Lewati ke konten
18 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Puspita Sakanti Buka Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-81 Temanggung dengan Bangilun Geol KenesUji Tari Sanggar Seni Kaloka Semarakkan HUT ke-81 RI di Yogya Toserba PemalangHUT RI ke-81, Akademisi UNIPA: Perdamaian Jadi Kunci Papua MajuSemarak Muktamar NU ke-35, Asosiasi UMKM Nahdliyyin Jatim Dorong Kemandirian Ekonomi Santri dan Nahdliyin
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/HUT RI ke-81, Akademisi UNIPA: Perdamaian Jadi Kunci Papua Maju
News

HUT RI ke-81, Akademisi UNIPA: Perdamaian Jadi Kunci Papua Maju

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama18 Agustus 20264 menit baca
HUT RI ke-81, Akademisi UNIPA: Perdamaian Jadi Kunci Papua Maju - Budayantara TV

Manokwari,— Budayantara.tv Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat persatuan dalam membangun Papua di tengah keberagaman masyarakat dan kompleksitas tantangan pembangunan.

Akademisi Universitas Papua (UNIPA), Dr. Hendrik Arwam, mengatakan pembangunan Papua tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Fondasi paling penting yang harus terus diperkuat adalah perdamaian dan rasa saling percaya di tengah masyarakat.

“Pembangunan membutuhkan perdamaian. Tanpa perdamaian, sulit bagi masyarakat untuk membangun masa depan secara bersama-sama. Karena itu, semangat persatuan harus terus dipupuk pada setiap orang Papua,” ujar Hendrik dalam refleksi HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurut Hendrik, Papua memiliki karakter sosial yang sangat beragam. Perbedaan suku, bahasa, budaya, agama, dan latar belakang sosial merupakan kekayaan yang seharusnya menjadi energi pembangunan, bukan sumber perpecahan.

Ia menilai kebinekaan Papua perlu dikelola sebagai kekuatan sosial. Pembangunan tidak akan berjalan optimal apabila masyarakat masih dibebani prasangka, ketidakpercayaan, maupun konflik horizontal.

“Papua memiliki kebinekaan yang luar biasa. Perbedaan itu jangan dilihat sebagai kelemahan. Justru kebinekaan harus menjadi modal sosial untuk membangun Papua bersama-sama,” katanya.

Hendrik menilai rasa saling percaya antarsesama masyarakat merupakan salah satu modal paling penting bagi Papua untuk bergerak lebih maju. Kepercayaan akan memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, tokoh agama, tokoh adat, dan generasi muda.

“Kalau kita saling percaya, kita bisa bekerja sama. Kalau kepercayaan hilang, program pembangunan sebagus apa pun akan sulit mendapatkan dukungan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan Papua menurutnya harus ditempatkan dalam kerangka pembangunan manusia. Masyarakat bukan hanya penerima kebijakan, tetapi harus menjadi bagian dari proses merumuskan, menjalankan, dan mengawasi pembangunan.

“Pembangunan harus menghadirkan rasa memiliki. Masyarakat perlu merasa bahwa pembangunan adalah milik bersama, bukan sesuatu yang datang dari luar kemudian hanya mereka terima hasilnya,” kata Hendrik.

Ia mengakui Papua masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari ketimpangan akses pelayanan dasar, kualitas sumber daya manusia, konektivitas antarwilayah, kesempatan ekonomi, hingga persoalan sosial dan keamanan. Namun, Hendrik mengingatkan tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan optimisme.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Tetapi jangan sampai tantangan membuat kita kehilangan harapan. Justru karena tantangannya besar, persatuan dan perdamaian harus semakin kuat,” katanya.

Menurut dia, pembangunan di Papua membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga memperhatikan dimensi sosial dan kemanusiaan. Jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, dan pusat ekonomi memang penting, tetapi keberlanjutan pembangunan sangat bergantung pada kualitas hubungan sosial masyarakat.

“Pembangunan fisik bisa kita ukur dengan angka dan capaian. Tetapi pembangunan sosial membutuhkan kepercayaan, dialog, dan kebersamaan. Ini yang harus terus kita bangun,” ujarnya.

Hendrik juga menekankan pentingnya ruang dialog yang sehat di tengah masyarakat. Perbedaan pandangan mengenai pembangunan merupakan sesuatu yang wajar dalam demokrasi, tetapi harus dikelola melalui komunikasi dan mekanisme yang damai.

“Berbeda pendapat itu biasa. Yang tidak boleh adalah perbedaan tersebut membuat kita kehilangan persaudaraan. Papua membutuhkan budaya dialog, bukan saling mencurigai,” katanya.

Ia berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat Papua untuk terlibat dalam pembangunan. Menurutnya, partisipasi masyarakat akan memperkuat legitimasi sekaligus meningkatkan keberlanjutan berbagai program pembangunan.

“Ketika masyarakat dilibatkan, mereka bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi penjaga pembangunan itu sendiri,” ujar Hendrik.

Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk membangun generasi Papua yang mampu menjadi jembatan persatuan. Kampus tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga membentuk karakter, kemampuan berpikir kritis, dan kesadaran kebangsaan.

“Generasi muda Papua harus memiliki dua hal sekaligus, yakni kompetensi untuk menghadapi perubahan zaman dan karakter yang kuat untuk menjaga persatuan,” katanya.

Hendrik menilai momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi titik untuk memperkuat optimisme bahwa Papua dapat berkembang dengan kekuatan sendiri, tanpa kehilangan identitas dan kebinekaannya.

“Papua tidak akan maju kalau kita berjalan sendiri-sendiri. Kita harus membangun Papua dengan kebinekaan yang kita miliki, dengan perdamaian sebagai fondasi dan rasa saling percaya sebagai modal sosial,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Papua menjadikan kemerdekaan sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan dan memperluas kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Perdamaian bukan sekadar kondisi tanpa konflik. Perdamaian adalah kemampuan kita untuk hidup bersama, saling menghormati, saling percaya, dan menyelesaikan persoalan melalui dialog. Kalau fondasi ini kuat, Papua memiliki modal besar untuk maju,” pungkas Hendrik.

WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Puspita Sakanti Buka Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-81 Temanggung dengan Bangilun Geol Kenes - Budayantara TV
Event News

Puspita Sakanti Buka Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-81 Temanggung dengan Bangilun Geol Kenes

18 Agustus 20262 menit baca

Temanggung, – Budayantara.tv Semangat kemerdekaan terasa semakin hidup dalam malam resepsi kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat…

Uji Tari Sanggar Seni Kaloka Semarakkan HUT ke-81 RI di Yogya Toserba Pemalang - Budayantara TV
Event News

Uji Tari Sanggar Seni Kaloka Semarakkan HUT ke-81 RI di Yogya Toserba Pemalang

18 Agustus 20263 menit baca

Pemalang, – Budayantara.tv Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di berbagai penjuru Kabupaten Pemalang. Di tengah…

Semarak Muktamar NU ke-35, Asosiasi UMKM Nahdliyyin Jatim Dorong Kemandirian Ekonomi Santri dan Nahdliyin - Budayantara TV
Business News

Semarak Muktamar NU ke-35, Asosiasi UMKM Nahdliyyin Jatim Dorong Kemandirian Ekonomi Santri dan Nahdliyin

17 Agustus 20262 menit baca

Jombang, – Budayantara.tv Semarak Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, tidak hanya menjadi…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. IKB Jabodetabek Meriahkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Karaoke Bernuansa Merah Putih15 Agustus 2026
  2. IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 202613 Agustus 2026
  3. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  4. Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina13 Agustus 2026
  5. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026

Rekomendasi untuk Anda

HUT RI ke-81, Akademisi UNIPA: Perdamaian Jadi Kunci Papua Maju - Budayantara TVPuspita Sakanti Buka Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-81 Temanggung dengan Bangilun Geol Kenes
HUT RI ke-81, Akademisi UNIPA: Perdamaian Jadi Kunci Papua Maju - Budayantara TVUji Tari Sanggar Seni Kaloka Semarakkan HUT ke-81 RI di Yogya Toserba Pemalang
HUT RI ke-81, Akademisi UNIPA: Perdamaian Jadi Kunci Papua Maju - Budayantara TVHUT RI ke-81, Akademisi UNIPA: Perdamaian Jadi Kunci Papua Maju
HUT RI ke-81, Akademisi UNIPA: Perdamaian Jadi Kunci Papua Maju - Budayantara TVSemarak Muktamar NU ke-35, Asosiasi UMKM Nahdliyyin Jatim Dorong Kemandirian Ekonomi Santri dan Nahdliyin
HUT RI ke-81, Akademisi UNIPA: Perdamaian Jadi Kunci Papua Maju - Budayantara TVKetika Deru Mesin Berpadu dengan Gerak Tari Sanggar Panginyongan di AHDC Purwokerto

Lokasi

📍 Jakarta 253📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Pasuruan 11📍 Purwokerto 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber