Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Surat Terbuka untuk Walikota Bekasi Jeritan Warga Tanpa Identitas di Bekasi: Hidup di “Ruang Abu-Abu” Tanpa KTP dan KK
News

Surat Terbuka untuk Walikota Bekasi Jeritan Warga Tanpa Identitas di Bekasi: Hidup di “Ruang Abu-Abu” Tanpa KTP dan KK

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama29 April 20262 menit baca📍 Bekasi
Surat Terbuka untuk Walikota Bekasi Jeritan Warga Tanpa Identitas di Bekasi: Hidup di “Ruang Abu-Abu” Tanpa KTP dan KK - Budayantara TV

Bekasi — Budayantara.tv Di tengah pesatnya digitalisasi layanan publik dan kemudahan akses administrasi, masih ada sekelompok warga yang hidup di luar sistem. Mereka tidak tercatat, tidak memiliki identitas resmi, dan nyaris tak terlihat oleh negara.

Melalui sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Wali Kota Bekasi, suara-suara yang selama ini terpinggirkan itu akhirnya mengemuka. Mereka adalah warga yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK), dokumen dasar yang seharusnya menjadi pintu masuk untuk mendapatkan berbagai hak sipil.

Surat tersebut menggambarkan realitas pahit yang terjadi di sejumlah kantong kemiskinan di Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Tidak hanya orang dewasa, banyak anak-anak yang lahir tanpa akta kelahiran, bahkan pasangan orang tua yang tidak memiliki akta nikah. Akibatnya, satu generasi tumbuh tanpa pengakuan administratif dari negara.

“Kami ingin hidup normal seperti warga lainnya,” demikian isi harapan yang disampaikan dalam surat tersebut.

Tanpa identitas resmi, kehidupan mereka berjalan dalam keterbatasan. Anak-anak tidak dapat mengakses pendidikan formal, keluarga kesulitan mendapatkan layanan kesehatan, dan berbagai bantuan sosial tak pernah menyentuh mereka. Bahkan dalam kondisi paling akhir sekalipun, persoalan tetap muncul: pemakaman di TPU bisa ditolak karena tidak adanya KTP.

Fenomena ini bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan potret nyata ketimpangan sosial. Minimnya literasi administrasi, keterbatasan biaya, serta kurangnya akses informasi menjadi faktor utama yang membuat mereka tetap terjebak dalam kondisi tersebut. Dari bayi yang tak tercatat hingga lansia yang terlupakan, semua berada dalam satu lingkaran persoalan yang sama.

Ketiadaan identitas menjadikan mereka seolah “tidak ada”. Mereka hidup di apa yang disebut sebagai “ruang abu-abu” hadir secara fisik, namun tidak diakui secara hukum.

Surat yang ditandatangani oleh Eddie Karsito, Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, itu juga menyentil pertanyaan mendasar: bagaimana mungkin pembangunan bisa merata jika masih ada warga yang bahkan tidak diakui keberadaannya?

Lebih dari sekadar data statistik, mereka adalah manusia dengan harapan sederhana diakui sebagai warga negara, memiliki identitas, dan mendapatkanf hak yang sama.

Seruan itu ditutup dengan permohonan yang sederhana namun mendalam: bantuan untuk mendapatkan KTP dan KK, agar mereka bisa keluar dari bayang-bayang dan benar-benar menjadi bagian dari negara.

Di balik hiruk-pikuk pembangunan kota, kisah ini menjadi pengingat bahwa masih ada yang tertinggal dan menunggu untuk dilihat, didengar, serta diakui.**

Yayasan Humaniora
📍 Bekasi
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber