Lewati ke konten
6 November 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Program Jumat Berkah Wartawan Berbagi di Pekan ke-100 Mulai dari Bekasi hingga Jakarta TimurTak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 KaryawanPATFI 2026 Bedah Masa Depan Perfilman Indonesia, Tiga Sutradara Ungkap Potensi Genre Non-Mainstream Menuju 2027Mengenang 91 Tahun WS Rendra, Panggung Seni di Solo Hadirkan Renungan “Mengolah Daya Hidup”
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Mengenang 91 Tahun WS Rendra, Panggung Seni di Solo Hadirkan Renungan “Mengolah Daya Hidup”
Budaya Event

Mengenang 91 Tahun WS Rendra, Panggung Seni di Solo Hadirkan Renungan “Mengolah Daya Hidup”

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama6 November 20262 menit baca
Mengenang 91 Tahun WS Rendra, Panggung Seni di Solo Hadirkan Renungan “Mengolah Daya Hidup” - Budayantara TV
Oplus_131072

Surakarta, – Budayantara.tv Spiritualitas, kebudayaan, kritik sosial, dan kekuatan seni akan berpadu dalam sebuah perhelatan bertajuk “Renungan Mengolah Daya Hidup”, yang digelar untuk memperingati 91 tahun WS Rendra. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 9 November 2026, mulai pukul 19.30 WIB, di Pendopo Ageng Gendhon Humardani, Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Surakarta.

Mengusung tajuk yang sarat makna, kegiatan ini bukan sekadar perayaan mengenang perjalanan seorang seniman besar, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk menggali kembali pemikiran, keberanian, dan daya hidup yang diwariskan melalui karya-karya WS Rendra.

WS Rendra dikenal sebagai sosok penyair, dramawan, sekaligus budayawan yang menjadikan seni sebagai medium untuk menyuarakan kemanusiaan, kegelisahan sosial, kebebasan berpikir, dan keberpihakan terhadap nilai-nilai kehidupan. Pemikirannya tetap relevan di tengah perubahan zaman, ketika masyarakat membutuhkan ruang kebudayaan yang kritis sekaligus membangun.

Eddie Karsito selaku humas kegiatan berharap “melalui kegiatan ini, semangat Rendra dihadirkan kembali dalam perjumpaan lintas generasi dan lintas ekspresi seni. Musik, puisi, pertunjukan, serta refleksi kebudayaan diharapkan menjadi jembatan untuk merawat ingatan kolektif sekaligus menghidupkan kembali daya kritis masyarakat”.ujarnya.

Sejumlah seniman dan kelompok seni dijadwalkan turut memeriahkan acara, di antaranya Sawung Jabo, Suzan Piper, Sirkus Barock, Setiawan Djody, Untung Basuki, MS Kaban, Butet Kertarajasa, Wiranto, Eep Saefulloh Fatah, Sandrina Malakiano, Rere Grass Rock, Didi Nini Towok, Sruti Respati, Ine Ariani, Dewo, Fajar Satriadi, Grisella, Encik Krisna, DS Priyayi, Herman Aga, Punden Musik Puisi, dan Merah Putih Band.

Perhelatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Bengawan Solo Gong bersama sejumlah mitra dan komunitas seni yang memiliki perhatian terhadap perkembangan kebudayaan Indonesia.

Seni sebagai Jalan Mengolah Kehidupan

Kata “mengolah” dalam tajuk acara ini mengandung pesan mendalam. Kehidupan bukan sekadar sesuatu yang dijalani, melainkan perlu direnungkan, diperjuangkan, dan diberi makna. Seni menjadi salah satu jalan untuk memahami manusia, membaca realitas, serta menjaga keberanian menyampaikan kebenaran.

Dalam semangat itulah, peringatan 91 tahun WS Rendra diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali tradisi intelektual dan kebudayaan yang tidak berhenti pada nostalgia, tetapi mampu melahirkan gagasan serta gerakan baru.

Menariknya, acara ini terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya masuk (gratis). Publik, komunitas seni, mahasiswa, pegiat budaya, dan generasi muda diundang untuk hadir dan menjadi bagian dari perjumpaan kebudayaan tersebut.

Sebab, mengenang Rendra bukan hanya mengingat siapa dirinya, tetapi juga meneruskan keberanian untuk berpikir, bersuara, berkarya, dan memanusiakan manusia.

Renungan Mengolah Daya Hidup: merawat ingatan, menghidupkan keberanian, dan menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan kehidupan.**

WS Rendra
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

PATFI 2026 Bedah Masa Depan Perfilman Indonesia, Tiga Sutradara Ungkap Potensi Genre Non-Mainstream Menuju 2027 - Budayantara TV
Event Film

PATFI 2026 Bedah Masa Depan Perfilman Indonesia, Tiga Sutradara Ungkap Potensi Genre Non-Mainstream Menuju 2027

6 November 20262 menit baca

Jakarta, – Budayantara.tv Industri perfilman Indonesia tengah menghadapi babak baru. Di tengah dominasi genre horor dan drama yang…

Once Mekel Anggota DPR RI Komisi X Apresiasi Festival Petukangan Selatan 2026 - Budayantara TV
Event News

Once Mekel Anggota DPR RI Komisi X Apresiasi Festival Petukangan Selatan 2026

4 November 20261 menit baca

Jakarta,- Budayantara.tv “Saya sangat mengapresiasi terhadap kehangatan warga dan pentingnya merawat kebudayaan lokal yang merupakan identitas sekaligus kekuatan…

Budayantara Fest 2026: Budaya Betawi dan Nusantara Jadi Jembatan Solidaritas Indonesia–Palestina - Budayantara TV
Budaya Event News

Budayantara Fest 2026: Budaya Betawi dan Nusantara Jadi Jembatan Solidaritas Indonesia–Palestina

1 November 20264 menit baca

Jakarta,— Budayantara.tv Kebudayaan bukan sekadar warisan yang dipertunjukkan di atas panggung. Lebih dari itu, budaya dapat menjadi jembatan…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber