Jakarta, – Budayantara.tv Industri perfilman Indonesia tengah menghadapi babak baru. Di tengah dominasi genre horor dan drama yang masih kuat di layar lebar, muncul peluang besar untuk mengeksplorasi genre lain yang lebih beragam, mulai dari psychological thriller, science fiction (Sci-Fi), hingga action.
Persoalan tersebut akan menjadi fokus dalam kegiatan Diskusi Umum dan Sharing Session PATFI 2026 bertajuk “Indonesian Film Outlook 2027”, yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Tenaga Ahli Televisi dan Film Indonesia (PATFI) bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Mengangkat tema “Melampaui Dominasi Horor dan Drama: Potensi Eksplorasi Genre Non-Dominan (Psychological Thriller, Sci-Fi, & Action) dalam Tren Perfilman Indonesia”, forum ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus membaca arah perkembangan industri film nasional menjelang 2027.
Diskusi akan menghadirkan tiga sutradara film, yakni Ivan Bandhito, Ozan Ruz, dan Lutfi Anas. Ketiganya akan berbagi pengalaman, perspektif kreatif, serta pandangan mengenai tantangan dan peluang mengembangkan genre film di luar arus utama.
Forum ini juga menghadirkan Ketua Umum PATFI, Adisurya Abdy, sebagai bagian dari dialog mengenai masa depan perfilman Indonesia. Diskusi akan dipandu moderator Albaransyah Yusuf.
Adisurya Aby selaku Ketum PATFI Lebih dari sekadar pertemuan insan perfilman, kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong keberanian kreator Indonesia dalam menghadirkan cerita-cerita baru, pendekatan sinematik yang segar, serta karya yang memiliki daya saing lebih luas.
“Selama ini, horor dan drama menjadi dua genre yang memiliki tempat kuat dalam industri film nasional. Namun, perkembangan selera penonton, kemajuan teknologi produksi, serta terbukanya pasar distribusi digital menghadirkan kesempatan bagi genre psychological thriller, Sci-Fi, dan action untuk berkembang lebih jauh”.kata Adisurya.Jumat (6/11/2026).
Tantangannya bukan semata-mata memproduksi film dengan genre berbeda, melainkan membangun kekuatan cerita, kualitas produksi, keberanian bereksperimen, dan karakter sinema Indonesia yang memiliki identitas tersendiri.
Kegiatan Indonesian Film Outlook 2027 dijadwalkan berlangsung pada
Sabtu, 7 November 2026.Dikota Backyard Social Space, Cipete, Jakarta Selatan.
Melalui forum ini, PATFI diharapkan dapat memperkuat ekosistem perfilman nasional dengan mempertemukan para praktisi, sutradara, tenaga ahli, dan pemerhati film dalam satu ruang dialog yang produktif.
Sebab, masa depan perfilman Indonesia tidak hanya ditentukan oleh genre yang sedang populer, tetapi juga oleh keberanian para sineas untuk menciptakan perspektif baru, menggali cerita yang belum tersentuh, dan membawa karya Indonesia menuju panggung perfilman dunia.
Indonesian Film Outlook 2027 menjadi ajakan untuk melihat lebih jauh: bukan hanya film apa yang laku hari ini, melainkan film seperti apa yang akan membentuk masa depan sinema Indonesia.




