Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Serunya Nonton Wayang Betawi Disampaikan Dalam Bahasa Indonesia dan Penontonnya Anak Muda!
Budaya Event News

Serunya Nonton Wayang Betawi Disampaikan Dalam Bahasa Indonesia dan Penontonnya Anak Muda!

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama27 Oktober 20253 menit baca
Serunya Nonton Wayang Betawi Disampaikan Dalam Bahasa Indonesia dan Penontonnya Anak Muda! - Budayantara TV

Jakarta, – Budayantara.tv Kesenian Wayang ternyata tidak cuma wayang Jawa (Wayang Kulit) dan atau wayang Sunda (Wayang Golek). Di Indonesia ada ratusan jenis wayang. Salah satunya adalah Wayang Betawi.

Jika wayang selama ini dikesankan kesenian zaman dulu — dengan bahasa dan narasi yang dianggap rumit — maka ada Wayang Betawi menggunakan bahasa Indonesia yang lebih mudah dipahami.

Hal ini seperti terlihat pada keseruan pergelaran kolaboratif wayang kulit dan wayang orang Betawi yang berlangsung di Museum Wayang – Museum Fatahillah Jakarta, Minggu (26/10/2025).

Pergelaran wayang Betawi dengan lakon “Udel Jadi Raja” tersebut menghadirkan kisah jenaka yang membuat ruang pertunjukan penuh tawa dan riuh tepuk tangan.

Antusiasme penonton anak-anak, remaja dan dewasa dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara, menghangatkan suasana hingga akhir pergelaran.

Pergelaran dibuka dengan penampilan tarian Rupajati dari Sanggar Mekar Muda yang memukau. Disutradarai Eem Biliyanti dengan dalang muda Ki Sentanu Wijaya, dari Sanggar Wayang Betawi Tunas Jaya, Kota Bekasi.

Kolaborasi Wayang Kulit dan Wayang Orang
Pergelaran wayang Betawi ini merupakan kolaborasi wayang kulit dan wayang orang, harapannya bisa menciptakan pertunjukan yang lebih menarik, dan segar.

“Tetapi tetap berakar pada nilai-nilai klasik. Disajikan dengan pendekatan visual kreatif berbeda agar relevan bagi generasi muda,” ujar Ki Sentanu Wijaya, dalang muda berusia 23 tahun ini.

Menurut Ki Sentanu Wijaya, wayang kulit memiliki keunikan dalam seni kriya, sastra, dan musiknya. Sementara wayang orang menawarkan ekspresi seni, dengan kostum rumit dan gerakan ekspresif yang diperankan manusia.

“Tetap menggunakan cerita klasik seperti Ramayana atau Mahabharata, tetapi disajikan dalam format carangan yang lebih segar,” ujar dalang yang juga mahasiswa Semester Akhir di Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung ini.

Penguat Ketahanan dan Identitas Kebangsaan
Kehadiran komunitas dan berbagai kantong budaya, kata Sentanu, menjadi penting dan urgen sebagai katalisator kebudayaan; penguat ketahanan dan identitas kebangsaan.

Di Sanggar Tunas Jaya Kota Bekasi yang didirikan Ki Dalang Naman Sanjaya BP kakeknya itu, Sentanu mengenal kesenian tradisional Sunda dan Betawi.
Sesuai tuntutan zaman, kata Sentanu, Wayang harus dikembangkan secara inklusif. Lebih terbuka terhadap nilai-nilai baru yang lebih mudah diterima masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai filosofis yang dibawanya.

“Melalui Wayang Betawi kami terus berupaya bagaimana mengenalkan kesenian Wayang di kalangan anak muda, baik dari segi konten maupun konteksnya. Sehingga budaya adiluhung ini dapat dikenal, diturunkan, dan diwariskan kepada masyarakat, terutama generasi muda,” jelasnya.

Film Dokumenter Wayang Betawi
Hadir di pergelaran wayang betawi kolaboratif tersebut Pengurus Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, antara lain Eddie Karsito (Ketua Umum), Wiyono Undung Wasito (Sekretaris Umum), dan I Gusti Made Ardikabudi, S.E (Ketua Bidang Kreatif dan Usaha).

Selain menyaksikan pergelaran, para pengurus lembaga nirlaba ini juga tengah melakukan analisis dan pengumpulan data mengenai sejarah Wayang Betawi untuk rencana pembuatan film dokumenter.

“Melalui film kita dapat mendokumentasikan, mengedukasi, dan membangun kesadaran budaya melalui narasi visual. Film dapat menjadi alat pelestarian budaya yang efektif,” ujar Eddie Karsito.

Melalui film dokumenter tersebut, kata Eddie, budaya lokal Betawi dapat terekam dan disebarkan ke audiens yang lebih luas.

“Menciptakan empati, dan menjadi sarana advokasi serta diskusi kritis mengenai warisan budaya Betawi ini,” ujar sineas yang akan menyutradarai film tersebut.

Dalam cerita film dokumenter tersebut, Ki Sentanu Wijaya akan menjadi pemeran utama sekaligus sumber cerita mengenai sejarah Wayang Betawi, khususnya di kawasan Bekasi.

Film ini diproduksi Igma Studio (PT. Digital Media Fasilindo) – Humaniora Rumah Film, dan Kementerian Kebudayaan RI.

Menurut renacana Ki Sentanu Wijaya juga akan tampil mendalang pada perhelatan Hari Wayang Nasional (HWN) 2025 yang diselenggarakan SENAWANGI (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia), di Gedung Wayang Kautaman Jakarta Timur, Jum’at (07/11/2025) mendatang./***

Humaniora Wayang Betawi
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber