Pemalang, – Budayantara.tv Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di berbagai penjuru Kabupaten Pemalang. Di tengah meriahnya panggung seni dan berbagai perlombaan 17 Agustusan yang digelar di desa hingga kecamatan, Sanggar Seni Kaloka Pemalang turut mengambil bagian dengan menghadirkan ruang ekspresi seni bagi generasi muda.
Sanggar Seni Kaloka pimpinan Bayu Kusuma Listyanto, S.Sn berkolaborasi dengan Yogya Toserba Pemalang menggelar kegiatan “Uji Tari Sanggar Seni Kaloka” pada Minggu, 16 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di lantai 3 Yogya Toserba Pemalang ini menjadi momentum istimewa karena menghadirkan sekitar 170 peserta uji tari.
Tidak sekadar pertunjukan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran dan evaluasi kemampuan para siswa Sanggar Seni Kaloka. Konsep uji tari juga menjadi gebrakan tersendiri karena dikemas di ruang publik dan dipadukan dengan semarak berbagai kegiatan Agustusan.
Acara dipandu oleh Danu Mahendra dan Galuh Ayu Mustika, dengan menghadirkan tiga dewan penguji, yakni Meifitrianika, S.Pd., Hery Sulistrisnani, S.Sn., dan Bayu Kusuma Listyanto.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dibuka oleh Ketua Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Pemalang dan dihadiri jajaran pengurus KSBN Pemalang, manajemen Yogya Toserba, para wali murid, siswa-siswi Sanggar Seni Kaloka, serta pengunjung yang kebetulan berada di area pusat perbelanjaan.
Suasana semakin semarak karena pada waktu yang sama Yogya Toserba juga menggelar berbagai perlombaan khas Agustusan. Menariknya, mayoritas peserta lomba juga berasal dari keluarga besar Sanggar Seni Kaloka.
Bayu Kusuma Listyanto mengaku bangga melihat antusiasme para siswa, wali murid, dan seluruh keluarga besar Sanggar Seni Kaloka dalam mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami sangat bombong dan bahagia melihat antusiasme warga Sanggar Seni Kaloka mengikuti uji tari ini. Anak-anak mendapatkan pengalaman tampil di ruang publik, sementara masyarakat juga bisa melihat secara langsung proses pembelajaran seni tari yang kami lakukan,” ujar Bayu.
Menurutnya, kolaborasi dengan Yogya Toserba bukan hanya memberikan ruang tampil bagi para siswa, tetapi juga membuka hubungan yang saling menguntungkan. Setiap anak yang tampil biasanya datang bersama orang tua dan keluarganya sehingga aktivitas seni sekaligus ikut menghidupkan ruang ekonomi di pusat perbelanjaan.
Bayu berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut melalui berbagai agenda seni dan budaya lainnya.
“Kami berharap ke depan Sanggar Seni Kaloka bisa kembali berkolaborasi dengan manajemen Yogya Toserba untuk menghadirkan kegiatan-kegiatan serupa. Kami ingin anak-anak memiliki ruang ekspresi yang semakin luas. Dari ruang ekspresi itulah pelestarian budaya tradisi bisa terus tumbuh, sekaligus memberikan dampak positif bagi mitra dan lingkungan sekitar,” katanya.
Sinergi Seni, Keluarga, dan Ruang Publik
Uji Tari Sanggar Seni Kaloka menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus selalu berlangsung di panggung-panggung formal. Pusat perbelanjaan pun dapat menjadi ruang alternatif untuk mempertemukan seni tradisi, keluarga, komunitas, dan masyarakat luas.
Kehadiran para wali murid menjadi salah satu kekuatan utama kegiatan. Dukungan mereka tidak hanya berupa kehadiran, tetapi juga waktu, fasilitas, dan dorongan moral kepada anak-anak agar berani tampil dan percaya diri.
Dari kiri ke kanan, jajaran yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Mas Deniz, Galuh, Fajri, Hery Sulistrisnani, Bayu Kusuma Listyanto, Meifitrianika, Tante Depi, Budhe Ita, dan Danu Mahendra.
Atas terselenggaranya kegiatan tersebut, Bayu bersama seluruh panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh wali murid serta semua pihak yang telah memberikan dukungan.
“Dukungan moril, waktu, serta fasilitas yang Bapak/Ibu berikan menjadi motivasi terbesar bagi para siswa untuk tampil percaya diri dan sukses di panggung. Terima kasih kepada seluruh wali murid dan semua pihak yang telah membantu terselenggaranya Uji Tari Sanggar Seni Kaloka.”
Ia berharap sinergi antara sanggar, keluarga, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus terjaga sehingga perkembangan bakat serta kreativitas anak-anak semakin mendapatkan ruang.
“Semoga sinergi ini terus terjalin dengan baik untuk mendukung perkembangan bakat dan kreativitas anak-anak di masa depan. Terima kasih tak terhingga. Semoga keberkahan dan kemuliaan Tuhan berikan untuk kita semua. Salam budaya, lestari budayaku!” pungkas Bayu.**




