Jakarta, — Budayantara.tv Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti acara Berbuka Puasa Ramadhan 1447 H SIBER KSATRIA yang digelar di Sekretariat Barisan Ksatria Nusantara (BKN),Lebak Bulus, Jakarta. Sabtu (28/2/2026).Kegiatan ini bukan sekadar momentum berbagi hidangan berbuka, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, refleksi kebangsaan, serta diskusi ringan namun bermakna tentang tantangan Indonesia di tengah dinamika global.
Acara dibuka langsung oleh Ketua Barisan Ksatria Nusantara (BKN) Pusat,Muhammad Rofi’i Mukhlis yang akrab disapa Gus Rofi’i. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan memperkuat ukhuwah sekaligus momentum memperteguh komitmen kebangsaan.
“Merawat dan menjaga NKRI bukan hanya tugas negara, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujar Gus Rofi’i di hadapan tim siber yang hadir dengan penuh semangat kebersamaan.
Dinamika Global dan Dampaknya bagi Indonesia
Diskusi kebangsaan yang mengiringi buka puasa menyoroti ketegangan geopolitik internasional, termasuk eskalasi konflik antara Israel dan Iran. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan kedua negara tersebut diwarnai serangan tidak langsung, operasi intelijen, perang siber, hingga dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan Timur Tengah.
Apabila konflik terbuka benar-benar terjadi, dampaknya diperkirakan tidak hanya regional, tetapi juga global termasuk terhadap stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia, gangguan rantai pasok, hingga potensi instabilitas kawasan Indo Pasifik menjadi tantangan yang harus diantisipasi.
Indonesia dan Wawasan Nusantara: Fondasi Ketahanan Bangsa
Sebagai negara kepulauan, Indonesia menganut konsep Wawasan Nusantara,yang memandang wilayah darat, laut, dan udara sebagai satu kesatuan utuh. Letak geografis Indonesia yang strategis di antara dua benua (Asia dan Australia) serta dua samudra (Hindia dan Pasifik) menjadikannya poros penting dalam jalur perdagangan dan keamanan regional.
Dalam perspektif ini, menjaga NKRI Memperkuat persatuan nasional di tengah derasnya isu global dan polarisasi informasi.Menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan energi,Menguatkan pertahanan maritim dan udara sebagai garda terdepan kedaulatan.Mendorong diplomasi damai sesuai amanat konstitusi.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang terus digaungkan BKN dalam setiap aktivitas sosial dan kebangsaannya.
Peran Organisasi dalam Merawat NKRI
Gerakan masyarakat seperti Barisan Ksatria Nusantara (BKN) memiliki peran strategis dalam memperkuat nasionalisme, pendidikan kebangsaan, serta solidaritas sosial. Selama tetap berada dalam koridor hukum dan menjunjung tinggi persatuan nasional, organisasi kemasyarakatan dapat menjadi mitra bangsa dalam menghadapi tantangan zaman.
Melalui momentum Ramadhan 1447 H ini, SIBER KSATRIA menunjukkan bahwa kebersamaan dan diskusi kebangsaan dapat berjalan beriringan. Hangatnya suasana berbuka menjadi simbol kuat bahwa persatuan adalah fondasi utama dalam menjaga keutuhan NKRI.
Di tengah dinamika geopolitik dunia, komitmen merawat Indonesia tidak boleh surut. Dari sekretariat sederhana di Lebak Bulus, semangat itu kembali ditegaskan: NKRI harga mati, persatuan adalah kekuatan, dan kebangsaan adalah jalan perjuangan bersama.**

