Lewati ke konten
25 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
PJBW Pekan Ke -94 di Cilincing, Kolaborasi Bersama MADAS Nusantara Berbagi Ratusan Paket Nasi ke WargaKampung Budaya Pencak Silat Beksi Petukangan Jadi Perhatian dalam Monitoring Destinasi Wisata DKIKERTAS IJAZAHTeras Kebinekaan, Merawat Indonesia Lewat Jalan Kebudayaan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Teras Kebinekaan, Merawat Indonesia Lewat Jalan Kebudayaan
Budaya News

Teras Kebinekaan, Merawat Indonesia Lewat Jalan Kebudayaan

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama25 September 20263 menit baca📍 Jakarta
Teras Kebinekaan, Merawat Indonesia Lewat Jalan Kebudayaan - Budayantara TV

Jakarta — Budayantara.tv Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, pertumbuhan ekonomi, atau pembangunan infrastruktur fisik. Di balik semua itu, ada kekuatan yang lebih mendasar dan menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat: kebudayaan.

Gagasan tersebut mengemuka dalam silaturahmi kebudayaan antara Moh. Shofan, penggagas Teras Kebinekaan, dan Erwiyantoro alias Mbah Coco, owner Radio Bola. Pertemuan yang berlangsung di Markas Teras Kebinekaan, Parung, Bogor, Kamis (23/9/2026), menjadi ruang bertukar gagasan mengenai peran kebudayaan dalam menjaga Indonesia tetap terhubung di tengah keberagaman.

Bagi Shofan, Indonesia bukan sekadar negara yang dihuni oleh ratusan suku, bahasa, agama, dan tradisi. Lebih dari itu, kebinekaan merupakan fondasi moral yang memungkinkan masyarakat hidup berdampingan sebagai satu keluarga besar.

«“Kebinekaan harus menjadi infrastruktur moral. Walaupun berbeda keyakinan, suku, budaya dan bahasa, kita berada di bawah payung kultural yang sama, yaitu bangsa Indonesia,” ujar Shofan.»

Menurutnya, kebudayaan memiliki kemampuan menjangkau masyarakat secara luas karena sifatnya yang lentur dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bahasa, seni, tradisi, musik, sastra hingga kearifan lokal dapat menjadi pintu masuk untuk membangun percakapan antargenerasi sekaligus mempertemukan berbagai kelompok masyarakat.

“Budaya itu lentur. Strategi kebudayaan adalah salah satu jalan yang sangat mungkin untuk terkoneksi dengan anak-anak bangsa yang tersebar di seluruh Nusantara,” kata Shofan, yang juga penulis buku Rhoma Irama: Politik Dakwah dalam Nada, diterbitkan Imania pada 2013.

Teras sebagai Ruang Pertemuan

Shofan menjelaskan, nama Teras Kebinekaan lahir dari gagasan sederhana tentang sebuah ruang terbuka tempat orang dapat bertemu, duduk bersama, berbicara, sekaligus saling mendengarkan.

Teras bukan ruang eksklusif. Siapa pun dapat datang tanpa harus terlebih dahulu mempertanyakan latar belakang agama, suku, budaya maupun kelompoknya.

Filosofi tersebut kemudian menjadi dasar bagi Teras Kebinekaan untuk membangun gerakan kebudayaan yang menempatkan keberagaman sebagai kekuatan.

Menurut Shofan, kebudayaan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang masyarakat Nusantara. Beragam kearifan lokal yang diwariskan para leluhur merupakan bagian dari identitas bangsa yang tetap memiliki relevansi di tengah perubahan zaman.

Karena itu, Teras Kebinekaan dibayangkan sebagai ruang yang dapat melahirkan berbagai program kebudayaan. Mulai dari forum pemikiran, pertunjukan seni, festival Nusantara, hingga ruang kreatif bagi generasi muda.

Mbah Coco: Kebudayaan Harus Menjadi Gerakan Bersama

Sementara itu, Mbah Coco melihat kekayaan budaya Indonesia membutuhkan ruang yang mampu menghubungkan berbagai potensi daerah.

Setiap wilayah, menurutnya, memiliki kekuatan budaya yang dapat menjadi bagian dari identitas Indonesia sekaligus memperkenalkan wajah Nusantara kepada dunia.

Karena itu, para pelaku budaya dari berbagai daerah perlu diberi ruang untuk bertemu, berdiskusi dan membangun kolaborasi.

Gagasan mengenai festival kebudayaan Nusantara pun mengemuka sebagai salah satu bentuk kegiatan yang dapat dikembangkan.

Festival tersebut tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan kesenian. Lebih jauh, ia dapat menjadi ruang pertemuan para pemikir, seniman, komunitas, generasi muda dan berbagai elemen masyarakat untuk membicarakan masa depan kebudayaan Indonesia.

Semangat yang mengemuka dalam pertemuan itu sederhana, namun memiliki makna luas: kebudayaan Indonesia harus berani berbicara kepada dunia.

Dari Kebinekaan Menuju Masa Depan

Pertemuan Shofan dan Mbah Coco memperlihatkan bahwa kebudayaan dapat menjadi titik temu di tengah perbedaan.

Ketika ruang publik kerap dipenuhi perdebatan mengenai identitas, kebudayaan menawarkan ruang yang lebih cair. Musik dapat mempertemukan mereka yang berbeda keyakinan. Seni mampu melampaui batas geografis. Sastra membuka percakapan tentang kemanusiaan.

Di titik inilah kebudayaan tidak lagi sekadar berbicara tentang masa lalu.

Kebudayaan adalah investasi sosial untuk masa depan.

Teras Kebinekaan diharapkan menjadi salah satu ruang yang mempertemukan gagasan-gagasan tersebut. Dari sebuah teras yang sederhana, percakapan tentang Indonesia dapat bergerak lebih jauh menjangkau komunitas, daerah, generasi muda hingga panggung dunia.

Sebab, Indonesia masa depan bukan hanya tentang seberapa maju teknologi yang dimiliki, tetapi juga tentang seberapa kuat bangsa ini mampu mempertahankan ikatan sosial sebagai satu keluarga besar.

Berbeda bukan alasan untuk berjarak. Kebudayaan adalah salah satu jalan untuk kembali bertemu.**

📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

PJBW Pekan Ke -94 di Cilincing, Kolaborasi Bersama MADAS Nusantara Berbagi Ratusan Paket Nasi ke Warga - Budayantara TV
News

PJBW Pekan Ke -94 di Cilincing, Kolaborasi Bersama MADAS Nusantara Berbagi Ratusan Paket Nasi ke Warga

25 September 20264 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv Barengan bikin Jumat Berkah di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara, Masyarakat Madura Asli (MADAS) Nusantara…

Kampung Budaya Pencak Silat Beksi Petukangan Jadi Perhatian dalam Monitoring Destinasi Wisata DKI - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Budaya Pencak Silat Beksi Petukangan Jadi Perhatian dalam Monitoring Destinasi Wisata DKI

25 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Di tengah geliat pembangunan pariwisata Jakarta yang terus berkembang, warisan budaya lokal tetap menjadi bagian…

Mahasiswa Calon Guru UPH Belajar Merawat Martabat Manusia melalui Puisi Esai - Budayantara TV
News

Mahasiswa Calon Guru UPH Belajar Merawat Martabat Manusia melalui Puisi Esai

23 September 20262 menit baca

Tangerang – Budayantara.tv Denny JA Foundation bersama Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Teachers College Universitas Pelita Harapan (UPH) menyelenggarakan…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber