Sanggar Setia Muda Hidupkan Gambang Kromong di Tengah Arus Digital

Jakarta – Budayantara.tv Kecintaan terhadap budaya Betawi kembali terasa hangat dalam kunjungan Budayantara Digital Network (BDN) bersama Tim Suara Kaum Betawi yang tayang di Budayantara TV. Dipandu oleh Host Wan Noorbek, rombongan budaya tersebut menyambangi Sanggar Setia Muda di Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Di balik suasana akrab dan penuh nostalgia, tersimpan semangat besar untuk menjaga eksistensi kesenian tradisional Gambang Kromong agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman dan derasnya ekosistem digital saat ini.
Berdiri Sejak 1995, Tetap Setia pada Budaya Betawi
Pendiri Sanggar Setia Muda, Hamdani atau yang akrab disapa Bang Dani, menceritakan bahwa sanggar tersebut berdiri sejak tahun 1995. Perjalanan panjang sanggar tidak lepas dari dukungan dan campur tangan Andi Sueb, sosok yang dikenal identik dengan suara serta gaya khas sang maestro Benyamin Sueb.
“Dari dulu kami ingin Gambang Kromong tetap punya tempat di hati masyarakat, terutama anak-anak muda,” ujar Bang Dani.
Hingga kini, Sanggar Setia Muda terus aktif membina generasi muda melalui latihan musik tradisional, pertunjukan budaya, hingga inovasi dalam pengembangan instrumen musik Gambang Kromong.
Memadukan Tradisi dan Sentuhan Modern
Menariknya, Sanggar Setia Muda tidak hanya mempertahankan pakem tradisional, tetapi juga mulai berinovasi dengan memadukan unsur musik modern dalam permainan Gambang Kromong. Langkah ini dilakukan agar musik Betawi tetap relevan dan mudah diterima generasi masa kini.
Lagu-lagu karya Benyamin Sueb menjadi favorit untuk dibawakan. Menurut Andi, salah satu penggerak sanggar, karya-karya Bang Ben menjadi cara efektif mengenalkan budaya Betawi dengan nuansa populer yang masih akrab di telinga masyarakat.
“Anak-anak sekarang masih kenal lagu Bang Ben. Dari situ mereka jadi tertarik belajar Gambang Kromong,” ungkapnya.
Reuni Budaya yang Penuh Makna
Silaturahmi budaya ini dipimpin langsung oleh Masdjo Arifin bersama Yoyok Abidin dan Aldi. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pelestarian budaya Betawi.
Suasana semakin hangat ketika terjadi momen reuni antara Masdjo Arifin dan Andi Sueb yang sebelumnya telah lama bekerja sama dalam berbagai proyek kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pertemuan itu seolah menjadi simbol bahwa budaya Betawi tidak akan pernah kehilangan rumahnya, selama masih ada generasi yang mau menjaga dan merawatnya bersama.
Bagi Wan Noorbek, program Suara Kaum Betawi bukan hanya tayangan hiburan, melainkan ruang dokumentasi budaya agar warisan Betawi tetap dikenal luas oleh masyarakat digital masa kini.
“Budaya harus terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dikenang, tetapi juga dimainkan, dirawat, dan diwariskan,” tuturnya.
Di tengah modernisasi yang terus bergerak cepat, Sanggar Setia Muda membuktikan bahwa Gambang Kromong bukan sekadar musik tradisional, melainkan identitas dan napas budaya Betawi yang tetap hidup dari generasi ke generasi.**


