Lewati ke konten
6 November 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Program Jumat Berkah Wartawan Berbagi di Pekan ke-100 Mulai dari Bekasi hingga Jakarta TimurTak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 KaryawanPATFI 2026 Bedah Masa Depan Perfilman Indonesia, Tiga Sutradara Ungkap Potensi Genre Non-Mainstream Menuju 2027Mengenang 91 Tahun WS Rendra, Panggung Seni di Solo Hadirkan Renungan “Mengolah Daya Hidup”
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/PATFI 2026 Bedah Masa Depan Perfilman Indonesia, Tiga Sutradara Ungkap Potensi Genre Non-Mainstream Menuju 2027
Event Film

PATFI 2026 Bedah Masa Depan Perfilman Indonesia, Tiga Sutradara Ungkap Potensi Genre Non-Mainstream Menuju 2027

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama6 November 20262 menit baca
PATFI 2026 Bedah Masa Depan Perfilman Indonesia, Tiga Sutradara Ungkap Potensi Genre Non-Mainstream Menuju 2027 - Budayantara TV
Oplus_131072

Jakarta, – Budayantara.tv Industri perfilman Indonesia tengah menghadapi babak baru. Di tengah dominasi genre horor dan drama yang masih kuat di layar lebar, muncul peluang besar untuk mengeksplorasi genre lain yang lebih beragam, mulai dari psychological thriller, science fiction (Sci-Fi), hingga action.

Persoalan tersebut akan menjadi fokus dalam kegiatan Diskusi Umum dan Sharing Session PATFI 2026 bertajuk “Indonesian Film Outlook 2027”, yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Tenaga Ahli Televisi dan Film Indonesia (PATFI) bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Mengangkat tema “Melampaui Dominasi Horor dan Drama: Potensi Eksplorasi Genre Non-Dominan (Psychological Thriller, Sci-Fi, & Action) dalam Tren Perfilman Indonesia”, forum ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus membaca arah perkembangan industri film nasional menjelang 2027.

Diskusi akan menghadirkan tiga sutradara film, yakni Ivan Bandhito, Ozan Ruz, dan Lutfi Anas. Ketiganya akan berbagi pengalaman, perspektif kreatif, serta pandangan mengenai tantangan dan peluang mengembangkan genre film di luar arus utama.

Forum ini juga menghadirkan Ketua Umum PATFI, Adisurya Abdy, sebagai bagian dari dialog mengenai masa depan perfilman Indonesia. Diskusi akan dipandu moderator Albaransyah Yusuf.

Adisurya Aby selaku Ketum PATFI Lebih dari sekadar pertemuan insan perfilman, kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong keberanian kreator Indonesia dalam menghadirkan cerita-cerita baru, pendekatan sinematik yang segar, serta karya yang memiliki daya saing lebih luas.

“Selama ini, horor dan drama menjadi dua genre yang memiliki tempat kuat dalam industri film nasional. Namun, perkembangan selera penonton, kemajuan teknologi produksi, serta terbukanya pasar distribusi digital menghadirkan kesempatan bagi genre psychological thriller, Sci-Fi, dan action untuk berkembang lebih jauh”.kata Adisurya.Jumat (6/11/2026).

Tantangannya bukan semata-mata memproduksi film dengan genre berbeda, melainkan membangun kekuatan cerita, kualitas produksi, keberanian bereksperimen, dan karakter sinema Indonesia yang memiliki identitas tersendiri.

Kegiatan Indonesian Film Outlook 2027 dijadwalkan berlangsung pada
Sabtu, 7 November 2026.Dikota Backyard Social Space, Cipete, Jakarta Selatan.

Melalui forum ini, PATFI diharapkan dapat memperkuat ekosistem perfilman nasional dengan mempertemukan para praktisi, sutradara, tenaga ahli, dan pemerhati film dalam satu ruang dialog yang produktif.

Sebab, masa depan perfilman Indonesia tidak hanya ditentukan oleh genre yang sedang populer, tetapi juga oleh keberanian para sineas untuk menciptakan perspektif baru, menggali cerita yang belum tersentuh, dan membawa karya Indonesia menuju panggung perfilman dunia.

Indonesian Film Outlook 2027 menjadi ajakan untuk melihat lebih jauh: bukan hanya film apa yang laku hari ini, melainkan film seperti apa yang akan membentuk masa depan sinema Indonesia.

Adisurya Abdy PATFI
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mengenang 91 Tahun WS Rendra, Panggung Seni di Solo Hadirkan Renungan “Mengolah Daya Hidup” - Budayantara TV
Budaya Event

Mengenang 91 Tahun WS Rendra, Panggung Seni di Solo Hadirkan Renungan “Mengolah Daya Hidup”

6 November 20262 menit baca

Surakarta, – Budayantara.tv Spiritualitas, kebudayaan, kritik sosial, dan kekuatan seni akan berpadu dalam sebuah perhelatan bertajuk “Renungan Mengolah…

Once Mekel Anggota DPR RI Komisi X Apresiasi Festival Petukangan Selatan 2026 - Budayantara TV
Event News

Once Mekel Anggota DPR RI Komisi X Apresiasi Festival Petukangan Selatan 2026

4 November 20261 menit baca

Jakarta,- Budayantara.tv “Saya sangat mengapresiasi terhadap kehangatan warga dan pentingnya merawat kebudayaan lokal yang merupakan identitas sekaligus kekuatan…

Budayantara Fest 2026: Budaya Betawi dan Nusantara Jadi Jembatan Solidaritas Indonesia–Palestina - Budayantara TV
Budaya Event News

Budayantara Fest 2026: Budaya Betawi dan Nusantara Jadi Jembatan Solidaritas Indonesia–Palestina

1 November 20264 menit baca

Jakarta,— Budayantara.tv Kebudayaan bukan sekadar warisan yang dipertunjukkan di atas panggung. Lebih dari itu, budaya dapat menjadi jembatan…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber