur, Grup Rebana Biang PUSAKA yang dipimpin oleh H. Abdurrahman, seorang pensiunan PNS yang juga ayah dari Wan Abdurrahman, masih menjaga nyala semangat kesenian ini. Di tengah modernisasi kota, Rebana Biang Pusaka tetap tampil di berbagai acara baik keagamaan maupun hajatan dan tetap digandrungi masyarakat lokal.

Bahkan anak-anak pun turut larut dalam pertunjukan, sementara keluarga besar grup tersebut juga terlibat sebagai penggarap, pemain, dan penonton. Daya tarik utama pertunjukan ini adalah adanya Tari Belenggo, tari tradisional berbasis seni main Pukul Betawi, yang menjadikan pertunjukan ini bukan hanya musik, tapi peristiwa budaya yang utuh.

Anatomi Rebana Biang

Uniknya, Rebana Biang tak hanya satu jenis. Ia terdiri dari beberapa komponen dengan ukuran dan fungsi berbeda:

Gendung (diameter ± 30 cm)

Kotek (± 60 cm)

Biang (± 90 cm – paling besar dan paling berat)

Kecrek – alat ritmis yang melengkapi ketukan

Pertunjukan biasanya diawali dengan terompet tradisional sebagai pemimpin melodi, lalu dilanjutkan dengan lagu-lagu berbahasa Arab, Betawi, dan Sunda. Lagu-lagu tersebut bisa berbentuk vokal maupun instrumental, dan kerap kali mengiringi teater rakyat seperti Belantek, atau tarian khas seperti Tari Belenggo.

Menjaga Pusaka, Menjaga Jiwa Budaya

Kini, Rebana Biang bukan sekadar warisan, tapi bentuk perlawanan terhadap kepunahan budaya. Hanya satu grup Rebana Biang yang tersisa di Jakarta Grup Rebana Biang Pusaka Ciganjur. Namun dengan semangat lintas generasi yang dijaga oleh keluarga besar Pak Kumis bin Kandang, rebana ini masih terus menggaungkan nilai-nilai spiritual, budaya, dan sejarah.

Dalam tiap dentumannya, Rebana Biang membawa pesan: bahwa budaya Betawi bukan hanya milik masa lalu, tapi hidup, bernapas, dan terus tumbuh bersama mereka yang setia merawatnya.(Djo)

Rebana Biang
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

IMG?
Event Kebangsaan News Video

HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor

26 Juli 20261 menit baca

https://youtu.be/1aU6YL3Z6ns

Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35” - Budayantara TV
Podcast Video

Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”

26 Juli 20261 menit baca

https://youtu.be/tCY7flndGr8?si=kKyhmdhIhaZCg0gq

IMG?
Video

suara kaum betawi, pandangan advokat muda terhadap betawi part 2

26 Juli 20261 menit baca

Tonton video selengkapnya di: https://www.youtube.com/watch?v=nvaYzpqDXMw Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=nvaYzpqDXMw

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  2. Kehidupan Suku Papua Pegunungan di Lembah Baliem – PAPUA4 Agustus 2025
  3. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  4. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  5. Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih26 Juli 2026

Rekomendasi untuk Anda

Rebana Biang Pusaka Ciganjur: Jejak Langkah Sang Maha Guru Rebana di Tanah Betawi - Budayantara TVIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan
Rebana Biang Pusaka Ciganjur: Jejak Langkah Sang Maha Guru Rebana di Tanah Betawi - Budayantara TVMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Rebana Biang Pusaka Ciganjur: Jejak Langkah Sang Maha Guru Rebana di Tanah Betawi - Budayantara TVSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11
Rebana Biang Pusaka Ciganjur: Jejak Langkah Sang Maha Guru Rebana di Tanah Betawi - Budayantara TVWarga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Rebana Biang Pusaka Ciganjur: Jejak Langkah Sang Maha Guru Rebana di Tanah Betawi - Budayantara TVTokoh Pendidikan Merauke Soroti Keberlanjutan Pendidikan, Dorong Penguatan PKBM hingga Kepastian Guru Honorer

Lokasi

📍 Jakarta 251📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber