Home / News / Ustad Suhadi: Ketahanan Pangan Tumbuh dari Budaya dan Tradisi

Ustad Suhadi: Ketahanan Pangan Tumbuh dari Budaya dan Tradisi

Bogor – Budayantara.tv Ketahanan pangan tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan pelestarian budaya serta pengetahuan tradisional yang hidup dan diwariskan di tengah masyarakat. Hal inilah yang menjadi fokus dalam penelitian mengenai kearifan lokal sistem pertanian di Kampung Pabuaran, Kabupaten Bogor.Kamis (5/2/2026).

Penelitian tersebut mengeksplorasi dan mendeskripsikan bagaimana pengetahuan turun-temurun mulai dari sistem pertanian, pemilihan benih, hingga teknik pengolahan pangan masih dijaga dan dipraktikkan oleh masyarakat setempat. Kearifan lokal ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan pangan berbasis budaya.

Di tengah arus modernisasi, kehadiran Budayantara turut disorot sebagai bagian dari tekanan homogenisasi budaya yang kerap mengancam keberlangsungan kearifan lokal. Padahal, nilai-nilai tradisi tersebut selama ini menjadi penopang kehidupan banyak komunitas adat, termasuk dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

Ustad Suhadi menegaskan bahwa masyarakat memiliki tanggung jawab kolektif dalam menjaga hasil pertanian. Menurutnya, ketahanan pangan akan semakin kuat apabila ditopang oleh budaya dan tradisi lokal yang terus dilestarikan.

“Masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga hasil pertanian. Dari situlah ketahanan pangan tumbuh, bukan hanya dari tanah, tetapi juga dari budaya dan tradisi,” ujarnya.

Sementara itu, Dominic, salah satu koordinator beberapa kelompok tani di wilayah tersebut, berharap terjalinnya kembali komunikasi antar pihak dapat menjadi langkah awal untuk merealisasikan gagasan-gagasan lama yang sempat terhenti.

“Semoga gagasan yang telah lama digagas, dengan terjalinnya kembali komunikasi ini, bisa pelan-pelan direalisasikan,” kata Dominic.

Upaya merawat kearifan lokal di Kampung Pabuaran ini diharapkan tidak hanya mampu menjaga identitas budaya masyarakat, tetapi juga menjadi solusi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *