Lewati ke konten
14 Oktober 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026KALIMANTAN, PULAU SEMAR INDAH NUSANTARA: Menyingkap Makna Alam, Budaya, dan Kesadaran KehidupanUniversitas Darunnajah Jakarta Kenalkan Pencak Silat Beksi ke Jepang, Budaya Betawi Menembus Batas NegaraPJLP: Penjaga Jakarta yang Terancam Rentan di Hari Tua, Pemprov DKI Didorong Segera Evaluasi Perlindungan Sosial
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Surat Terbuka untuk Walikota Bekasi Jeritan Warga Tanpa Identitas di Bekasi: Hidup di “Ruang Abu-Abu” Tanpa KTP dan KK
News

Surat Terbuka untuk Walikota Bekasi Jeritan Warga Tanpa Identitas di Bekasi: Hidup di “Ruang Abu-Abu” Tanpa KTP dan KK

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama29 April 20262 menit baca📍 Bekasi
Surat Terbuka untuk Walikota Bekasi Jeritan Warga Tanpa Identitas di Bekasi: Hidup di “Ruang Abu-Abu” Tanpa KTP dan KK - Budayantara TV

Bekasi — Budayantara.tv Di tengah pesatnya digitalisasi layanan publik dan kemudahan akses administrasi, masih ada sekelompok warga yang hidup di luar sistem. Mereka tidak tercatat, tidak memiliki identitas resmi, dan nyaris tak terlihat oleh negara.

Melalui sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Wali Kota Bekasi, suara-suara yang selama ini terpinggirkan itu akhirnya mengemuka. Mereka adalah warga yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK), dokumen dasar yang seharusnya menjadi pintu masuk untuk mendapatkan berbagai hak sipil.

Surat tersebut menggambarkan realitas pahit yang terjadi di sejumlah kantong kemiskinan di Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Tidak hanya orang dewasa, banyak anak-anak yang lahir tanpa akta kelahiran, bahkan pasangan orang tua yang tidak memiliki akta nikah. Akibatnya, satu generasi tumbuh tanpa pengakuan administratif dari negara.

“Kami ingin hidup normal seperti warga lainnya,” demikian isi harapan yang disampaikan dalam surat tersebut.

Tanpa identitas resmi, kehidupan mereka berjalan dalam keterbatasan. Anak-anak tidak dapat mengakses pendidikan formal, keluarga kesulitan mendapatkan layanan kesehatan, dan berbagai bantuan sosial tak pernah menyentuh mereka. Bahkan dalam kondisi paling akhir sekalipun, persoalan tetap muncul: pemakaman di TPU bisa ditolak karena tidak adanya KTP.

Fenomena ini bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan potret nyata ketimpangan sosial. Minimnya literasi administrasi, keterbatasan biaya, serta kurangnya akses informasi menjadi faktor utama yang membuat mereka tetap terjebak dalam kondisi tersebut. Dari bayi yang tak tercatat hingga lansia yang terlupakan, semua berada dalam satu lingkaran persoalan yang sama.

Ketiadaan identitas menjadikan mereka seolah “tidak ada”. Mereka hidup di apa yang disebut sebagai “ruang abu-abu” hadir secara fisik, namun tidak diakui secara hukum.

Surat yang ditandatangani oleh Eddie Karsito, Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, itu juga menyentil pertanyaan mendasar: bagaimana mungkin pembangunan bisa merata jika masih ada warga yang bahkan tidak diakui keberadaannya?

Lebih dari sekadar data statistik, mereka adalah manusia dengan harapan sederhana diakui sebagai warga negara, memiliki identitas, dan mendapatkanf hak yang sama.

Seruan itu ditutup dengan permohonan yang sederhana namun mendalam: bantuan untuk mendapatkan KTP dan KK, agar mereka bisa keluar dari bayang-bayang dan benar-benar menjadi bagian dari negara.

Di balik hiruk-pikuk pembangunan kota, kisah ini menjadi pengingat bahwa masih ada yang tertinggal dan menunggu untuk dilihat, didengar, serta diakui.**

Yayasan Humaniora
📍 Bekasi
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026 - Budayantara TV
Event News

Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026

13 Oktober 20262 menit baca

Milad ke-25 IKB Jabodetabek dan Budayantara ke-2, Satukan Budaya dalam Semangat Kemanusiaan Jakarta,— Budayantara.tv Duta Besar Palestina untuk…

KALIMANTAN, PULAU SEMAR INDAH NUSANTARA: Menyingkap Makna Alam, Budaya, dan Kesadaran Kehidupan - Budayantara TV
News

KALIMANTAN, PULAU SEMAR INDAH NUSANTARA: Menyingkap Makna Alam, Budaya, dan Kesadaran Kehidupan

13 Oktober 20267 menit baca

Ki Guntur Bisowarno Menggagas Sloka Sastra Realita, Menghubungkan Simbol Budaya dengan Tanggung Jawab Merawat Alam Pasuruan,Jawa Timur —…

Universitas Darunnajah Jakarta Kenalkan Pencak Silat Beksi ke Jepang, Budaya Betawi Menembus Batas Negara - Budayantara TV
News

Universitas Darunnajah Jakarta Kenalkan Pencak Silat Beksi ke Jepang, Budaya Betawi Menembus Batas Negara

12 Oktober 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Upaya memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara ke panggung internasional terus dilakukan Universitas Darunnajah Jakarta. Melalui program…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber